
Roxanne tidak akan berpura-pura menyukai Elios karena dia sudah malas. Namun, untuk tetap berada di sisi Elios, Roxanne membutuhkan alasan, dan wajah Elios adalah alasan yang cukup. Wajah ini akan ia perlakukan seperti benda kesayangan, dan tidak boleh tergores oleh sesuatu pun. Roxanne suka melihatnya.
"Wajahmu jauh lebih berharga dari permata," ucap Roxanne sambil membelai pipi Elios. Menyusuri garis hidung hingga alisnya, lalu kembali ke pipi dan menekan sudut bibirnya. "Ini tidak boleh terluka sama sekali."
Ya, Roxanne tidak akan memperlakukan Elios sebagai manusia, melainkan sebagai patung tampan yang tidak bisa diabaikan.
"Wajahku, hm?" Elios tersenyum kecil tanpa terlihat tersinggung oleh ucapan Roxanne. "Aku tidak keberatan membiarkan istriku memandanginya."
"Itu benar, Nyonya," timpal Daniel sambil tersenyum. "Wajah orang ini adalah salah satu hal menarik dari dirinya. Tentu saja hanya sebatas wajahnya yang menyenangkan dilihat."
Roxanne diam-diam melirik Daniel, berharap ia tahu apakah itu juga sikap palsu atau tidak.
"Ya," kata Roxanne. "Jelas tidak semudah itu. Ada sesuatu yang ingin kudengar sekarang, Elios."
Wajah Elios tampak lembut bahkan meskipun matanya tidak terlihat. Kini Roxanne yakin bahwa orang ini, Elios, sebenarnya sangat pandai berpura-pura. Padahal karakternya tidak cocok dengan itu, namun bagaimana dia tanpa celah terlihat menyayangi Roxanne itu menakutkan.
Salah sedikit, Roxanne pasti akan terpesona.
"Katakan apa saja. Aku akan berusaha menjawabnya."
"Eirene."
Tapi Elios sepertinya memiliki perasaan kuat pada Eirene. Setiap kali nama itu disebutkan, ekspresinya hilang sejenak.
"Bagaimana hubunganmu dan dia berjalan?" tanya Roxanne.
__ADS_1
Tepat setelah pertanyaan itu, Elios menoleh pada Daniel. Roxanne berusaha melihat apakah ada emosi dari gerakan Elios, namun dia ternyata hanya tersenyum. "Daniel, pergilah. Aku ingin bicara hal pribadi dengan istriku."
"Tentu saja. Nikmati waktu Anda, Nyonya."
Roxanne melihat Daniel pergi tanpa penolakan. Mau tak mau membuatnya berpikir bahwa itu ketulusan.
Ini menjadi rumit. Haruskah sejauh ini Elios berbohong?
"Eri," kata Elios sambil tersenyum lemah, "adalah gadis pertama yang kucintai."
Elios dalam benak Roxanne bukanlah Elios yang sudi menceritakan hal semacam itu pada orang asing. Elios yang Roxanne tahu pasti akan tersenyum keji mencekiknya sambil berkata bahwa Roxanne adalah hama yang tidak tahu tempat, dan tidak penting untuk tahu siapa Eri-nya dahulu.
"Aku dari masyarakat biasa," kata Roxanne, dan ia akan mendengar sejauh apa Elios mau bercerita. "Kisah antara saudara adalah hal terlarang, jadi aku tidak bisa semudah itu mengerti bahkan kalau kamu bilang dia cinta pertamamu."
"Benar juga. Aku lupa soal perbedaan itu. Kalau begitu, Istriku, kamu ingin mendengar kisah dari awal?"
"Awal?"
"Awal dari kenapa hubungan sedarah menjadi lumrah dalam keluarga Narendra."
Roxanne mengerjapkan mata. Sekilas ia sudah tahu dari Arkas, tapi mendengar Elios mau menceritakannya juga... Apakah dia serius?
"Bagaimana?" ujar Roxanne sambil berusaha mendengar semuanya dan memahami semuanya.
"Hmmmm," kata Elios sambil melipat tangannya saat mulai bercerita. "Semua dimulai dari Nyonya Narendra Pertama."
__ADS_1
"Nyonya Narendra Pertama?"
"Akan panjang jika harus menjelaskannya, tapi secara singkat, setelah Lio Narendra membantai keluarga Yasa dan mengubahnya menjadi Narendra, Luka Narendra, adik dari Lio dan Trika Narendra, istri dari Luka, ditetapkan sebagai pemimpin menuju generasi baru."
"Al Narendra, anak mereka, adalah orang yang tercatat dalam buku sejarah kami sebagai pemimpin pertama, tapi Lio Narendra, istrinya, lalu Luka dan Trika, disebut sebagai empat pendiri. Kami menyebut mereka sebagai Pemimpin Pertama."
Dari awal sudah sangat rumit. Sepertinya keluarga ini memang diciptakan dengan serius oleh orang-orang yang disebut Elios itu.
"Pada masa kekuasaan para pendiri, aturan-aturan yang berlaku sekarang belum diterapkan. Luka Narendra, sebagai ahli waris, hanya menikahi satu wanita, begitu pula dengan Lio Narendra sebagai pemimpin saat itu. Struktur keluarga ini masih menjadi rencana, karena itu terjadi cukup banyak kesalahan akibat kebebasan."
"Hmmm," kata Roxanne yang belum mengerti.
"Lalu singkatnya, muncul hari di mana Trika Narendra melahirkan anak dari saudara sulungnya dari keluarga sebelum Narendra."
"Tapi bukankah istri Narendra tidak memiliki keluarga?"
"Karena itulah kusebut kesalahan. Trika Narendra bukan berasal dari peternakan. Dia berasal dari kalangan biasa."
"Seperti kami?"
"Benar, sejarahnya nyaris sama seperti kalian, istriku, selain Graean. Kalian dibeli atau dipungut agar menjadi istri Narendra dengan syarat memutus hubungan kekeluargaan kalian dengan siapa pun."
Saat itu, Roxanne mendadak tegang. Entah kenapa otaknya malah memutar perkataan Sanya tentang niatnya.
"Aku ingin menjadikan Elios penguasa."
__ADS_1