Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
126 - end of season 1


__ADS_3

Sebelum pertemuan diadakan dan sebelum Roxanne datang, Elios mengadakan pertemuan dengan dua istrinya yang paling bisa diandalkan setelah Graean.


"Anda tidak membunuh Roxanne?" Mariana terang-terangan menanyakan hal itu.


"Siapa bilang aku tidak?" balas Elios santai.


"Maaf atas kelancangan ucapan saya, Tuan Muda, tapi apa yang terlihat di mata kami seperti Anda sangat memanjakan dia."


"Benarkah? Kalau begitu tujuanku sedikit demi sedikit tercapai."


Diane mengerjap. Tujuan? Apa maksud Elios tujuan? Dia mau membunuh Roxanne tapi dia harus memanjakannya dulu?


"Kamu ingin tahu?" Mata Elios menangkap pertanyaan di wajah datar Diane.


"Tidak." Diane menjawab cepat. "Tidak perlu, Tuan Muda. Lakukan sesuka Anda."


Ada senyum aneh di wajah Elios melihat kebohongan sempurna Diane.


Dia jelas mau tahu tapi dia menjawab tidak karena tahu Elios tidak sudi berbagi.


"Kalian berdua tidak perlu memikirkan hal diluar Roxanne. Apa pun itu tidak perlu. Cukup fokus mengawasi dan mendengar perintahku."


"Baik."


"Terutama kamu, Maria. Aku tahu kamu tidak menyukai Roxanne tapi yang aku butuhkan darimu itu kekalahan. Putus asalah di depan Roxanne. Buat dia merasa menang darimu, seakan-akan dialah pengganti Graean."


"Baik, Tuan Muda."


"Diane, jalankan peranmu seperti biasa. Jadi teman baik yang Roxanne percaya."


"Saya mengerti."

__ADS_1


Untuk sekarang, Elios mau membuat Roxanne merasakan surga. Jadi semua istrinya harus memperlakukan Roxanne sebaik mungkin, termasuk membuat dia berpikir dia adalah ratu.


*


"Ini aku." Diane mengetuk pintu kamar Roxanne seraya mendorong kereta makanan. "Kamu sedang apa?"


Dari dalam kamar mandi kecil, Roxanne bersuara, "Membersihkan diri. Tunggu sebentar."


Tapi Diane pergi membuka pintu kamar mandi itu dan masuk begitu saja. "Pergilah," perintahnya pada pelayan di sana. Lalu duduk menggantikan mereka membasuh tubuh Roxanne. "Tuan Muda menyuruhku merawatmu secara langsung."


"Dia selalu menyuruh kamu melakukan pekerjaan pelayan." Roxanne bergumam saat tangan Diane halus membersihkan rambutnya. "Elios benar-benar tidak menghargai istrinya."


"Apa yang kamu harapkan?" balas Diane tidak peduli. "Tuan Muda adalah Tuan Muda."


Roxanne menoleh. Wanita itu sedang penasaran akan sesuatu. Tadi malam Elios bilang akan mendatangi semua istrinya, jadi setelah sekian lama, Diane juga melayani Elios, kan?


"Itu pengalaman pertamamu?" Roxanne benar-benar penasaran akan hal itu. "Aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu, Diane, tapi apa sebelum ini tidak ada pria lain?"


Menikahi Elios sejak lama namun baru melepaskan keperawanannya di usia tiga puluh tahun. Roxanne rasa terlepas dari apa pun, Diane benar-benar istri yang sabar.


"Menyakitkan?"


"Tidak juga." Diane mengusap bekas memerah di punggung Roxanne. "Kurasa Tuan Muda hanya bersikap liar padamu. Mungkin."


Roxanne melirik ke leher Diane untuk mengecek apakah ada tanda gigitan atau apa pun. Namun memang tidak ada. Berbeda dari Roxanne yang pergelangan tangannya pun penuh bekas Elios.


"Diane. Kamu mencintai Elios?" tanya Roxanne penasaran.


".... Kamu pikir bisa semudah itu mencintai? Terutama Tuan Muda?"


Yah, tidak heran. Kecuali soal wajahnya, Elios benar-benar sulit dicintai dan jauh dari kata idaman. Sudah menjijikan karena mencintai kembarannya sendiri, membunuh istrinya cuma karena dia kesal, berbagai dosa dan kotoran yang berlumur di tubuhnya.

__ADS_1


Semakin Roxanne memikirkan semakin tak sabar ia mencekik Elios.


"Kamu sendiri, mencintai Tuan Muda?" Diane balas bertanya.


"Orang gila mana yang bisa? Selain Graean."


Diane tersenyum kecil. "Benar. Tidak ada orang waras yang mau."


"Mungkin Mariana mau."


"Tidak. Maria punya kekasih lain."


Roxanne mengerjap. Spontan ia berbalik, membuat tangannya yang masih dalam proses pemulihan setelah patah tulang jadi ngilu. Namun, Roxanne sibuk terkejut. "Maria? Dia punya selingkuhan? Siapa?"


"Seseorang yang bisa disebut pengawal Nyonya Pertama. Hubungan mereka rahasia, kecuali dari Nyonya Pertama. Tuan Muda tidak tahu."


"Aku pikir dia terobsesi pada Elios." Roxanne meringis, baru merespons sakit di tangannya.


"Maria hanya ingin mengamankan posisinya. Bagaimanapun jika tidak menjadi penting, Tuan Muda nyaris tidak punya alasan mempertahankan istrinya. Kita berbeda dari istri-istri Narendra yang diberi pekerjaan dan berguna bagi keluarga."


Roxanne menghela napas, hanya bisa membenarkan dalam hati. Jika tidak melakukan sesuatu, pada akhirnya mereka berpotensi dibunuh untuk kesenangan Elios. Itu adalah 'kesalahan' Arkas membuang Elios dari Narendra.


"Lalu bagaimana denganmu?" Diane membantu Roxanne berdiri dan memasangkan handuk padanya. "Bukankah kamu dan Tuan Muda Eris memiliki hubungan?"


"Sudah berakhir."


Sekarang tidak ada yang mau Roxanne cintai atau harapkan. Ia cuma mau membunuh Arkas, Eris dan Elios lalu mengakhiri Sanya sebagai hidangan terakhirnya.


Bahkan jika setelah itu Roxanne mati, ia percaya bahwa itu adalah ending bahagia.


*

__ADS_1


__ADS_2