
"Kamu tidak bersedia menjawab pertanyaan manisku?" Elios mencari dari bayangan samar-samar penutup matanya, wajah Sanya yang entah sedang berekspresi apa.
Ketika tangannya mendarat di pipi Sanya, Elios menarik wajah itu berbalik sedikit lebih dekat. Bibirnya mendekati Sanya, siap menciumnya sekalipun Elios belum merasakan ketertarikan.
Tapi, diluar dugaan, tubuh yang santai itu perlahan kaku. Sepertinya secara tak sadar dia agak memalingkan wajah, menolak sentuhan Elios.
Aku suka penolakan, bisik Elios senang. Dengan begitu aku bisa lebih banyak mendesak dia berkata jujur.
"Sanya." Elios mengarahkan wajah itu kembali untuk menjemput bibirnya.
Elios berbaik hati memulai ciumannya dengan kecupan kecil. Tapi bahkan dengan itu saja, Sanya berulang kali berusaha menjauh secara samar.
"Ada apa?" Elios bergumam di bibirnya. "Kamu seperti menolakku. Kamu tidak suka?"
"Saya hanya malu. Maafkan saya."
Malu? Suara yang nampak tegang dan kaku itu adalah malu?
Elios merasa lucu karena dia berbohong pada pengalaman Elios.
"Tidak perlu melakukan apa pun." Elios mendorong Sanya berbaring ke sofa dan langsung menindihnya. "Cukup serahkan padaku."
Kini, Elios sengaja memaksakan ciumannya. Ia justru lebih menikmati ketika tahu Sanya tidak suka pada ciumannya.
Semakin Elios agresif, Sanya semakin menegang tak senang.
Ada apa sebenarnya? Elios cukup jarang ditolak kecuali oleh ketakutan, jadi hal ini sungguh baru dan langka.
"Umpt."
Gigitan Elios di bibirnya membuat Sanya bersuara terganggu. Elios terus mendesak dan mendesaknya untuk lebih melihat kejujuran dari anak kurangajar ini.
__ADS_1
Tapi, justru saat itu ....
"Elios."
Pintu kamar tiba-tiba terbuka.
Hanya dua orang bodoh di kastel ini yang berani melakukannya. Bahkan Ibunda pun akan mengetuk pintu demi menghargai, jadi sudah jelas pelakunya adalah dua asisten bodoh Elios.
"Zack, sekarang waktuku bersama istriku. Kamu bahkan tidak mengerti itu?"
"Ini mendesak. Mengenai istrimu, Roxanne."
Elios menoleh dan tak dapat menyembunyikan kesalnya.
Hah, perempuan sialan itu tidak akan pernah berhenti berulah kecuali dia mati.
"Ada apa?" Berbeda dari isi hatinya, Elios bertanya tenang sekaligus melepaskan Sanya. "Roxanne membuat masalah?"
"Dia terjatuh dari tangga perpustakaan."
"Tempurung kepalanya retak dan tangannya patah."
Elios benar-benar tidak peduli. Ia tidak mau peduli.
Tapi ....
"Ditinggalkan oleh Eirene, dibuang dari keluarga terhormat, namamu diganti menjadi hinaan, bahkan pergerakanmu diawasi ketat oleh kakakmu yang marah padamu. Elios, berhenti bertingkah sebagai raja. Kamu itu pecunsang."
"Tidak berguna. Itu sebutan yang pantas untukmu. Elios Desnomia Yasa. Orang buangan dari Narendra yang memakai nama keluarga yang runtuh saking hinanya. Kenapa kamu berpikir masih ada yang bisa kamu genggam, Orang Tidak Berguna?"
Perempuan itu punya hutang yang besar. Dan untuk kesekian kali Elios katakan bahwa dirinya paling benci disalahkan.
__ADS_1
Akan kubuat dia membayar hutangnya sekalipun dia harus mengemis.
Lagipula, memangnya aku puas kalau dia mati begitu saja? Akan kukuliti dia hidup-hidup setelah dia membayar hutangnya.
"Sepertinya ada masalah besar." Elios beranjak sekaligus memasang kembali luaran kimononya. "Sanya, kembali ke kamarmu. Aku harus melihat Roxanne dulu."
"Baik, Tuan Muda."
Elios menunggu sampai Sanya menghilang baru ia menarik lepas kain putih penutup matanya, menatap Zack secara langsung.
"Itu kurang meyakinkan jika menyebutnya kebetulan," kata Elios.
"Entahlah. Tapi jelas dia terluka parah."
"Dokter sudah datang?"
"Baru saja. Graean langsung meminta mereka. Dia tidak mau mengusik kamu, dengan alasan ini malam pertama Sanya."
Elios tertawa kecil. "Roxanne jadi semakin menarik. Aku tidak boleh kehilangan dia sekarang."
"Jadi?"
"Beritakan pada Narendra bahwa istriku kritis. Minta dokter bedah mereka yang terbaik datang menangani Roxanne. Aku ingin Roxanne baik-baik saja, secara utuh. Di seluruh tempat."
"Hobimu itu membuatku tidak nyaman," gerutu Zack, tapi dia mengeluarkan alat komunikasi untuk menjalankan perintah. "Roxanne masih di ruang bawah tanah. Di mana dia harus dipindahkan?"
Elios tersenyum. "Istriku tercinta sedang sekarat, jadi akan kuberi tempat khusus di kamarku. Segera minta seseorang mempersiapkan tempatnya di sana."
"Aku serius malas denganmu, Elios."
"Lakukan saja."
__ADS_1
"Hah." Tapi, Zack tetap melakukannya.
*