
Segala persiapan untuk perayaan ulang tahun Eirene telah berakhir. Tiga hari pengerjaan dibantu oleh puluhan istri Narendra dan ratusan pelayan, akhirnya mereka tinggal memulai acara tersebut.
Semua orang tampak menunggunya. Bagaimanapun, ini adalah acara perayaan kematian pertama dalam sejarah Narendra. Dan untuk hadir dalam acara itu, Elios bahkan memakai pakaian resmi Narendra.
"Terakhir kali memakainya, kurasa saat pernikahanku dengan Graean." Elios menatap pantulan dirinya yang tengah dirias oleh tiga pelayan.
Pakaian berat nan rumit tapi dibuat dari kain berkualitas tinggi. Sulaman mawar dari benang emas di atas kain putih bersih itu nampak sesuai dengan anting berlian yang Elios pakai. Ketampanannya mengingatkan Elios pada kecantikan Eirene.
"Bagaimana dengan Diane dan Maria?"
"Mereka sedang menemani Roxanne berdandan, Tuan Muda."
"Itu bagus."
Elios sudah memberi mereka tugas mendandani Roxanne semegah mungkin malam ini.
*
Roxanne merasa tidak nyaman ketika menatap pantulan dirinya di cermin, di mana bayangan Diane dan Mariana juga ada.
"Bukankah seharusnya yang memakai ini salah satu dari kalian?" Roxanne kembali mengucapkan hal sama, karena tidak enak.
Ia sekarang memakai pakaian berat nan tebal. Berlapis-lapis dipasang ke tubuhnya hingga tampak indah seolah putri dari kerajaan kuno.
Mawar emas bersinar dari pakaian Roxanne. Jauh berbeda dari pakaian Diane dan Mariana yang justru berwarna hitam meski juga terdapat Mawar emas.
"Tuan Muda berhak memilih istri mana yang mendampingi beliau nanti." Mariana menjawab santai. "Pakai saja. Kami berdua tidak masalah selama Tuan Muda senang. Benarkan, Diane?"
__ADS_1
"Ya. Lagipula, Roxanne, di antara kita semua, kamu yang paling mencolok jadi anggap saja ini tugasmu."
Roxanne meringis. "Kenapa selalu aku yang dikorbankan?"
"Kamu tidak senang mendampingi Tuan Muda?"
Aku senang, jawab Roxanne tapi dalam hatinya.
Mengapa tidak senang jika Elios memberinya kesempatan untuk berjalan di sisinya nanti? Kata Mariana, akan ada sejumlah ritual yang mereka lakukan dan Roxanne harus melakukannya juga sebagai bentuk penghormatan.
Terlepas dari apa pun, kini Elios secara terbuka merangkul istri-istrinya berdamai dengan Eirene di sana. Jadi, Roxanne tidak punya alasan tidak senang bahkan jika selama ini ia iri pada Eirene.
"Kamu terlihat sangat cantik, Roxanne." Diane menepuk pundaknya dan tersenyum di belakang Roxanne. "Kamu memang pantas di sisi Tuan Muda."
"Berhenti memujiku. Itu terasa aneh." Tapi Roxanne tersenyum.
"Hei, ayo pergi. Sepertinya Tuan Muda juga sudah selesai berdandan."
Terlebih, Roxanne juga harus menjaga tangannya yang terlipat.
Rasanya cukup sulit ... sampai Elios muncul membawa pesonanya.
"Tuan Muda sangat tampan!" Sanya berteriak semangat mendekati Elios yang tertawa.
"Benarkah? Aku sangat tampan hari ini saja?" balas Elios menggoda.
"Hari ini seratus kali! Sanya sampai terpesona!"
__ADS_1
Elios mengelus kepala Sanya dan meladeni pujian istrinya yang lain. Hanya Roxanne dan Diane yang tidak mendekat, diam menyaksikan Elios.
"Aku rasa tidak tepat mengatakan ini tapi Tuan Muda," Roxanne menelan ludah, "bukankah seharusnya tidak menjadi manusia?"
Diane melirik sekilas. "Iblis atau malaikat, menurutmu yang mana?"
Entahlah. Mungkin dia bisa menjadi kedua-duanya.
Sayangnya tidak ada waktu lagi memikirkan hal itu. Elios menoleh ke arah Roxanne berdiri dan saat pria itu menatap tanpa kain penutup matanya, Roxanne merasa ia mendadak jadi pusat dunia.
"Istriku." Elios mengulurkan tangan, mengecup punggung jemari Roxanne. "Sangat-sangat sempurna malam ini."
"Heeeeeh, kenapa hanya Kakak yang mendapat pujian?! Sanya juga berusaha keras!"
"Saya juga, Tuan Muda."
"Benar. Saya juga."
Elios tertawa merangkul Roxanne. "Kalian tidak secantik istriku ini malam ini. Lain kali."
"Tuan Muda curang!"
Semua orang tertawa, bahkan Diane yang tak pernah ia lihat tertawa. Cara dan sikap mereka membuat Roxanne tertegun. Alih-alih tertawa, ia malah ingin menangis.
Sangat nyaman. Tempat ini, setelah sekian lama, bersama mereka semua, Roxanne sangat nyaman.
Ia berharap semua ini bertahan lama.
__ADS_1
Tanpa tahu bahwa Roxanne sedang berjalan ke tiang gantungnya sendiri.
*