Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
54


__ADS_3

Ada ketegangan terasa dari ruangan itu ketika menunggu Elios. Tapi, seluruh ketegangan mendadak berubah jadi hal tak wajar saat Elios menampakkan diri.


Bahkan Roxanne menahan napas.


Astaga. Apa Elios sungguhan manusia atau sesuatu yang tercipta di tempat salah? Bagaimana bisa ada makhluk seindah dia di dunia ini?


Aku justru merasa ingin muntah karena dia terlalu sempurna dari wajah. Roxanne sungguhan merasa tak nyaman akan ketampanan itu.


Elios berjalan menyeret pakaian yang nampak seperti pakaian tradisional dari Korea itu, tapi lambang mawar di pakaiannya menunjukkan itu pakaian tradisional dari keluarga mereka, Narendra.


Kedua mata Elios tertutup kain putih yang di ujung kain itu pula terdapat sulaman mawar.


Tapi yang paling mencolok di antara semuanya adalah kenyataan pakaian aneh itu cocok untuk keindahan Elios.


Semua wanita di ruangan ini luar biasa cantik. Mungkin sekian dari gadis paling cantik yang pernah kulihat seumur hidup, gumam Roxanne.


Tapi, mata Roxanne memandangi Elios sebagaimana yang lain mengikuti pria itu hingga duduk, malah orang ini jadi pemenangnya.


Tidak ada yang melampui kecantikan Elios di ruangan ini sekarang.


Pantas saja dia tidak butuh istri-istrinya.


"Aku memang sangat tampan untuk dipandangi," ucap pria itu seraya bersandar pada bantalnya. "Tapi bukankah tidak sopan terlalu memandangiku? Menjijikan."


Yah, untung saja sifat dia buruk jadi dia tidak benar-benar menjadi sempurna.

__ADS_1


Semua mata yang tadi memandangnya seketika berpaling ke meja masing-masing.


Pelayan berdatangan membawa menu makanan di atas meja keseluruhan dari mereka. Roxanne tentu masih diam-diam melirik Elios.


Cukup tertarik melihat pria itu memegang pipa rokok berwarna emas, dan memenuhi udara dengan aroma tanaman herbal yang asing.


"Makanlah. Kenapa hanya diam?"


Memang ada yang bisa makan jika satu ruangan dengan pria yang selama ini mau membunuh mereka tanpa alasan?


Tapi perkataan santai itu sebenarnya perintah tanpa negosiasi. Itu bermakna 'makanlah walaupun ingin muntah karena aku menyuruh kalian makan'.


Roxanne termasuk yang ingin muntah tapi memaksakan tangannya mengambil makanan. Butuh usaha karena sekali lagi, gaunnya berat.


"Jadi," Elios, sebagai satu-satunya yang tidak makan melainkan merokok di pipa emas itu, membuka suaranya penuh kesan misterius, "istri-istriku. Aku cukup menikmati bagaimana kalian berdandan. Dan Maria, aromamu menyegarkan. Mendekat kemari."


"Godaan yang manis. Aku menyukai perayu sepertimu."


"Terima kasih mengenalinya, Tuan Muda." Mariana tidak menyangkal bahwa dia merayu.


"Tetap di sini unruk sementara waktu."


Lalu Elios bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa, membiarkan Mariana duduk di sampingnya hanya sebagai pengharum ruangan.


Kenapa orang gila ini mendadak bertingkah sedikit normal? Biasanya dia cuma akan melotot dan berkata dia benci dirayu jadi menjauh atau leher istrinya akan dia patahkan.

__ADS_1


"Sebenarnya, ada sesuatu yang sudah kupikirkan baru-baru ini." Elios kembali berbicara di antara mulutnya yang dipenuhi asap beraroma rempah. "Aku berpikir untuk menggilir malam kalian bersamaku."


Apa?


Roxanne tidak salah dengar?


Ia mengetahuinya dari pencarian selama beberapa hari tapi nampaknya di antara semua orang di sini, hanya Graean dan Mariana yang pernah disentuh oleh Elios.


Makanya tadi Roxanne sempat terkejut mendengar usia Diane.


Ini buruk. Kalau Elios membuka kesempatan pada semua orang mendekatinya, maka peluang Roxanne menguasai dia akan semakin kecil.


"Akhir-akhir ini, aku merasa ingin bermain wanita." Elios membelai rambut Mariana seolah dia adalah sebuah boneka cantik yang tengah menemani permainan Elios. "Dan Graean sedang sibuk mengurusi pekerjaanku karena batasan Arkas."


Roxanne menahan susah payah agar wajahnya tak memperlihatkan kekesalan. Dasar Elios. Setelah dihina, dia sekarang mau balas menghina?


Dia mau berkata kalau Roxanne harusnya sadar diri sebab kalaupun Elios tidak berguna, maka Roxanne berada dalam kendali si Tidak Berguna itu.


Atau tidak? Roxanne mengamati wajah Elios yang masih terlihat sibuk membelai rambut Mariana. Memang Elios peduli hal-hal seperti itu?


Aku menghinanya lalu dia balas menghina? Karakter Elios bukan seperti itu, kan?


Elios terlalu tidak peduli buat melakukan hal serumit itu. Dia tinggal menusuk orang lain dengan belati kalau memang dia mau balas dendam.


Kalau begitu, ini semua untuk apa?

__ADS_1


*


__ADS_2