Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
29. Akhirnya Bebas


__ADS_3

Ini kedua kali Elios mengalami demam. Roxanne hanya bisa terdiam melihat dari sudut ruangan Graean dan istri-istri Elios yang lebih senior menanganinya.


Bagi Roxanne, ini pertama kali ia melihat istri-istri Elios selain Diane dan Mariana. Mereka dipanggil secara khusus oleh Graean untuk bantu menangani Elios yang tiba-tiba kehilangan kemampuan bernapas.


"Tambah tekanan oksigennya," perintah Graean sambil memegangi alat bantu pernapasan di sekitar hidung dan mulut Elios. "Naviah, pasang infus ke lengan Tuan Muda. Pasang penahan tambahan juga."


Semua orang-orang itu bergerak gesit menangani Elios sementara Roxanne hanya bisa melihat.


Ini tekanan mental yang luar biasa. Segala sudut di rumah ini seperti tengah menyalahkan Roxanne dan terus membisikinya kalimat bahwa ia tak akan dimaafkan.


"Tuan Muda, saya tahu menyakitkan tapi kendalikan pernapasan Anda. Tolong jangan membuat kami takut."


Elios terus bernapas terputus-putus. Dia memang tidak dicambuk atau disiksa secara fisik, namun berada di tiang itu selama sebulan ternyata menjadi siksaan tersendiri baginya.


Semua itu berlangsung sangat lama. Terasa sangat-sangat lama. Dan tekanan pada Roxanne rasanya juga semakin dan semakin berat.


Sampai kemudian ....


"Nyonya, Tuan Muda Pertama tiba."


Roxanne tersentak ketika serentak istri-istri Elios berlutut, mendekatkan kening mereka ke lantai.


"Tolong sudahi hukuman Anda," pinta Graean dengan nada setengah gemetar, seolah-olah dia sudah siap menangis kencang.


"Tolong. Tolong, Tuan Muda. Untuk sekali seumur hidup saya, saya memohon dengan sangat pada Anda. Kalaupun ini jadi permintaan terakhir, saya mohon. Kalau harus menggantikan, saya bersedia jadi sudahi hukuman Anda."

__ADS_1


Roxanne terlalu terkejut dan terlalu tertekan atas situasi hingga ia jadi satu-satunya yang tidak berlutut. Mungkin, di mata siapa pun itu justru menunjukkan kesombongan Roxanne.


Tapi ia sungguh tak tahu harus apa. Ia juga mau memohon agar hukukan ini dicabut.


Tolong. Semua orang semakin membenci Roxanne setiap detiknya.


Arkas menatap istri-istri Elios yang berlutut, nyaris bersujud, padanya. Bahkan dalam Narendra, menyuruh seseorang bersujud itu dilarang.


Tapi mereka melakukannya atas keinginan sendiri demi Elios.


"Adikku yang bodoh punya istri yang baik," ucap Arkas, terdengar kecewa.


Pria itu berlalu melewati mereka yang tidak bergerak dan mungkin tidak akan bergerak sampai Arkas memberi izin.


Arkas mendekati tiang hukuman Elios, melihat kondisinya memang cukup buruk.


"Aku sangat suka memandang rendah kamu, Adik Bodoh."


Roxanne terbelalak.


Dan jantungnya serasa berhenti berdetak saat Elios justru bergumam, "Aku tidak mungkin berhenti."


Suara Elios terdengar sangat lemah. Seolah memang jelas dia lelah dan sakit. Tapi yang dia katakan justru sebaliknya.


"Eri menyukaiku, Arkas."

__ADS_1


Sesaat kemudian Roxanne menjerit histeris.


Entah apa maksud perkataan Elios, tapi itu memancing Arkas memukulnya. Roxanne berlari cepat mendekati mereka, merentangkan tangannya sebagai pelindung bagi Elios.


Tidak bisa. Jika dia semakin disiksa, dia akan mati dan kalau Elios mati, Roxanne akan menjadi orang tidak berguna di dunia ini.


"Jangan."


Arkas tersentak melihat wanita yang dicekik Elios justru kini berdiri di hadapannya, memperlihatkan air mata ketakutan seolah-olah dia bisa mati jika Elios terluka lebih parah.


"Bukannya Anda datang untuk mengampuni Tuan Muda?" ucap Roxanne gemetaran. "Anda pasti datang untuk itu. Jadi tolong hentikan."


Dari belakang Roxanne terdengar suara samar-samar orang tertawa.


Roxanne tahu itu Elios. Mungkin dia menertawakannya karena melindungi dia, padahal seharusnya tidak.


Tapi bukan soal itu. Hidup Roxanne bergantung pada Elios.


".... Aku merasa gila setiap kali melihat anak ini, Roxanne." Tangan Arkas terulur, nampak sangat ingin mencekik Elios sekalipun Roxanne melindunginya.


Saat Roxanne sudah sangat ketakutan dengan hal itu, Arkas tiba-tiba menghentikan tangannya di udara, lalu menarik tangan itu kembali.


Matanya kini terlihat sendu. "Aku membuat kalian menangis sangat lama. Ini tanggung jawabku."


Dia mengatakan itu pada Roxanne, tapi tertuju pada semua istri Elios, terutama mereka yang berlutut.

__ADS_1


"Baiklah, berhenti menangis. Bukan kalian yang harus menanggung dosa anak ini." Arkas berbalik. "Graean, berdirilah. Bebaskan orang bodoh ini."


*


__ADS_2