
Elios paling benci diperintah. Satu-satunya orang yang pernah memberi Elios perintah itu Eirene dan tidak ada lagi selain itu. Almarhum ayah Elios adalah seorang Narendra juga, jadi tentu dialah yang mengajari Elios untuk tidak mau diperintah siapa pun sebagai Narendra.
Ibunda, wanita yang merupakan istri Ayah, kedudukannya sama seperti Graean. Dan dalam Narendra, anak Narendra itu di atas istri Narendra.
Makanya Elios kesal mendengar perkataan Roxanne, pemerintahnya memilih Sanya.
Dasar tidak tahu diri. Dia pikir dia bisa seenaknya menyuruh Elios cuma karena mereka bercinta setiap saat?
Tapi sialnya Elios harus mengabulkan itu sebab Elios tidak mau Roxanne merasa tertekan. Elios sedang berusaha keras agar Roxanne berhenti memandangnya sebagai monster dan jatuh cinta padanya secara tulus.
Karena itu Elios harus bersikap lembek.
"Aku merasa jijik melakukannya, Eri." Elios bersandar pada kursi panjang kesayangannya, di ruangan khusus tempat seluruh kenangan Eirene berada. "Dan aku minta maaf. Aku harus sedikit merayu wanita lain dulu."
Elios termenung memandangi rembulan di luar sana. Hatinya sakit merindukan Eirene. Setiap saat rasanya menyakitkan dan begitu menyiksa.
Bahkan sekalipun Elios mendekap Roxanne ataupun Graean, Elios masih tidak bisa menghilangkan perih di dadanya ini.
"Elios."
Lamunan Elios buyar ketika Daniel mengetuk pintu yang sebenarnya terbuka lebar.
"Ada apa?"
"Ada sesuatu yang mau aku bicarakan."
__ADS_1
"Jika tidak penting nanti saja." Elios kembali melihat ke rembulan. "Aku harus fokus memikirkan Eri."
"Berhenti jadi bodoh dan dengarkan saja."
Hah, dasar anak-anak tidak tahu terima kasih.
"Mengenai Sanya yang kamu tanyakan, ada sesuatu yang ganjal tentang anak itu."
"Apa?" tanya Elios malas-malasan. Sejujurnya ia tak mau tahu soal Sanya, tapi Elios perlu mengendalikan anak itu untuk bisa merebut hati Roxanne.
Kebanyakan wanita dari luar peternakan Narendra itu menyebalkan. Entah yang ambisius seperti Mariana, pemberontak seperti Roxanne, mereka sungguh tidak tahu diam setidaknya seperti Graean.
"Anak itu punya keluarga utuh."
"Itu terdengar tidak penting sama sekali."
"Mungkin ada satu dan itu Sanya?"
Daniel menggigit lidahnya kesal. Dia datang mendekati Elios, lalu memukul kepalanya seolah Elios bukan tuan.
"Hei!"
"Berhenti bersikap malas-malasan. Aku keluar dan lembur itu karena perintah bodohmu itu jadi dengarkan."
"Itu tidak penting sama sekali, mengerti? Beritahu saja secara singkat Sanya itu bisa dikendalikan atau tidak. Buat apa aku tahu soal dia punya keluarga atau tidak?" omel Elios jengkel.
__ADS_1
"Elios, aku serius. Sudah kubilang ada yang janggal dengan anak itu."
Elios menghela napas. Sepertinya memang tak bisa ia memikirkan Eirene sebelum orang brengsek ini keluar. Jadi mau tak mau Elios menoleh, demi mendengar omong kosongnya.
"Baiklah, katakan. Apa yang janggal?"
"Dia ... sepertinya dia punya hubungan kekerabatan dengan Narendra."
"Narendra?" Kerabat adalah kata yang asing bagi Narendra.
Sejak generasi petama hingga sekarang, mereka tidak pernah saling memisahkan diri. Ayah Elios dan saudara-saudaranya, semua bernaung dalam satu atap yaitu Narendra hingga anak mereka lahir dan seterusnya akan begitu.
Untuk melakukannya, Narendra bahkan mengatur keturunan agar tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Usia satu sama lain tidak berselisih jauh dan akan ada masa steril di mana istri Narendra tidak boleh hamil demi menjaga kestabilan keturunan Narendra.
Makanya tidak ada kerabat. Hanya ada Paman Narendra, Bibi Narendra, Sepupu Narendra, Cucu Narendra, Kakek Narendra.
Itu jugalah sebabnya istri Narendra tidak punya keluarga. Mereka semua anak pungut yang dibesarkan khusus.
"Maksudmu keluarga anak itu mengaku memiliki hubungan kerabat dengan Narendra? Hah, lancang sekali. Pergi dan potong lidahnya menjadi delapan bagian."
"Ini sedikit rumit." Daniel duduk di lengan sofa, melipat satu kakinya tanpa canggung. "Nama keluarga anak itu Abkariz. Nama aslinya Sanya Abkariza."
"Abkariza?" Kenapa nama itu tidak asing di telinga Elios?
"Kamu lupa? Satu-satunya istri Narendra yang keluarganya diketahui dan tercatat dalam buku harian." Daniel menatap lurus kedua mata Elios. "Nyonya Narendra Pertama, maksudku, Nyonya Pendiri Narendra, Bintang Abkariza."
__ADS_1
Elios tiba-tiba menegang.
*