My Angel Baby

My Angel Baby
Kak Bayu


__ADS_3

"Aku di depan ruangan kakak" pesan Lia sudah terkirim, dan lagi-lagi pesan itu tak terbaca oleh Bayu meski sudah terkirim.


"Kemana Sih kak Bayu" gumam Lia sambil duduk manis di depan ruangan bertuliskan nama Bayu di pintunya.


"Dokter Bayu itu sangat tegas ya, tadi Ratih hampir pingsan dimarahinya" samar-samar terdengar suara perawat sedang menggibahi Bayu.


"Tapi pantas sih sama wajahnya yang tampan. Coba kalau dokter Lain yang berwajah jutek seperti dokter Bayu, pasti nggak banget" jawab perawat lainnya.


"Ganteng-ganteng tapi galak" komentar yang lain sambil terkekeh.


Lia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar obrolan para perawat penggemar Bayu.


Tak terasa sudah lebih dari tiga puluh menit Lia menunggu Bayu, tapi tak terasa karena dia sambil menguping pembicaraan para perawat yang juga masih betah untuk menggibahi Bayu.


Nurse station yang berada di balik dinding di dekat ruangan Bayu membuat mereka tak sadar jika ada orang yang mencuri dengar pembicaraan mereka.


Sampai saat Bayu terlihat berjalan di lorong rumah sakit itu membuat suara gaduh para perawat tak lagi terdengar.


"Selamat sore, dok" sapa mereka yang hanya diangguki saja oleh Bayu.


"Sudah lama disitu?" tanya Bayu pada Lia dari jarak yang cukup jauh, membuat para perawat ikut mengintip ke arah Lia dari balik dinding.


Seketika wajah mereka terlihat panik karena baru menyadari jika keluh kesah serta pujian terhadap Bayu diyakini juga didengar oleh Lia.


"Sudah daritadi, kak. Kenapa tidak membalas pesanku, sih?" tanya Lia sedikit manja, membuat para gadis perawat yang tadi terdengar memuji Bayu menjadi patah hati.


"Maaf, ponselku tertinggal di dalam ruangan. Sejak pagi banyak sekali pasien yang dijadwalkan operasi. Ayo masuk ke dalam" ajak Bayu.


Lia tersenyum, melihat ke arah Bayu yang memang masih memakai baju bedah berwarna hijau beserta tutup kepalanya.

__ADS_1


"Maaf sudah membuatmu menunggu lama. Lihat saja ponselku masih di charge disana" tunjuk Bayu ke arah meja kerjanya sambil melepaskan tutup kepalanya, dan benar saja jika ponselnya ada disana.


"Aku kesal sekali hari ini, kak" ucap Lia dengan raut wajah kesalnya.


"Memangnya kenapa sih?" tanya Bayu sambil duduk mensejajari Lia.


Mulailah Lia dengan sesi curhatnya. Sebenarnya Bayu sangatlah lelah karena sudah dari subuh tadi dia bergulat dengan gunting dan benang bedah. Beberapa pasien sudah berhasil dia selamatkan melalui tahapan operasi, tapi rasa lelahnya harus dia kesampingkan demi untuk mendengarkan curhatan Lia.


Dengan semangatnya Lia menceritakan kejadian yang dia alami hari ini dengan berbagai ekspresi.


Dan diakhiri dengan sedikit isak tangis di akhir ceritanya.


"Kenapa menangis?" tanya Bayu dengan perasaan lega karena tahu jika Lia sudah tak memiliki kekasih.


"Aku Kesal sekali padanya, kak. Mama saja sudah memberikan izin padanya, tapi malah aku tertipu" kesal Lia sambil mengusap air matanya.


"Sudahlah Lia. Lebih bagus kau tahu siapa dia yang sebenarnya sekarang kan daripada nanti saat semua orang tahu tentang hubungan kalian, dan itu akan membuatmu semakin merasa malu" kata Bayu mengomentari curhatan Lia.


"Tentu saja tidak. Aku menerimanya hanya untuk membuat mama senang, sekalian ingin merasakan bagaimana rasanya punya kekasih. Tapi nyatanya dia malah membohongiku dan selingkuh di belakangku, untung saja langsung tertangkap basah. Dan asal kak Bayu tahu ya, selama ini kalau dia mengajakku makan diluar selalu saja aku yang membayarnya. Tadi juga aku dengar kalau wanita itu yang Tian suruh untuk membayar bill makanan mereka" kata Lia melanjutkan sesi curhatnya.


Bayu terkekeh kecil, dia tak menyangka jika Lia yang cerdas, tegas tapi sangat pengertian itu memang sangat polos di bidang percintaan. Bahkan dia tak merasa jika sedang dimanfaatkan oleh orang lain.


"Lia, seharusnya kau tahu siapa yang tulus mencintaimu dan siapa yang hanya datang untuk memanfaatkanmu saja" kata Bayu sambil mengelus rambut Lia yang sedikit berantakan, sekalian merapikannya agar nampak lebih baik.


"Memangnya orang yang tulus itu yang bagaimana, kak?" tanya Lia serius, jujut dia sangat awam dengan masalah hati dan percintaan.


"Lihat dengan mata hatimu, rasakan dengan perasaanmu, siapa orang yang selalu ada disampingmu saat kau merasa sedih, kesal dan marah. Dan orang itu selalu sabar untuk menghadapimu, selalu tahu apa yang kau mau, dan selalu bersedia membantumu dengan taj mengharapkan imbalan apapun. Dia yang tulus menjagamu seperti saat papamu menjagamu, ingin melihatmu selalu merasa bahagia" kata Bayu dengan serius, siapa tahu dengan begitu Lia bisa menyadari betapa Bayu sangat mencintainya dengan caranya.


"Orang yang begitu mana ada kak" celetuk Lia di saat mendebarkan bagi Bayu.

__ADS_1


"Tentu saja ada, bodoh! Rasakan dengan hatimu" kata Bayu kesal, sekalian menjitak kening Lia dengan pelan karena kesalnya.


"Ah sudahlah, aku selalu pusing saat membicarakan hal yang beginian. Mencintai dengan tulus itu tidak ada kak, rasa cinta yang berlebihan bisa membuat seseorang menjadi ambisius untuk mendapatkan incarannya. Seperti kisah antara papa dan mamanya Johan, kakak masih ingat kan" kata Lia.


"Orang yang tulus akan merasa bahagia meski orang yang dia cintai lebih memilih orang lain, Lia. Yang penting orang yang dia cintai merasa bahagia" jawab Bayu.


"Sulit untuk mendapatkan orang yang seperti itu kak" keluh Lia.


"Tidak juga, kau hanya tinggal membuka mata hatimu dan rasakan kehadirannya di sekitarmu" jawab Bayu.


"Baiklah, nanti aku rasakan, sekarang aku ingin makan kak. Emosi membuat nafsu makanku meningkat. Apa kak Bayu tidak merasa lapar?" tanya Lia, selain merasa lapar memang dia ingin menyudahi pembicaraan mengenai hati dan perasaan karena diluar jangkauannya, dia sudah merasa bosan.


"Oke, kita makan dulu. Kamu mau makan dimana?" tanya Bayu mengalah, sambil melepaskan baju hijau yang sejak pagi dia kenakan.


"Di kantin rumah sakit ini saja deh kak, nasi Padangnya enak kok disini. Kakak mau makan apa?" tanya Lia.


"Apa saja aku bisa makan" jawab Bayu tersenyum, senang saja Bayu karena Lia tak pernah mengatakan terserah saat ditawari makanan.


"Ayo berangkat, aku akan mentraktrimu. Tidak seperti kekasihmu itu yang tidak punya modal untuk berpacaran" ejek Bayu.


Senang sekali rasanya Bayu bisa punya bahan untuk meledek Lia kali ini. Hingga saat melihat Lia cemberut, itu sangat membuat Bayu merasa gemas.


Sebenarnya hatinya selalu berdetak cepat saat Lia dengan tidak sadar langsung menggandeng tangannya dengan manja, saat Lia tiba-tiba memeluknya untuk mengekspresikan isi hatinya yang sedang bahagia atupun sedang bersedih.


Tapi Lia terlalu cuek untuk merasakan isi hati Bayu. Dalam hatinya, Bayu selalu yakin jika sebenarnya juga ada cinta dalam hati Lia untuknya. Dan Bayu akan berusaha membuat Lia untuk jatuh cinta padanya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2