Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
Berhenti Menyusahkan Aku


__ADS_3

Arkas mengembuskan napas saat langkahnya berhenti di depan pintu ruang makan utama, tempat di mana ia mengumpulkan semua saudara dan saudarinya untuk mengumumkan keputusan akhir. Tentu saja, Arkas gugup.


Tidak sedikitpun Arkas pernah berpikir Elios kembali ke kediaman ini, mendapatkan kembali namanya sebagai Narendra. Namun sekarang ia harus mengumumkan bahwa itu keputusannya, bersama dengan keputusan Roxanne akan berpindah status menjadi istri Eris.


"Kamu menungguku, Kakak?"


Arkas tersenyum kecil merespons pelukan Askala di belakangnya. Ia tak menunggu dia tapi tidak buruk mendapat dukungan dari wanita yang tidak pernah takut.


"Aku pemimpin yang buruk," gumam Arkas. "Jangan beritahu Eris aku berkata begini."


"Tidak akan, karena aku setuju." Askala merapikan rambut Arkas yang sebenarnya sudah rapi. "Tapi itu tugasmu, kan? Lakukan atau Eris akan kembali memaksamu."


Arkas meraih tangan Askala untuk menggenggamnya. Tak peduli seberapa buruk Askala menyusahkannya selama ini, Arkas tidak akan ragu mengatakan dia salah satu alasan Arkas bisa bertahan.


"Buka pintunya," perintah Arkas yang seketika dilakukan okeh pelayan.


Sambil tetap menggenggam tangan Askala, Arkas memasuki ruangan, menatap puluhan saudara dan iparnya tengah duduk teratur di meja makan raksasa. Tentu saja, Roxanne dan Eris juga ada di sana.


"Aku senang melihat kalian, adik-adikku." Arkas menyapa santai. "Kuharap kalian juga senang melihat kakak kalian ini."


"Tidak terlalu," jawab Elios. "Setelah semuanya aku rasa kamu yang paling setuju tidak mengadakan pertemuan semacam ini, tapi aku senang karena berarti aku melihat kekalahanmu."


Askala tertawa. Melepaskan tangan Arkas untuk datang ke pangkuan Elios. "Jangan rusak suasana hati Arkas atau kubuat kamu menangis, Adik Kecil."

__ADS_1


Senyum Elios justru berkembang. Pria itu memeluk pinggang Askala, mencium bibirnya di depan semua orang yang mengundang sorakan.


Arkas membuang napas kasar. Ya, karena itulah ia benci jadi anak pertama. Itu membuatnya harus mengurus semua anak bermasalah ini.


"Askala, hentikan itu dan kemari."


Setidaknya Askala menurut, meninggalkan pangkuan Elios untuk duduk di samping Arkas. Tatapan Arkas sejenak tertuju pada Roxanne yang berada di samping Eris.


Pikir Arkas mereka butuh bantuan untuk kembali bersama setelah semuanya, tapi sepertinya tidak.


"Baiklah, adik-adikku yang manis walau menyebalkan," Arkas membuka pertemuannya, "aku akan bicara panjang lebar sekarang dan sedikit sentimental sebelum kalian harus berpura-pura lupa."


"Aku mencabut nama Elios sebagai Narendra dan menggantinya dengan Yasa, sebelas tahun yang lalu. Aku melakukannya karena emosiku. Aku mengakuinya."


Elios mencebik. "Kamu tahu bersikap angkuh tidak membuat kalimatmu barusan terdengar bagus, kan? Itu konyol."


"Aku bisa berbuat lebih konyol dengan mengubah namamu bukan menjadi Narendra atau Yasa. Dengan begitu kamu bisa tidur di tempat sampah."


"Oh, Kakak Pertama membuatku takut."


"Elios." Eris membuka suara. "Diamlah."


Elios berdecak kesal tapi memutuskan diam, memberi Arkas ruang menyelesaikan pidatonya.

__ADS_1


"Karena kejadian kemarin, aku mengambil keputusan," ucap Arkas lagi. "Pertama, seperti kataku, Elios kembali menjadi Narendra tapi karena perbuatannya, dia akan tetap tinggal di Kastel Pribadinya dan tidak akan memiliki keturunan."


"Kedua, Roxanne, istri Elios akan menjadi istri Eris."


"Istri Eris?" Saudara Arkas merespons hal itu. "Dia? Wanita dari luar peternakan? Kakak Pertama, kamu sadar jika nyawamu melayang di usia empat puluh tahun maka Eris akan jadi pengganti dan otomatis istrinya menjadi Nyonya Utama? Beritahu aku, apa yang bisa dilakukan mantan istri Elios yang terbuang?"


"Aku mencabut hak waris Eris sebagai gantinya."


Ekspresi semua orang, bahkan Askala langsung berubah mendengar itu. Tapi Eris sebagai orang yang disebutkan tidak bereaksi sama sekali.


"Lalu karena pencabutan hak waris Eris adalah hal ketiga, maka hal keempat adalah Sanya diakui sebagai anggota keluarga Narendra."


"Aku penasaran dengan yang satu itu. Di mana adik baru kita?" timpal mereka.


"Sanya mendapat siksaan berat sejak berusia empat tahun. Dia harus ditempatkan di tempat khusus sampai dia cukup sembuh. Lalu hal kelima, hal terakhir, adik-adikku ...."


Arkas menatap mereka semua dan mengembuskan napasnya sekali lagi.


"Berhenti menyusahkan aku."


Mereka semua justru tertawa padahal Arkas serius.


*

__ADS_1


Dukung karya ini dengan like 👍 kalian dan mampir ke karya author lainnya 👇


__ADS_2