
Ciumannya mendesak Roxanne.
Tidak, mungkin mendesak adalah kata yang keras. Pada kenyataannya Roxanne diam menerima ciuman intens itu.
Mungkin karena sudah berlalu cukup lama waktu sejak terakhir Elios menyentuhnya hingga Roxanne secara alami mudah tergoda atau entah karena apa; tapi napasnya langsung memburu.
Pandangan Roxanne memburam. Ia antara melihat dan tidak melihat jelas wajah tampan Dwi saat dia melepaskan ciumannya tapi tak menjauh dari Roxanne.
"Aku kehilangan mataku di hari emosi bergejolak." Pria itu berbisik saat tangannya bergerak ke telinga Roxanne.
Dia membelainya bersamaan dengan lidahnya menjilati kulit rahang Roxanne.
"Malam aku kehilangan sesuatu yang luar biasa kucintai, malam aku bingung pada pilihanku, malam kesedihan, kebimbangan dan mungkin kemarahanku."
Mulut Roxanne terbuka tapi sekuat tenaga justru menahan desahannya.
"Aku bisa mencium kesedihan darimu, Roxanne." Dwi menggigit lehernya.
Hal yang spontan meloloskan erangan tajam dari mulut Roxanne.
"Emosi bergejolak dari banyak hal di pikiranmu." Dwi menjauhkan wajahnya sesaat. "Aku ingin lebih melihatnya. Bolehkah?"
Bagaimana bisa dia menyuruh Roxanne menjawab hal itu? Roxanne hanya bisa menggigit bibirnya, berusaha keras menyembunyikan perasaan kotor ini.
Jantungnya berdebar keras. Roxanne merasa kotor saat ia justru merasa ngilu akan keinginannya pada Dwi.
Tapi bukankah ini perselingkuhan? Memangnya Roxanne berada di pihak boleh berselingkuh? Tidak seperti Elios, ia tak memiliki apa pun dan bisa dibuang kapan saja. Lalu Dwi bertanya bolehkah?
__ADS_1
"Roxanne." Dwi kembali menekan bibirnya pada Roxanne. "Aku tidak sesabar itu menunggu."
Bersamaan dengan ucapannya, Roxanne merasakan tangan Dwi membuka infus di tangan Roxanne. Dia tidak melihatnya, tapi dia mencabutnya nyaris tanpa rasa sakit.
"Untuk dua orang yang sering terdiam kosong di malam hari," Dwi berbisik di antara napasnya, "ayo lupakan semua orang selain diri kita sendiri."
*
"Eris menyentuh Roxanne?"
Arkas mengerutkan kening pada laporan yang baru saja ia terima. Akalnya tidak bisa memikirkan alasan yang cukup bisa diterima. Kenapa? Eris bukan tipe orang yang akan meniduri wanita, apalagi istri adiknya hanya untuk membuat Elios tertekan.
Arkas memutuskan beranjak dari kursinya, bergegas keluar dari bangunan utama.
"Kakak Pertama ingin ke mana?"
Perintah tidak berlaku pada Narendra namun aturan selalu berlaku.
Langkah tergesa-gesa Arkas nampak jelas bahkan dari belakang. Sierra jelas bisa menangkap sinyal urgensi di sana, tapi tidak bisa melakukan apa-apa jika Arkas sudah berkata peraturan.
Sementara itu, Arkas berusaha cepat-cepat mencapai kamar Roxanne. Ia berharap bisa mencegahnya, karena Arkas merasa itu bukan keputusan tepat.
Sayangnya baru saja Arkas menginjakkan kaki di rumput depan kamar Roxanne, suara dari dalam sudah terdengar jelas.
"Hah!" Arkas menutup wajahnya dan menghela napas panjang. "Jangan bilang Eris juga sedang tidak waras?"
Tidak. Kalau Eris menggila maka Arkas harus jadi apa?
__ADS_1
"Tuan Muda." Arista berlari kecil mendekati Arkas. "Saya mendengar Anda meninggalkan ruangan Anda tergesa-gesa. Apa ada sesuatu?"
Arkas tidak perlu menjawab untuk memberi istrinya jawaban.
"Bukankah ini kamar Roxanne?" Arista bertanya lagi saat mendengar semuanya.
"Eris di dalam." Arkas menoleh ke sekitaran. "Istriku, pastikan semua orang tidak berkeliaran di sekitar tempat ini. Aku tidak ingin ada masalah apa pun karena perbuatan mereka."
"Saya mengerti."
"Pergilah. Jangan mendengar hal seperti ini."
"Anda tetap di sini?"
"Aku harus bicara pada Eris. Segera."
"Baik, saya mengerti."
Arista pergi menjalankan perintah Arkas sementara pria itu perlahan mendekati kamar Roxanne.
Kebetulan, pintu sekaligus jendela kamar Roxanne tidak tertutup sempurna hingga Arkas bisa melihat siluet sepasang manusia tengah saling memeluk. Arkas diam-diam mengamati Eris.
Eris bukanlah orang yang melakukan semua ini demi keinginan sendiri. Dia pria yang mencabut matanya sendiri dan meletakkan itu di tangan Arkas saat matanya bercucuran darah. Dia berlumur darah untuk membuktikan kesetiaannya pada Arkas tapi kenapa?
Kenapa dia berselingkuh dengan istri adiknya sendiri?
*
__ADS_1