Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Pembalasan Gevania~


__ADS_3

Satu hal yang Geva tahu saat ini, dari sorot mata Bhumi barusan Geva dapat merasakan jika lelaki yang sudah bertahta dihatinya semenjak kecil itu benar-benar sudah menguburkan masa lalunya dengan Flower dalam-dalam dan siap menyongsong masa depan dengan dirinya.


Dan Geva juga sadar, selama ini pikirannya terlalu terbelenggu dengan ketakutan-ketakutannya sendiri jika Bhumi dan Flower akan kembali bersama di masa depan mengingat bagaimana dulu Bhumi dan Flower saling mencintai berdasarkan cerita Deon. Flower yang selalu bersikap baik dengannya membuat Geva berpikir ulang, jika Flower bukanlah bibit-bibit pelakor. Apalagi tatapan Flower pada Bhima, Geva dapat merasakan tatapan itu penuh dengan cinta. Geva berharap, Flower benar-benar sudah melupakan perasaannya pada Bhumi.


Geva keluar dari kamar sang suami dengan mood yang sudah sangat membaik, apalagi sang suami mengejarnya dan merangkul pundaknya saat menuruni tangga kediaman mewah keluarga Bramantya. Satu kecupan Bhumi berikan pada pipi Geva.


Beberapa orang yang menatap tangga tersenyum dengan tingkah pasangan itu. Terutama Mama Rachel yang belakangan merasakan kerenggangan hubungan anak dan menantunya. Dan Mami Naya juga bahagia menatap wanita pilihannya yang membuat Bhumi berubah drastis menjadi sosok lembut dan penuh cinta.


Namun, satu hal yang tidak akan Geva biarkan begitu saja. Yaitu dia harus mampu membalikkan Alona, harus. Ucapan Alona benar-benar sudah keterlaluan. Tapi kalau dipikir-pikir, gak mungkin juga dia mandul, kan kemarin dia udah hamil.


Duh Geva terlalu singkat pikirannya gara-gara terpancing omongan Alona. Namun ada hikmahnya juga, yaitu hubungannya dengan Bhumi menjadi menghangat kembali.


"Sayang... mami kangen sama kamu deh." Mami Naya langsung memeluk sang menantu yang baru ia temui, karena mami Naya baru keluar dari kamar akibat kepalanya yang cukup pusing setelah meminum obat herbal.


"Aku juga kangen sama mertua terkece aku." Ucap Geva membalas pelukan mertuanya. Keduanya terkekeh. Apalagi saat Mami Naya memberikan kecupan bertubi-tubi pada menantunya membuat sebuah senyuman terbit di bibir Bhumi Bramantya.


Mami Naya tidak mau membahas atau menanyakan lagi kejadian kemarin yang menimpa Geva. Saat ini dia hanya akan mendukung dan menyemangati menantunya itu.


"Sayang... kenapa mata kamu bengkak, kamu habis nangis? Bhumi nyakitin kamu?" tanya mami Naya membuat semua orang menoleh dan menatap Geva secara bersamaan. Alona tersenyum sinis, dia tahu Geva menangis karena ucapannya dan dia juga tahu jika hubungan Bhumi dan Geva sedang tidak baik-baik saja sebab beberapa waktu lalu Alona membaca pesan Bhumi di ponsel Keenan Tanpa seizin Keenan.


Geva nyengir kuda, gak mungkin kan dia bilang nangis karena ucapan Alona?


"Aku tadi nangis bahagia mami.. karena kak Bhumi mengungkapkan cintanya sama aku dan kata-kata dari lelaki kaku dan dingin seperti besi karatan itu ternyata membuat hati aku melelehkan." Ucap Geva dengan binar kebahagiaan menatap Bhumi.


"Masih aja bilang suaminya besi karatan!" Decak Bhumi dengan nada kesal namun hatinya berbunga-bunga. Bhumi kecup pucuk kepala Geva dengan lembut. Hal yang tidak pernah Bhumi lakukan di depan umum sebelumnya.


Flower yang melihat interaksi Bhumi dan Geva pun tersenyum bahagia... gak rugi Bhima jadi konsultan cinta Bhumi kan?


"Iya mi.. tadi pas Caca buka kamar kak Bhumi, mereka itu lagi ciuman hot banget!" Ceplos Caca.


"Kak Caca!"


"Caca!" Pekik Bhumi dan Geva bersama. Wajah keduanya memerah karena malu. Bagaimana tidak, disana kumpul semua anggota keluarga loh.


"Oma jadi gak sabar punya cicit dari kalian... setelah nanti di bolehin dokter ngadon, langsung gas ya Bhum... kalian semangat.. pasti kalian bisa! Dan Oma doain kembar deh!" Ucap Oma Rani lembut pada Geva.


"Udah nyicil kok Oma." Ucap Geva langsung mendapatkan plototan dari sang suami karena semua tertawa paham akan kata nyicil yang dimaksud Gevania kecuali Bianca dan Adena yang masih terlalu polos.


"Iya.. kembar.. pasti seru dan rame.. gak sabar juga deh aku punya cucu dari Bhumi sama Geva." Sambung Mama Bela bahagia.


"Mama Bela minta cucu aja sama kak Keen!" Kata Geva dengan polosnya. Keenan yang mendengar itu langsung tersedak dan raut wajah Bianca mendadak berubah membayangkan Keenan dan Alona menikah.


Mata Geva bertemu dengan tatapan sedih Bianca. Geva yakin ada yang tidak beres, dan pasti akan menarik untuk kedepannya.


"Udah-udah ayo makan.. nanti keburu dingin!" Ajak Oma Intan.

__ADS_1


Semua langsung duduk di kursinya masing-masing. Papi Gema, Mami Naya, Oma Intan dan Oma Rani, Papa Arsa, Mama Rachel, Kak Deon, Kak Bhima dan Kak Flower, Kak Caca dan Kak Keenan juga kak Kaisar, Papa Genta dan Mama Bela, Om Nauval Tante Mesya, Adena dan satu manusia Menyebalkan yaitu Alona.


Tawa canda memenuhi ruang makan yang begitu luas dengan interior sangat mewah tersebut. Geva merasa bahagia, apalagi hatinya sudah mau terbuka untuk menerima masa lalu Bhumi yang cukup kelam menurutnya. Apalagi disela-sela obrolan keluarga yang sebenarnya unfaedah itu, tangan Bhumi menggenggam jemari Geva dengan penuh cinta dibawah meja dan sesekali mereka saling tatap dan melemparkan senyum bahagia.


Hingga beberapa detik kemudian,


seluruh ponsel orang yang duduk di meja makan itu berdering bersamaan. Semua saling pandang dan membuka ponselnya masing-masing kecuali Bhumi karena tangannya masih bertautan dengan Tangan Geva dan rasanya berat untuk terlepas, duh Bucin.


Sebuah video menggemparkan dimana Alona sedang digagahi seorang lelaki yang diduga Bhima Bramantya karena terdengar jelas desahan Alona menyebut nama Bhima. Suasana hangat tadi mendadak berubah mencekam. Geva langsung merebut ponsel sang suami agar Bhumi tidak melihat video Alona.


"Ck! ternyata sampah!" Gumam Geva pelan.


"Kenapa sayang?" Tanya Bhumi tidak protes saat ponselnya disita istrinya karena Bhumi pun tidak minat melihat tubuh Alona.


"Gak apa." Jawab Geva tersenyum menatap Bianca yang justru terlihat sangat sedih menatap Keenan. Geva merasa, tatapan Bianca pada Keenan adalah tatapan cinta perempuan pada lelaki yang sangat tulus.


Cukup panjang segala perdebatan makan malam yang harusnya menjadi momen bahagia untuk Flower dan Bhima. Satu tamparan mendarat di pipi Bhima oleh Papa Nauval, ayah angkat Alona. Karena statusnya Alona adalah keponakan kandung Tante Mesya, mama dari Flower dan Adena.


Namun untung, Flower dapat membuktikan bahwa itu bukanlah suaminya. Geva cukup kagum dengan Flower yang bisa tenang menghadapi situasi semacam itu. Flower begitu yakin dan percaya itu bukanlah suaminya.


Dan sangat mengejutkan, lelaki dalam video itu ternyata adalah Reno, lelaki yang masih menjadi kekasih Bianca. Reno yang merupakan sahabat Bhima dan Bhumi. Reno lelaki yang belakangan ini ilang-ilangan.


Ah Geva dan Bhumi tidak mau terlalu pusing mikirin masalah orang. Bagi Bhumi jika lelaki itu terbukti bukanlah Bhima, itu sudah cukup. Karena Bhumi tahu siapa kakak kembarnya itu.


🍁


"Sayang..." Panggil Bhumi yang terkejut melihat istrinya keluar dari kamar mandi menggunakan lingerie tipis berbahan satin hingga mengekspos pundak mulus Geva, sebagian dada yang menyembul keluar juga paha putih mulus yang menggoda. Memang Mami Naya menyiapkan banyak baju dari formal, santai hingga lingerie di almari kamar Bhumi, supaya kalau anak dan menantunya tiba-tiba menginap tidak perlu repot-repot cari baju ganti.


"iya." Panggil Geva yang duduk di meja rias lalu menggunakan skincare malamnya yang tadi diambil oleh supir. Geva bahkan menyemprotkan parfum yang benar-benar membuat Bhumi mabuk kepayang ke tubuhnya.


"Sini deh..." Panggil Bhumi menepuk bagian ranjang yang kosong di sebelahnya.


Dengan tatapan menggoda, Geva perlahan jalan mendekat ranjang lalu duduk disamping Bhumi.


"Kenapa kamu memakai lingerie? HM?" Tanya Bhumi bermain di pundak sang istri yang terekspose lalu memberikan kecupan disana.


"Memang kenapa?" Tanya Geva yang jari-jari lentiknya sudah menyusuri dada bidang Bhumi karena Bhumi memang kalau tidur lebih suka bertelanjang dada.


"Kan belum boleh tembak dalam sayang." Ucap Bhumi sedikit frustasi karena sudah terangsang oleh sentuhan Geva.


" Kan kita bisa menyicilnya." Ucap Geva langsung menempelkan bibirnya pada bibir Bhumi. Bhumi tidak mau membuang-buang waktu dan kesempatan, dia langsung menarik tengkuk sang istri hingga keduanya terbuai dalam gairah masing-masing.


Tangan Bhumi bergerilya kemana-mana hingga menemukan sebuah gunung yang merupakan sumber kehidupan untuk keturunannya kelak. Bhumi mencoba menangkup gunung yang menurutnya semakin besar daripada kali pertama dia menyentuh gunung tersebut. Gunung yang selalu membuat Bhumi panas dingin.


Sang pemilik gunung benar-benar menikmati permainan dari lelaki yang sudah berada diatasnya tersebut. Namun sekuat hati dia mencoba mengendalikan dirinya untuk tidak terlalu dalam terbuai dalam permainan sang Suami.

__ADS_1


Geva dapat merasakan bahwa Gohan si Tongkat Baseball nan besar, panjang dan kokoh itu sudah menegang. Tangan nakal Geva memulai mengusap lembut tongkat baseball yang hanya berpenghalang boxer hitam milik Bhumi.


Bhumi semakin menggila, dia segera menurunkan ciumannya hingga ke leher jenjang sang istri hingga sedikit gerakan mampu menampakkan gunung kembar namun bukan Sindoro dan Sumbing. Bhumi selalu takjub melihat gunung kembar tersebut.


Saat wajahnya mulai mendekat ke gunung kembar tersebut,


"Kak..." Geva langsung mendorong kepala sang suami.


"Kenapa?"Tanya Bhumi dengan nada tidak suka karena Geva sudah berusaha mencegah tindakannya yang sangat menyenangkan itu.


"Minggir bentar." Kata Geva. Bhumi pun menurut, dipikirnya sang istri sedang ingin buru-buru ke kamar mandi.


Geva langsung beranjak dari rebahannya di ranjang besar nan empuk dan lari ke kamar mandi. Bhumi mendesah frustasi, dan setelah istrinya keluar dari kamar mandi.. Bhumi akan menghukum Geva dengan meminta Geva memuaskan dirinya dengan cara lain karena tidak mungkin tembak dalam.


Tidak butuh waktu lama. Geva keluar menggunakan jubah panjang dan mengikat tali di pinggangnya. Bhumi mengernyit menatap sang istri.


"Kak.. sorry ya. aku udah janji sama kak Caca buat tidur bareng... " Ucap Geva merapikan rambutnya.


" Ge.."


"Kakak mandi air dingin aja ya buat bobok in Gohan.. seperti tadi pagi aku mandi air dingin setelah kakak tinggal menemui kakak Keenan saat aku sedang on on nya." Ucap Geva tersenyum simpul sambil menaik turunkan alisnya menggoda sang suami.


Bhumi melotot, jadi ini Geva membalasnya?


"Selamat tidur suamiku tercinta byee..." Ucap Geva menutup pintu kamarnya.


"GEVANIAAAA!" teriak Bhumi frustasi.


"Benar-benar Menyebalkan.. sekalinya gadis menyebalkan akan selalu menyebalkan.. lihat saja nanti habis ujian,, aku akan mengurung kamu di kamar selama seminggu!" Gumam Bhumi frustasi dan menuju kamar mandi.


Bersambung.....


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI


MAKASIH 🥰

__ADS_1


__ADS_2