My Angel Baby

My Angel Baby
Wanita Misterius


__ADS_3

"Ini untukmu, kak" senyum bahagia Silvi saat menuruni podium masih melekat cantik, binar wajah bahagianya sangat terlihat sambil menyerahkan bucket bunga yang dia dapatkan dari panitia acara kepada Bayu, pria yang sejak masih usia SD sangat dia kagumi, mungkin dia juga mencintai.


"Cg, berikan saja pada Ken" lagi-lagi Bayu menolak setiap pernyataan cinta yang Silvi berikan. Dan penolakan itu membuat hati Lia malah lega.


Tentu wajah cemberut Silvi tak bisa disembunyikan. Sebenarnya Lia merasa kasihan, tapi entah mengapa akhir-akhir ini setiap kali Silvi mencari perhatian Bayu membuat hati Lia jadi tak enak.


"Kau ini jahat sekali, dan selalu jahat padaku. Aku kan cuma mau memberimu bunga ini" keluh Silvi masih berusaha membuat Bayu menerima bunga darinya.


"Dan aku tidak mau menerimanya, Sil. Berikan saja pada Ken atau Johan. Pasti mereka senang" jawab Bayu tanpa rasa kasihan sedikitpun.


"Kau ini sangat menyebalkan sekali kak" keluh Silvi.


Silvi berharap setidaknya Bayu mau menerima bunga darinya kali ini saja, karena kan sekarang mereka sedang disorot oleh banyak kamera media dan tentu pemandangan itu membuat para pencari berita semakin bahagia.


Tapi Bayu tetaplah Bayu, pria yang sangat sulit dia jangkau. Pria dingin yang hatinya terlalu tinggi, dan Silvi tak bisa menaikinya.


"Akupun tidak mau menerimanya, kau pikir aku pembuangan darimu, hah?" kata Ken sedikit kesal, tapi hanya sekejap saja. Karena Ken sangat tahu bagaimana Bayu dan segala sifatnya.


"Akupun tak mau. Aku tak mau sampai ada berita miring tentang pertemanan kita" Johanpun menolak kali ini.


"Baiklah, berikan padaku saja Sil. Aku bahagia kalau kau bahagia" kata Lia yang kasihan dengan wajah cemberut Silvi.


"Tidak mau. Kan aku maunya memberikan bunga ini pada kak Bayu" dan tumben sekali Silvi bersikeras seperti ini.


Lia sedikit terkejut karena tak biasanya Silvi semanja itu. Begitupun Bayu, pria itu merasa sedikit gemas kali ini. Ingin sekali dia menyuntik leher Silvi dengan air keran, khayalan seorang dokter memang sedikit berbeda.


"Baiklah, kemarikan bunga itu" kata Bayu sambil mengangkat tangannya.


Silvi sangat riang mendengarnya, segera dia kembali tersenyum bahagia dan mengulurkan bucket bunga itu ke tangan Bayu.


Dan lagi-lagi, perasaan Lia memanas mendengar dan melihat kejadian di depannya itu.


Banyak awak media mengabadikan momen penyerahan bunga itu dan percaya jika Bayu, si dokter tampan itu adalah kekasih dari Silvi.


Tapi kebahagiaan Silvi tak berlangsung lama saat tangan Bayu yang memegang bunga darinya kembali terulur dan menyodorkan bucket bunga itu ke hadapan Lia.


"Ini untukmu, Lia. Apa kau mau menerimanya?" tanya Bayu tanpa perasaan kasihan pada Silvi yang nampak sangat terkejut.


Dan tentu saja pemandangan itu menjadi ladang berita yang berharga bagi para wartawan.


"Kak, maksudmu apa? Apa kau tidak kasihan pada Silvi?" bisik Lia.


Dalam hati Lia sebenarnya senang, tapi perasaan senang itu seketika hancur saat melihat wajah Silvi yang terlihat sangat kesal.


"Aku tadi sudah menolaknya, tapi dia memaksa. Yasudah, ini untukmu saja" kata Bayu yang tersenyum pada Lia.


"Kak" kata Lia, berharap Bayu tak melakukannya karena pasti nanti Silvi akan marah padanya.


Tapi Bayu tetaplah Bayu, pria yang tak mau berbelas kasih jika perkataannya tak di dengar. Dan hanya terhadap Lia saja pria itu bersikap lunak. Semua orang tahu akan hal itu.


"Kak Bayu menyebalkan" kata Silvi sambil berbalik badan dan pergi meninggalkan teman-temannya yang tadi dia undang untuk datang di acara spesialnya ini.


"Tuh kan Silvi marah" kata Lia yang merasa tak enak hati, tanpa menerima bucket bunga dari Bayu dia mengejar Silvi yang sudah sedikit menjauh.


"Sil, tunggu. Jangan tinggalin aku dong" cegah Lia dengan sedikit berlari kecil, beruntung Lia tak mengenakan high heels kali ini karena dia berangkat dari kantornya.


"Pergilah Lia. Aku sedang tak ingin diganggu" jawab Silvi tanpa mau menoleh ke arah Lia.

__ADS_1


Langkah Lia seketika terhenti karena ucapan Silvi. Lia tahu jika Silvi serius dengan ucapannya. Berteman cukup lama dengannya membuat Lia tahu kepribadian teman-temannya.


Awak media sangat terhibur dengan drama itu. Pasti berita tentang mereka tak akan butuh waktu lama untuk bisa tayang di layar kaca.


"Kita pulang saja" ajak Bayu sambil menggandeng tangan Lia untuk pergi.


"Pergilah, aku masih mau disini" kata Ken yang sudah mendapatkan satu bidikan wanita cantik untuk dia dekati.


Dan keinginan Johan untuk pergi bersama Lia dan Bayu dicegah oleh Ken yang beralasan jika ada satu hal penting untuk dia katakan pada Johan setelah acara ini selesai. Yang sebenarnya Ken hanya ingin memberikan waktu pada Bayu untuk mengutarakan perasaannya terhadap Lia. Entah Bayu akan memanfaatkan kesempatan itu dengan baik atau tidak, Ken hanya berusaha menjadi teman yang baik untuk Bayu.




Hati Silvi masih meradang dengan kejadian tadi sore. Meski sudah berada di dalam kamarnya, tetap saja gadis itu berwajah masam dan mengomel tiada henti.



Belum lagi rasa amarahnya mereda, ponselnya yang baru saja dia banting ke atas ranjangnya kembali berdering nyaring dengan wajah Bayu sebagai wallpaper nya.



Keinginannya untuk pergi ke kamar mandi dia hentikan karena berharap jika deringan ponsel itu bertuliskan nama Bayu.



"Huft, siapa sih mengganggu saja" omelnya kecewa karena telepon itu bukan berasal dari Bayu, tapi dari nomor yang tidak dikenal.



"Hallo, siapa ini?" tanyanya sedikit menggerutu, sangat terdengar nada tak bersahabat.




"Ya, ini siapa?" tanya Silvi.



"Aku hanya ingin berbicara denganmu tentang masalah Bayu dan juga Lia. Bisakah kita bertemu untuk membicarakan mereka?" tanya wanita itu tanpa mau memperkenalkan dirinya.



"Tapi kau siapa? Aku tak mau bertemu dengan sembarang orang" jawab Silvi kesal tapi sedikit tertarik.



"Tenanglah nak. Aku tahu kau adalah putri dari seorang perwira polisi ternama. Jadi aku pasti tidak akan mengusikmu. Aku hanya ingin membantumu untuk mendapatkan hati seorang Bayu" kata wanita itu.



Silvi terdiam, apakah pantas untuk percaya pada wanita yang baru sekali ini meneleponnya?



"Aku tahu kau ragu. Tapi percayalah kalau aku tidak hanya berbicara tentang omong kosong semata. Aku bisa buktikan jika kau akan mendapatkan Bayu bagaimanapun caranya. Karena akupun pernah merasa mencibtai seseorang dan bersikeras untuk mendapatkannya dengan cara apapun" kata wanita itu memancing perhatian Silvi.

__ADS_1



"Dan hasilnya?" tanya Silvi yang mulai tertarik.



"Tentu aku mendapatkannya dan kami hidup bahagia hingga kini" jawab wanita itu.



"Haruskah aku mempercayaimu?" tanya Silvi heran.



"Tentu" jawab wanita itu dengan cepat.



"Begini saja. Kita bertemu besok saat kau ada waktu. Aku tahu jadwalmu sangat padat" kata wanita itu.



"Dan jika kau belum percaya padaku sepenuhnya, kau boleh membawa bodyguard atau bahkan kau bisa menyewa anggota kepolisian untuk mengawalmu saat bertemu denganku agar kau merasa aman" kata wanita itu meyakinkan Silvi.



Mendengar pembahasan tentang Bayu membuat Silvi tertarik. Sudah cukup lama setelah dia merasa menjadi wanita dewasa untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Bayu.



Tapi waktu dan kesempatannya masih belum ada. Dan jika ada orang yang berbaik hati mau menjadi leadernya, tentu Silvi akan merasa senang karena mamanya selama ini masih sibuk untuk mendampingi sang papa dalam tugasnya.



"Baiklah, kapan kita bosa bertemu?" akhirnya Silvi menyetujui permintaan wanita itu.



"Anak yang baik. Sebisa kau saja, nak" jawab wanita itu.



"Besok saat makan siang di restoran X, bagaimana?" tanya Silvi.



"Bisa, baiklah. Sampai jumpa besok" jawab wanita itu yang langsung mematikan sambungan teleponnya.



"Hallo... Hallo" kata Silvi sedikit heran karena ponselnya yang tiba-tiba mati.



Tapi seutas senyuman merekah di wajah cantiknya. Silvi berharap wanita itu adalah utusan Tuhan untuk mempersatukan dia dengan Bayu.


__ADS_1


Langkahnya yang semula berat kian meringan saat menapaki lantai kamar mandi. Silvi menghabiskan banyak waktu untuk berendam di dalam bathtub agar memorinya mengenai Bayu dan Lia tadi sore kian menghilang, dan memunculkan harapannya untuk bisa bersanding dengan Bayu atas saran dari wanita misterius itu bisa segera terwujud.


__ADS_2