
Roxanne bukanlah gadis sombong. Sejak kecil, Ibu tidak membolehkan dirinya menyombongkan diri atau merasa bahwa ia adalah seseorang yang sangat hebat.
Ibu bilang, orang sombong suatu saat akan terkena dampaknya sendiri. Ibu bilang, kesombongan adalah sebuah penyakit menakutkan.
Karena itulah ....
"Saya minta maaf."
Roxanne tahu cara berlutut, tahu cara bersujud dan tahu cara membuat dirinya tak punya harga diri.
"Saya minta maaf membuat Tuan Muda seperti ini." Roxanne memejamkan mata, dengan tulus berucap pada Graean.
Tentu saja, Graean terkejut.
Sejauh ini, sudah beberapa istri Elios yang melakukan kesalahan dan membuat Graean geram. Tapi ketika ditegur, mereka semua diam menyesalinya tanpa banyak bicara.
Biasanya, jika Graean sudah mengatakan teguran, istri-istri Elios yang berbuat salah akan mengurung diri dalam kamar setidaknya sampai setahun.
Tapi anak ini berlutut meminta maaf? Begitu saja?
"Saya tidak bermaksud membuat kesalahan. Saya tidak tahu apa pun, tidak ada yang memberitahu saya. Saya juga tidak tahu apa itu Narendra dan siapa sebenarnya Tuan Muda."
Roxanne tidak lupa bahwa pria di sana mencekiknya.
Roxanne sama sekali tidak lupa kalau Elios mau membunuhnya.
Tapi memang kenapa?
Siapa di rumah ini yang punya kekuasaan? Siapa di rumah ini yang punya segalanya? Siapa di rumah ini yang menentukan segalanya?
Itu Elios. Tetap Elios.
__ADS_1
"Kalau Nyonya merasa tersinggung dengan kesalahan saya, saya bersedia kalaupun harus dicambuk. Tolong, sekali saja, saya minta maaf."
Graean merasakan sesuatu yang tidak biasa menatap Roxanne. Itu perasaan yang tidak pernah ia rasakan dari istri Elios mana pun.
Dia ... benar-benar akan melakukan apa pun demi keserakahannya.
"Aku tidak memaafkan penghinaan pada Tuan Muda." Graean berpaling. "Tapi kalau kamu menyesal, rawat Tuan Muda dengan tanganmu sendiri."
"Akan saya lakukan."
"Aku tidak menjamin," gumam Graean, "kalau setelahnya Tuan Muda memberi ampunan. Aku cuma bisa menjamin, kalau Tuan Muda mencekikmu lagi, akan kubuat kematianmu seolah-olah itu kesalahan istri Tuan Muda yang lain."
Dengan kata lain, Elios tidak akan dihukum dan Roxanne akan mati tanpa ada satupun yang membelanya.
Sepertinya itu memang sebuah hukuman karena sudah menghina Tuan Mudanya. Tapi Roxanne harus melakukan itu atau ia akan dibenci oleh Graean.
Di dunia ini, disukai oleh orang dalam adalah sebuah anugrah sementara dibenci oleh mereka adalah kutukan. Bahkan kalau harus menjilat, memang apa lagi yang mesti dilakukan?
"Baik."
Roxanne tidak merasa itu sangat sulit. Ini malah sudah cukup mudah setelah kesalahan yang mereka anggap fatal itu.
*
Untuk pertama kali, Roxanne menyentuh Elios secara langsung. Dilihat dari dekat, ketampanan orang ini semakin nampak jelas.
Dia punya bulu mata yang lebat dan lentik, alis tebal yang tegas, dan garis mata yang terlihat karismatik.
Walau sudut bibirnya berdarah, rahangnya lebam dan tampak jelas dia habis dipukuli, Elios masih terlihat sangat tampan menawan.
Bagaimana bisa sebenarnya dia begitu tampan?
__ADS_1
Dan adik kembarnya luar biasa cantik. Roxanne langsung bisa membayangkan wajah wanita di lukisan itu sambil membasuh jejak-jejak darah di sudut bibir Elios.
Dia benar-benar cantik. Kurasa bukan lagi kecantikan yang membuat orang ragu menentukan nilainya.
Kalau harus dinilai dari satu hingga seratus, kecantikan kembaran Elios itu seribu. Melampui batas.
Kembar sekaligus kekasihnya.
"Eri." Elios bergumam kecil hingga Roxanne terkejut.
Tapi sepertinya dia cuma mengigau. Tidak bergerak sama sekali meski Roxanne kembali membasuh tubuhnya.
Bahkan setelah selesai membasuh, Elios masih meracaukan nama kembarannya berulang kali.
Dia terus memanggil Eri; Eirene, Eirene, Eirene seolah dia tidak bisa tenang jika tidak menyebut namanya.
Roxanne hanya duduk di sana mengawasi, diminta oleh Graean tidak meninggalkan Elios dan harus memerhatikannya.
Sampai tiba-tiba ....
Elios tersedak tanpa alasan, seperti seseorang yang baru saja terbangun dari mimpi buruk.
Kepanikan sedikit melanda Roxanne. Ia tak tahu harus melakukan apa pada Elios yang seperti itu.
Terlebih ketika kedua mata Elios akhirnya terbuka, pria itu langsung menatap dingin pada Roxanne.
"Roxanne."
Dari cara Elios menyebut namanya, Roxanne seketika tahu dia benar-benar mau membunuh Roxanne sekarang.
*
__ADS_1