Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
84


__ADS_3

"Besar kemungkinan Graean tidak selamat," lapor Daniel yang kembali membawa banyak bekas luka bakar di tubuhnya. "Mustahil baginya hanya diam dalam api sebesar ini."


"Mungkinkah bunuh diri?" Zack mengerutkan kening. "Yah, kurasa itu sangat mustahil tapi mengingat hubungan kalian tidak baik, memang secara logika itu bisa terjadi."


Elios hanya diam. Hanya terus memandangi api yang melahap habis istananya. Opsi pengkhianatan Graean memang mungkin. Dia punya motif, bahkan sangat besar.


Dendam yang bisa muncul karena Elios tak pernah memperhatikannya, perasaan cemburu sebab Elios lebih banyak bercinta dengan Roxanne daripada Graean, bahkan juga hubungan Elios dan Eirene tepat di depan Graean.


Semua itu bisa jadi alasan pengkhianatan.


Tapi ....


Wanita itu berkhianat? Omong kosong!


Elios terbelalak menyaksikan semuanya dengan pikiran rumit.


Sejak awal dia sendiri sudah menolak jadi manusia. Dia yang memutuskan jadi robot dan berhenti mempermasalahkan perasaannya. Aku mengenal Graean jauh lebih baik dari siapa pun.


Dia tidak mungkin berkhianat sekalipun dia menyimpan dendam.


Masalahnya, kalau begitu bagaimana ini semua terjadi? Hanya Graean yang cukup bisa melakukan segalanya.


Semua istri Elios selain dia tidak berguna. Struktur kediaman ini, pengaturan dan perbaikannya, semua juga dikendalikan oleh Graean.


Jadi tidak ada pelaku yang bisa dicurigai selain dia.

__ADS_1


"Elios, ayo mundur. Panas di sini buruk bagi kulitmu," kata Daniel, mengkhawatirkannya.


Elios tetap berdiri memandangi semuanya. "Cari istriku," gumam Elios.


"Elios, Graean sudah—"


"Aku tahu dan tidak peduli. Aku harus menemukan dia," ucap Elios telak.


Di tengah kemelut pikiran itu, Elios tak bisa menahan ingatannya tentang Graean.


Hari itu, hari di mana Elios menggila dan mungkin dalam kondisinya yang paling gila, Elios ingat Graean berdiri di hadapannya.


Memegang pedang bersimbah darah istri-istri Elios lainnya dan menatap Elios tanpa rasa ragu.


"Jika membunuh semua orang membuat pikiran Anda lebih tenang, Anda bisa melakukannya pada saya juga. Itu pun merupakan tugas saya," kata wanita itu dulu.


Tapi, saat ujung pedangnya menyentuh leher Graean, tangan Elios gemetar. Tanpa sadar pedang itu jatuh dan ia limbung ke pelukan istrinya.


"Tetap di sampingku," bisik Elios hari itu. "Hanya kamu. Tetap di sini."


Graean tersenyum getir. "Anda benar-benar suka menyiksa saya. Padahal saya sudah siap mati di tangan Anda."


"...."


"Mendengar Anda hanya menyebut Nona Muda itu menyakiti saya. Anda tahu dan Anda tetap melakukannya. Bukankah setidaknya Anda harus berbaik hati, merelakan saya pergi daripada mengurung saya di neraka menjengkelkan ini?"

__ADS_1


Elios justru mencengkram erat gaun Graean.


Tidak ada istri Elios yang spesial di matanya. Tidak akan pernah ada yang merebut posisi Eirene di antara mereka. Tapi, Graean memang berbeda. Dia adalah tangan, mata, kaki, telinga, dan pikiran Elios itu sendiri.


Dia tahu segalanya dan mengerti segalanya.


"Tuan Muda."


Elios, Daniel dan Zack sama-sama berpaling ke arah pelayan yang tiba-tiba datang mendekati mereka.


"Pengawal Nyonya Roxanne sudah menghubungi kediaman utama. Tuan Muda Pertama kemungkinan akan tiba sebentar lagi." Begitu kata pelayan.


Elios tidak dalam kondisi cukup waras jadi Daniel menggantikannya menjawab, "Aku mengerti. Tetap menjauh dari api. Pastikan semua istri Tuan Muda tetap aman."


"Baik."


Ketika pelayan itu menjauh, Elios mendongak pada kobaran api. Tidak akan ada yang tahu serumit apa kelemut pikirannya, tapi sekarang Elios juga tidak bisa melampiaskan itu.


"Rahasiakan ini dari Arkas," titahnya. "Bilang saja Graean meledakkan kastel ini karena tidak tahan denganku. Jangan katakan apa pun selain itu."


Karena jika Arkas ikut campur, Elios pasti tidak akan bisa melakukan apa-apa. Orang itu membenci Elios dan tidak percaya padanya bahkan sedikit.


"Lalu," Elios berbalik, "perhatikan setiap gerak-gerik istriku yang lain. Terutama Roxanne, Sanya, Diane, dan Maria."


Walau ada kemungkinan bukan satu di antara mereka, tapi Elios merasa setidaknya ada petunjuk jika mengawasi mereka baik-baik.

__ADS_1


Terutama Roxanne dan Sanya.


*


__ADS_2