My Angel Baby

My Angel Baby
Teman yang cocok


__ADS_3

"Bagaimana kalau minggu ini kita jalan-jalan bersama?" tanya Vicky menawarkan sebuah liburan pada semua anggota keluarganya.


Kebetulan mereka sedang berkumpul untuk makan malam bersama. Dan keyakinan Vicky yang ingin menebus semua kesalahannya di masa lalu terhadap Lia ingin dia lakukan dengan hal kecil seperti liburan bersama.


"No! Aku sudah ada janji dengan temanku. Jadi, kalau papa ingin pergi, pergi saja sendiri" jawab Lia santai.


Sebenarnya Lia semakin merasa jengkel dengan kondisi mamanya yang dia nilai sedikit berlebihan hingga membuat papanya semakin memberikan banyak perhatian pada mamanya


Vicky sedikit bingung, dia dan Viviane saling lirik karena tak biasanya Lia bersikap acuh seperti itu.


"Memangnya ada acara apa?" tanya Viviane.


"Aku akan bertukar ilmu dengan kak Bayu" jawab Lia.


"Kak Bayu itu anak yang pintar, kalau aku sering bersama dengannya pasti kepintaran kak Bayu akan menular padaku kan, ma. Jadi, kami bersepakat untuk saling tukar ilmu" jawaban Lia membuat para orang tua tersenyum kikuk.


Tak ingin membuat suara tawa yang besar karena takut jika Lia akan tersinggung dan semakin merajuk.


"Caranya bagaimana?" tanya Viviane setelah bisa mengendalikan dirinya yang ingin tertawa.


"Minggu ini dia akan datang ke rumah ini dan kami akan saling bertukar ilmu. Kak Bayu akan mengajariku semua pelajaran yang belum aku pahami, sementara dia juga akan aku ajari ilmu karate" jawab Lia dengan wajah serius.


"Bagus juga sih rencana kalian. Jadi tidak ada yang dirugikan dalam perjanjian kalian berdua. Dan papa setuju dengan itu" kata Vicky.


Dia menyadari jika jiwa bisnisnya sudah menurun pada gadis kecilnya ini. Diawali dengan perjanjian yang saling menguntungkan, Vicky merasa bangga dengan pemikiran Lia yang masih sekecil itu.


"Tentu dong, pa. Perjanjian antara dua orang tidak boleh ada yang dirugikan" kata Lia sok dewasa, membuat kakek dan neneknya menggeleng heran.


"Nanti akan mama siapkan makanan yang enak untuk kalian berdua. Jadi, mama harap kalian bisa saling berlatih dengan baik" kata Viviane.


"Benar ma?" tanya Lia senang, akhirnya ada perhatian khusus dari mamanya.


"Tentu dong sayang" jawab Viviane dengan penuh keyakinan agar anaknya itu semakin bersemangat.




Dan hari yang sudah Bayu tunggu akhirnya datang juga. Bersama sang papa, Bayu mendatangi kediaman keluarga Alexander yang mewah di Sabtu pagi ini.



Bima pun dengan senang hati mengantarkan anaknya menemui mantan calon adik tirinya itu dengan wajah gembira.



Tidak apa-apa meski dia harus mundur dari peperangan untuk mendapatkan hati Viviane karena memang dia kalah jika harus bersaing dengan Vicky dari segi manapun.



Yang penting hubungan baik antara dia dan Viviane masih bisa berjalan. Bahkan sekarang hubungan itu berlanjut ke anak-anak mereka.


__ADS_1


"Saya permisi dulu, jangan ragu untuk menegur Bayu jika dia tidak sopan. Saya tidak akan pernah merasa keberatan" pamit Bima setelah mengantarkan anaknya masuk ke kediaman Lia.



"Kami yakin kalau Bayu anak yang baik. Jadi, kamu tidak usah khawatir ya nak Bima" jawab Suzy yang ikut menemui Bima di ruang tamu.



"Semoga saja begitu. Papa pergi dulu ya Bayu. Jaga diri kamu, nanti telepon papa kalau kamu sudah mau pulang" kata Bima sembari berpamitan pada anaknya.



Dan setelah kepergian Bima, segera saja Lia mengajak Bayu untuk pergi ke teras belakang dimana ada kolam renang dan gazebo yang nyaman untuk digunakan sebagai tempat belajar.



"Uwah, kalau tahu ada kolam renangnya pasti aku akan membawa baju ganti, Lia" kata Bayu yang takjub dengan mewahnya kediaman Alexander.



"Mau berenang? Ya tinggal renang saja, kak. Nanti aku carikan baju di kamar Johan. Siapa tahu masih ada yang tersisa. Sepertinya ukuran badan kak Bayu dan Johan tidak jauh beda" kata Lia sambil membandingkan badan Bayu dan menerawang tentang badan Johan.



"Memangnya boleh?" tanya Bayu.




"Sepertinya aku akan betah kalau sering-sering berkunjung ke rumahmu, Lia" kata Bayu.



"Iya, tapi kita belajar dulu ya. Setelah itu kita berenang" kata Lia yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Bayu.



"Sebenarnya tidak ada yang harus aku ajarkan padamu, Lia. Kau sendiri sudah bisa memahami semua pelajaran dengan baik. Hanya saja jika ada yang belum kau pahami, ya memang belum waktunya kamu mengerjakan soal di bab yang terlalu jauh" kata Bayu sedikit berkomentar setelah memeriksa hasil pekerjaan yang Lia berikan padanya.



"Memang sih aku ini pintar, kak. Tapi kan kalau ada teman saat belajar itu akan lebih bersemangat" jawab Lia jujur, sebenarnya dia hanya merasa kesepian selama ini.



"Oh, aku tahu. Sebenarnya kau ini hanya butuh teman, iya kan? Tidak masalah juga kalau kau datang saja padaku jika kau butuh teman. Akupun juga selalu sendirian selama ini, temanku hanya buku dan guru bimbel" kata Bayu yang mengerti perasaan Lia.



Mendengar penuturan Bayu membuat Lia terkekeh geli, "Memang apa asyiknya berteman dengan guru bimbel?" tanya Lia.


__ADS_1


"Tidak ada asyiknya sama sekali, Lia. Mereka selalu memberi tugas yang lebih rumit daripada tugas sekolah. Apalagi kalau aku harus ikut acara seperti sebuah kompetisi atau cerdas cermat, pasti para guru itu akan lebih banyak menyuruhku untuk belajar" kata Bayu berkeluh kesah.



"Makanya aku sangat senang saat kau bilang mau main denganku, akhirnya ada juga teman yang sepemikiran denganku" imbuh Bayu.



"Iya kak, selama ini saat aku hanya tinggal dengan mamaku, terutama saat masih di Bandung, sebenarnya aku sangat kesepian. Dan aku tahu kalau mama sengaja memasukkan aku ke sekolah yang full day agar mama bisa bekerja dengan baik tanpa banyak pikiran tentangku" kata Lia kecil yang sedang curhat, rupanya Lia sudah merasa nyaman dengan kedatangan Bayu di dalam hidupnya.



Rasa malu sudah tak lagi dia rasakan saat dia harua mengutarakan perasaannya yang sepertinya, dia dan Bayu merasakan hal yang sama tentang orang tuanya yang sibuk dengan pekerjaan.



"Yasudah, kau jangan lagi bersedih ya, Lia. Pokoknya selama ada aku, kak Bayu yang tampan ini, kau harus selalu bahagia karena aku tidak akan membiarkan kesedihan menghampiri hatimu" kata Bayu penuh keyakinan.



Lia hanya bisa mengangguk dan tersenyum senang mendengar penuturan pria kecil itu. Rasanya memang sangat bahagia kalau ada orang yang memprioritaskan kita dalam hidupnya, bukan?



"Hai anak-anak, kalian sudah selesai belajarnya?" tanya Viviane yang datang dengan seorang art nya, mereka masing-masing membawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuk menemani kegiatan belajar anaknya.



"Sudah tante. Ini sekarang sedang ngobrol saja. Dan setelah ini, kau harus mengajariku teknik karate yang baik ya, Lia" ujar Bayu sementara Viviane menyiapkan makanan itu di tengah mereka.



"Tentu kak. Bersiaplah untuk menjadi pendekar karate bersamaku" kata Lia diiringi tertawaan dari mereka.



Viviane senang jika akhirnya Lia mempunyai teman pengganti Johan yang bisa menghibur dan menemaninya meski tak bisa setiap saat.



Meski kini dia sudah tak lagi bekerja karena larangan dari Vicky, tapi kini fokusnya lebih ke kehamilannya yang kedua karena kehamilannya kali ini sedikit rewel terutama di pagi hari dan di malam hari.



Tak seperti saat dia hamil Lia dulu, kehamilan yang tahan banting karena dia harus bekerja demi bisa menyambung hidup.



.


.


.

__ADS_1


__ADS_2