Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
65


__ADS_3

"Itu sungguhan?" Elios langsung tahu ia memang tak bisa mengabaikannya. "Nama mereka kebetulan sama, kamu tidak berpikir begitu?"


"Mungkin kebetulan jika silsilah keluarganya tidak dicatat."


"Dengan kata lain, dia keturunan dari Ibu Pendiri? Maksudmu wanita yang dua ratus tahun lalu memegang Narendra?"


"Aku berpikir begitu."


Nyonya Narendra Pertama dua ratus tahun silam. Dia disebut sebagai satu-satunya Nyonya Narendra yang kedudukan di atas Narendra.


Bukan hanya dicintai oleh pemimpin Narendra alias suaminya, dia juga terkenal sebagai adik ipar favorit pendiri Narendra, Lio Narendra. Dan Lio Narendra adalah pewaris 'Yasa' terakhir sebelum dia membunuh semua keluarganya sendiri dan mengubah itu menjadi Narendra.


Kalau benar Sanya keturunan wanita itu, maka besar kemungkinan Sanya bisa diakui sebagai Narendra.


"Kukira anak haram Trika Narendra hanya Iaros." Elios mengusap-usap dagunya. "Apa ada catatan dia punya anak haram lain?"


"Tidak. Tidak ada catatan mengenai itu. Dalam buku harian anak-anaknya pun tidak ada. Kurasa memang tidak ada."


"Lalu bagaimana dia punya nama Abkariza?"


"Aku belum bisa memastikan itu." Daniel mengangkat bahu. "Tapi, Sanya adalah keberadaan yang unik, mengarah ke bahaya. Jika secara sengaja dia datang ke Narendra melalui peluang jadi istrimu, itu sudah cukup membuktikan niatan Sanya tidak menyenangkan untuk kita."


"Langsung bunuh saja?" Elios tidak mau membiarkan hama berkeliaran tanpa tahu tempat.


"Jika Arkas tahu asal-usulnya, menurutmu siapa yang selanjutnya dia tebas?"


Elios.

__ADS_1


Arkas itu sangat konservatif. Yah, semua Narendra begitu termasuk Eirene sendiri. Jika Eirene tahu ada keturunan Trika Narendra sampai saat ini, dia mungkin akan langsung meminta Arkas untuk mengambil anak itu dan mencatatnya sebagai Narendra dari lahir.


"Sanya secara sengaja mengusulkan Roxanne padaku." Elios bergumam kecil. "Awalnya kukira itu karena dia mau menghindariku, tapi kalau dipikir dari sudut pandang berbeda, apa dia sedang mengetes sesuatu? Atau dia menggunakan Roxanne?"


"Bisa jadi."


Elios menutup wajahnya tiba-tiba dan terkekeh. "Aku kebetulan juga membenci tikus. Akan lebih baik makhluk seperti itu dilenyapkan agar tidak membuatku kerepotan."


"Besar kemungkinan Arkas sudah tahu."


"Aku tinggal membuat seakan-akan istriku saling membunuh karena suaminya terlalu tampan, kan? Mudah sekali."


Sekarang Elios punya alasan lain menemui Sanya, jadi sepertinya permintaan Roxanne akan ia penuhi.


Sambil menjalankan rencananya untuk istri tidak tahu diri itu, Elios akan coba mengorek apa yang Sanya ingin lakukan di tempat ini.


*


Ada sesuatu yang Roxanne curigai karena Elios tiba-tiba sudah menyuruhnya pergi sekalipun belum sebulan berlalu.


Dia sendiri yang berkata minimal sebulan, tapi dia berubah pikiran dan mau langsung bertemu Sanya?


Tentu saja, walau curiga, Roxanne sulit memastikan. Ia pada akhirnya harus pergi dari kamar pengantin itu, turun ke lantai dua, di kamarnya yang awal.


Pikiran Roxanne bercabang-cabang karena tingkah Elios. Ia merasa sakit kepala hanya dengan mencari kemungkinan alasan dia mengubah pikirannya.


Tapi, sebelum jawaban didapatkan, Roxanne sudah dikejutkan akan kehadiran seseorang di kamarnya.

__ADS_1


"Halo." Sanya tersenyum manis padanya. "Senang bertemu denganmu, Kak."


Hah? Siapa yang dia panggil Kak?


"Sanya." Roxanne batal menutup pintu sebab ia mau menutupnya jika anak sialan ini sudah pergi. "Kurasa masuk ke kamar orang lain tanpa izin itu tindakan tidak sopan. Bahkan dalam keluarga ini."


"Aku datang diam-diam jadi aku harap Kakak tidak keberatan."


Berhenti menyebutku kakak, ucap Roxanne dalam hati, menahan kesal.


Beraninya dia bersikap polos setelah mengorbankan Roxanne tanpa dosa kemarin-kemarin.


"Maaf tapi aku lelah setelah melayani Tuan Muda, jadi bisakah kita bicara nanti? Saat aku sudah tidak lelah."


Tidak ada gunanya bicara jadi Roxanne tidak akan mau bicara padanya.


"Apa soal aku menyarankan nama Kakak pada Elios?"


"Elios? Kamu menyebut Tuan Muda dengan sebutan tidak pantas?"


"Tapi Kakak menyebut Elios dengan sebutan tidak berguna, pecundang dan hal-hal sejenis itu."


Roxanne membeku. Seketika itu ia sadar kalau anak di depannya tidaklah sepolos yang terlihat.


*


.

__ADS_1


__ADS_2