Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
Percakapan Palsu


__ADS_3

Setelah hasil scanning keluar, ternyata luka di tangan Roxanne lebih parah dari dugaan. Izin pembedahan langsung dikeluarkan oleh Arkas dan Roxanne menjalani operasi untuk kedua kadi dalam hidupnya.


Beruntung, tidak seperti pertama kali, sekarang hanya operasi kecil untuk membetulkan letak tulangnya. Lalu, dokter menyarankan agar Roxanne tetap diam dalam ruangan selama masa pemulihan agar tidak ada lagi kejadian serupa terjadi.


"Kamu baik-baik saja dengan itu?" Elios menanyakan pendapatnya tentang rehabilitasi. "Butuh waktu sekitar dua bulan agar tulangmu pulih sempurna. Kamu baik-baik saja tinggal di ruang bawah tanah selama itu?"


Roxanne malah tidak lagi tertarik untuk naik. Kalau bisa, ia diam saja di kamar sampai kastel Elios selesai dibangun dan mereka bisa segera kembali.


"Saya yang harusnya bertanya." Roxanne menggenggam tangan Elios.


Hal yang membuat Elios tersenyum. "Aku dan yang lain bersamamu di sini. Jangan khawatir."


"Anda berjanji?"


"Kamu melihatku di sini, kan? Itu lebih dari kata janji."


Elios menunduk, membenamkan kecupan kecil di kening Roxanne sebelum dia beranjak.


"Aku pergi mengatur kamarmu dulu. Aku harus memilih kamar yang tidak bisa dijangkau Askala, jadi butuh waktu. Sementara, bicaralah dengan mereka."


Mereka yang Elios maksud adalah istri-istrinya.


Roxanne melihat Elios keluar dan menghilang sepenuhnya dari ruang perawatan. Ada rasa tak nyaman di hati Roxanne sebab selama ini ia dan istri-istri Elios tidak membangun hubungan.

__ADS_1


Cuma Diane dan Sanya. Itupun secara terpaksa.


"Roxanne." Mariana mendekati tempat tidurnya. "Ini kiriman dari Tuan Muda Pertama. Beliau berpesan agar kamu beristirahat."


Roxanne menatap keranjang buah segar di tangan Mariana. Tapi lebih fokus pada Mariana sendiri. "Terima kasih."


"Ya." Mariana menatapnya tanpa ekspresi. "Mungkin tidak perlu mengatakan ini tapi mulai sekarang ayo bekerja sama."


"Eh?"


"Terlepas dari pertikaian kita, di tempat ini, kita semua tidak lebih dari lalat yang dibiarkan sebentar."


Mariana duduk di kursi yang Diane dekatkan padanya.


"Entah kamu atau kami tidak benar-benar ada yang penting bagi para Narendra. Tuan Muda Elios sudah dikucilkan sejak lama. Karena itu, daripada saling bermusuhan di tempat ini, lebih baik kita semua bekerja sama."


Pantas saja Nyonya Pertama mengandalkan Maria, pikir Roxanne. Mulai berfirasat baik pada Mariana.


"Ya." Roxanne menjawab murung. "Maaf melibatkan kalian."


"Kakak yang mengalami banyak hal buruk sejak kemarin." Sanya tersenyum riang. "Kami semua diam dan melindungi diri sendiri jadi Kakak tidak perlu minta maaf."


Bahkan Sanya? Roxanne selalu berpikir bahwa Sanya itu iblis tak berhati dan menakutkan. Tapi kalau dipikir lagi dia mengatakan ingin Elios naik sebagai pemimpin.

__ADS_1


Berarti Sanya mencoba mengangkat derajat mereka juga yang ikut di naungan Elios, kan?


*


Pasti seperti itu yang dia pikirkan. Sanya tersenyum riang pada Roxanne ketika dalam hati ia tertawa untuk hal lain.


Sejak dulu, Sanya selalu merasa Roxanne itu menggemaskan. Sangat menggemaskan karena mudah ditipu dan mudah percaya. Mungkin karena hatinya lemah. Kesepian, gampang iri, kosong, hampa, penuh kekurangan dan menjijikan.


Yah, tapi kalau dia tidak menyadari apa-apa itu juga bukan salah Roxanne. Elios biasanya memang tidak melakukan hal merepotkan semacam ini.


Cuma ... hmmm, anggap saja Roxanne telah melakukan sesuatu yang membuat Elios sampai repot-repot bersandiwara.


"Kalau dipikir-pikir," Diane bergumam, "Roxanne belum mengenal semua nama istri Tuan Muda. Siapa saja yang kamu kenal, Roxanne?"


Roxanne mengerjap polos. "Kamu, Maria, Sanya dan Naviah?"


"Berarti tersisa Liliana, Soraya dan Historia."


Lalu percakapan palsu itu pun dimulai dan berlarut. Sanya tentu saja ikut serta sebab ia memainkan sangat banyak permainan dalam satu panggung.


Pertama ia harus bersikap seperti memihak Elios di depan Mariana, tapi ia juga harus bersikap baik pada Roxanne dan tidak memihak Elios, sementara ia juga harus mengatur sikap di depan Diane yang diam-diam tidak bodoh, dan terlihat bodoh di mata mereka yang tidak tahu.


Sanya tidak mengkhianati Roxanne sebab dari awal ia tak seratus persen memihaknya. Sanya juga tidak seratus persen memihak Elios sebab orang itu berencana membunuh Sanya setelah Roxanne.

__ADS_1


Tapi yang pasti tujuan Sanya tidak pernah berubah. Tujuan sebenarnya, bukan tujuan kecil yang ia beritahukan pada Roxanne.


*


__ADS_2