My Angel Baby

My Angel Baby
Terlena


__ADS_3


...MAB by VizcaVida...


...|32. Terlena|...


...Selamat membaca...


...[•]...


“Cukup kacaukan hubungan mereka.”


Pertemuan yang memang disengaja setelah Jenita berhasil mencari tau sebab hubungan Louis dan Caca berakhir, adalah bukti jika Jenita masih belum bisa menerima Louis yang membawa Angel pulang dan memperkenalkan sebagai kekasih dihadapannya. Wanita itu tidak bisa terima atas perlakuan Louis, maka dari itu, bagaimana dan entah apa caranya, dia harus bisa memisahkan Louis dari Angel, dan menikahkan putra bungsunya itu dengan Liana. Menurut Jenita hanya itu jalan terbaik agar namanya tetap bersih di depan keluarga Tantono, padahal tanpa ia sadar, dia sudah seperti orang yang gila hormat, egois, dan tidak berperasaan.


“Kamu yang menjebak putraku, kan?” tukasnya tanpa berniat menyudahi.


Ya, memang. Tapi dari mana wanita ini tau semuanya.


Gita menatap lurus dengan dahi memicing.


“Jangan heran. Aku bisa melakukan apapun, termasuk menghancurkan bisnismu ini jika kamu berusaha mengelak apalagi menolak ku.” kata Jenita angkuh.


Memang sejak lulus kuliah, Gita memilih untuk hidup mandiri dan membuka usaha butik yang sekarang sudah mulai menghasilkan uang untuk mengembalikan modal usaha nya dulu. Ia tidak akan rela jika perjuangannya selama bertahun-tahun ini akan dihancurkan oleh orang yang tiba-tiba hadir, memaksa masuk dalam kehidupannya dan membuka masa lalu yang sudah berusaha ia lupakan.


“Maaf nyonya, kita tidak saling kenal sebelumnya. Tapi anda sudah berani mengancam saya seperti itu. Saya bisa melaporkan anda pada pihak berwajib jika saya mau.” balas Gita tak kalah jika soal mengintimidasi. “Lagi pula, saya sudah berdamai dengan putra anda. Untuk apa saya mengusik masalah itu lagi?”


Wajah Jenita mengeras. Ternyata meyakinkan Gita tidak semudah yang ia bayangkan. Wanita ini sangat kuat pendirian dan keras kepala. Jenita sampai memutar otak untuk mencari cara agar Gita mau menuruti keinginannya. Mungkin ancaman yang lebih mengerikan akan berguna.


“Jadi, kamu akan tetap menolak saya?” tanya Jenita pada Gita yang pongah.


Gita mengedikkan bahu acuh. Ia tidak peduli. Ia tidak mau lagi berurusan dengan Louis setelah malam itu rasa sakit hatinya sudah terbalas melihat kehancuran Caca. Meskipun pada akhirnya dia harus menerima jika Caca malah kembali ke tangan pria yang ia cintai dan mereka malah menikah.


“Saya, bisa melaporkan kamu atas tindakan pelecehan kepada Louis.”


Gita terdiam. Wajah yang semula santai dan acuh, kini berubah seketika menjadi geram.


“Nyonya, sebenarnya apa mau anda?!” tanya Gita dengan nada sakit hati yang begitu mendominasi. Ia tidak habis pikir jika orang tua semacam ini masih saja ada dimuka bumi. Mengapa mereka justru ingin menghancurkan kebahagiaan anaknya sendiri?


Jenita mengangkat dagu sombong karena merasa sudah berhasil menarik perhatian Gita untuk mengikuti alur permainannya.


“Simple.” jawab Jenita. Ia melirik Liana yang sejak tadi hanya diam karena terkejut akan kenyataan masa lalu Louis yang rumit. Akan tetapi, rasa ingin memiliki dari Liana pada seorang Louis seakan menutup semuanya, menulikan rungu dan menutup penglihatan masa lalu. “Cukup dekati Angel, dan katakan kenyataan jika kalian pernah terlibat One Night stand.”


Gita mendengus lelah. Itu adalah aib yang tidak pantas ia umbar kepada orang lain. Tapi wanita ini? Gila.


Begitu juga dengan Gita yang sudah berusaha dan bekerja keras agar usahanya tidak di sentil oleh orang yang tidak tau nilai sebuah perjuangan, dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan apapun, termasuk juga menjaga nama baik sang papa. Jika bukan karena tidak ingin nama papanya tercoreng di muka publik karena ulahnya, Gita tidak akan pernah mau melakukan hal gila seperti ini.


“Nyonya, apa anda tidak memikirkan bagaimana perasaan putra anda jika—”


“Aku tidak peduli. Yang terpenting, Louis kembali padaku.”

__ADS_1


Sebuah gelengan kepala tidak percaya menjadi reaksi atas ucapan egois seorang ibu yang ditujukan pada anaknya.


“Baiklah, jangan pernah menyesal dan mencari saya lagi jika nanti suatu hari, Louis tau kebenarannya dan berbalik menjauh dari anda, Nyonya.”


***


“Ehm.”


Angel menoleh ketika Louis berdehem tak jauh darinya. Mereka baru saja menyelesaikan agenda makan malam berdua di sebuah rumah makan sederhana rekomendasi dari Angel. Tentu saja dengan status baru yang mereka sandang, yakni sebagai sepasang kekasih. Hari ini adalah kencan pertama jika dihitung dari seringnya mereka bertemu dengan status atasan dan bawahan.


Nuansanya pun jauh berbeda. Jika tadi mereka melakukan peran profesionalitas sebagai atasan dan sekretaris di kantor, malam ini ketika mereka berada di dalam mobil sebagai sepasang kekasih, terasa begitu canggung. Maklumlah, pasangan baru netas.


“Bagaimana pekerjaan kantor tadi, yang? Apa melelahkan?”


Angel tidak biasa ditanya-tanya seperti ini. Ia gugup, tidak memiliki jawaban yang pas untuk pertanyaan itu.


“Tidak. Seperti biasa, menyenangkan.”


“Wah, tidak saya sangka, jika seorang Louis benar-benar memiliki kekasih yang berjiwa pekerja keras, sama persis seperti dirinya.” kelakar Louis sambil mengerlingkan mata kepada Angel. “Kita partner yang cocok.”


Angel menyimpan beberapa helai rambutnya yang jatuh didepan wajah, dibalik telinganya. Ia tertunduk malu dengan wajah merona. Perjalanan menuju apartemennya tidak jauh lagi, mereka akan sampai hanya dalam beberapa menit.


“Sayang,” suara husky Louis kembali menyapa pendengar Angel. Perempuan itu menoleh dan menatap fitur samping Louis yang sudah menjadi kesukaannya sejak beberapa tahun lewat dengan catatan, hanya dalam diam.


“Eum?”


Oh really? Daddy dan Mommy nya saja belum ia beritahu tentang hubungan asmaranya yang satu ini. Masa iya dia harus menikah dahulu baru memberitahu mereka?


Belum lagi pandangan khalayak umum yang kontra dengannya, apa asumsi mereka yang timbul nanti? Ngebet nikah karena Louis orang kaya? Atau hamil diluar nikah karena rela di gagahi cuma-cuma? Asumsi seperti itu pasti ada saja yang muncul, nanti. Angel sampai frustasi hanya dengan membayangkannya saja.


“Mungkin, bulan depan?”


Angel menganga dan berkedip cepat ketika mendengar vonis Louis untuk hubungan seumur jagung yang baru saja di tabur pupuk itu.


“A-apa itu tidak terlalu cepat? Ki-kita baru saja mengikat diri sebagai pasangan kekasih.” kata Angel khawatir. Bukan karena finansial, karena uang tabungannya juga mungkin cukup jika dipergunakan untuk mengadakan pesta kecil-kecilan. Tapi, tentang restu. Apa Mama dan Papa Louis akan memberi izin untuk mereka menikah? Terlebih, si mama yang sejak kedatangannya sebagai kekasih Louis saat itu, wanita itu menatap Angel dengan sorot benci liar biasa.


“Saya tidak ingin hubungan kita berakhir seperti yang sudah pernah saya alami, bersama seseorang.” kata Louis dengan nada rendah yang terdengar menyayat hati. Angel kehilangan kata-kata. “Mama mungkin tidak akan memberi restu untuk kita, tapi saya tetap akan menikahi kamu. Meskipun tanpa persetujuan dari mama.”


“Kita coba dulu bicara sekali lagi, siapa tau mama nya bapak sudah berubah pikiran.”


Louis mengangguk dan tersenyum sebagai ucapan terima kasih kepada seorang penjaga yang membuka palang pintu masuk apartemen tempat tinggal Angel. Tidak ada percakapan untuk beberapa saat hingga mobil Louis terparkir rapi di area parkir.


“Saya tau mama tidak akan pernah mengubah keputusannya.” Louis mulai berbicara lagi. Ia membiarkan mesin tetap menyala setelah menarik tuas rem tangan. “Saya juga tau, mama dan Liana mendatangi kamu disini beberapa waktu lalu, kan?”


Angel sudah berusaha menyembunyikan hal itu rapat-rapat agar Louis tidak tau, dan agar dirinya tidak di cap sebagai wanita pengadu domba jika sampai Louis datang dan melabrak mamanya sendiri.


“Da-darimana bapak tau hal itu?”


“CCTV.”

__ADS_1


Angel tau. Tapi pertanyaannya, dari mana Louis mendapat akses melihat rekaman CCTV?


“Saya bertemu dengan pemilik apartemen, meminta izin untuk mengecek CCTV di apartemen ini. Dan dia memberikan izinnya kepada saya.”


Angel menganga. Se-berpengaruh itu kah sosok Louis sampai pemilik apartemen ini percaya begitu saja padanya?


Melihat wajah Angel yang terlihat tegang, Louis tersenyum dan mengusap surai pirang yang lembut dan harum itu. Aroma Vanilla yang menguar dari tubuh Angel seperti sebuah obat rindu untuknya pada wanita itu.


“Tidak perlu khawatir. Saya tidak akan membuat kacau seisi rumah dengan marah membabi buta. Saya cukup dewasa untuk bisa membuat sesuatu lebih berharga, Sayang.”


Angel tak lelah menatap manik mata Louis yang terasa begitu hangat dan teduh. Ia bahkan bisa merasakan betapa tulusnya dia saat mengatakan itu didepannya.


“Untuk itu, kamu hanya perlu percaya pada saya. Saya akan menjaga dan terus berusaha melakukan yang terbaik untuk kamu.”


Ya, Angel bisa merasakan selama beberapa hari menjadi kekasih Louis dia merasa aman dan nyaman. Persis seperti yang dikatakan Rita jika dirinya akan menjadi seorang ratu bagi Louis. Pria ini begitu penyabar dan penyayang, romantis pula. Kebaikan Louis membuatnya semakin mencintai pria ini dengan sungguh. Angel berjanji pada dirinya sendiri, dia tidak akan berpaling sedikitpun dari sosok Louis. Ia akan menerima pria ini, seburuk dan sekelam apa masa lalu yang bahkan belum ia tau.


“Eumm. Saya percaya sama bapak.”


Tiba-tiba, kecupan singkat mendarat di bibir Angel. Membuat dua bola mata abu-abu nya terbelalak.


“Sudah saya bilang, jangan panggil bapak kalau lagi berdua begini. Jadi gemes saya sama kamu.” bisik Louis seduktif pada daun telinga Angel. Bulu roman si gadis mendadak berdiri karena merinding. Merindingnya bukan seperti saat melihat hantu, tapi karena ... geli.


“Dan, sekarang sebutnya aku-kamu saja biar lebih gampang dan akrab.”


Angel masih stagnan. Raganya seperti tak bertuan.


“Biasakan panggil itu saat berdua, oke?!”


Angel mengangguk, dan Louis menghadiahinya satu ciuman yang cukup lama dan mampu menggoda sisi kewanitaan Angel.


Dia terlena. []


###


Gini lho ya,


Tau ngga?


Sebenernya, author ini, adalah Avatar yang menjelma menjadi kura-kura ninja wanita.


Ini fakta, bukan Hoax. 😁


Bercanda bestie kuh yang baik hatinya.


Buat pembaca yang setia menemani perjuangan Othor Vi's sejauh ini, terima kasih banyak buat kalian ya. Sungkem untuk kalian. 🙇


Dah, segitu aja curcol nya. Sekian, terima cash.


🦗🦗🦗

__ADS_1


__ADS_2