
"Nona Muda Eirene mengakhiri hidupnya sendiri," ucap Athena, ibunda dari Arkas sekaligus istri kedua dari pemimpin Narendra.
Pertemuan besar diadakan hanya beberapa jam setelah itu, membahas mengenai kematian Eirene.
Dalam sejarah Narendra, tidak pernah ada keturunan mereka yang mengambil jalan bunuh diri.
Ada yang tercatat dalam sejarah, namun itu adalah setengah Narendra. Mereka yang keberadaannya sudah diputus sejak beberapa generasi di atas mereka.
"Nona Eirene mengandung anak Tuan Muda Elios. Beliau mengambil keputusan itu sendiri atas nama kehormatan."
Lalu, secarik surat diserahkan pada ayahanda Arkas, pemimpin Narendra saat ini.
"Itu yang tertulis jelas. Nona Muda berharap kematiannya diterima."
Arkas langsung mendongak. "Diterima? Kematian adikku?"
Dalam keluarga Narendra, wanita Narendra memang tidak boleh menikah dan punya anak. Tapi, tidak ada satupun dari mereka yang dianggap tidak berharga.
Justru karena itulah. Justru saking berharganya, seluruh anak perempuan Narendra akan selalu dijaga dan dihormati.
Kehormatan terbesar keluarga ini diletakkan pada anak-anak perempuan mereka.
__ADS_1
"Ibunda, berhenti membuat lelucon." Arkas yang selalu tenang bahkan langsung memukul meja, membuat semua orang terkejut. "Aku akan membunuh anak sialan itu. Akan kupastikan dia mati tersiksa karena melukai adikku."
"Arkas, tenangkan dirimu." Kepala Keluarga membuka suara. "Diam dan diskusikan semuanya di sini. Bagaimanapun Eirene yang melakukannya sendiri."
"Apa Ayah barusan menyalahkan Eirene?"
"Ayah tidak berkata begitu. Tapi Elios tidak—"
"Dia bertanggung jawab penuh atas kematian Eirene." Arkas menekan setiap kalimatnya baik-baik, sedikitpun tak mau menerima jika ada seseorang menyuruhnya terima akan kematian Eirene. "Dia, harus, bertanggung jawab."
"Aku setuju," ucap salah satu adik laki-laki Arkas. "Eirene memang membuat keputusan tapi itu semua juga karena Elios. Dia harus bertanggung jawab atas kehormatan Eirene."
"Itu keputusan gegabah, Arkas." Athena mencoba menenangkan Arkas, yang keputusannya akan cukup berat ditentang. "Tentu saja, Ibunda tahu Tuan Muda Elios bertanggung jawab. Akan tetapi, membuat Tuan Muda bertanggung jawab tidak membuat Nona Muda kembali hidup."
Arkas berucap seakan Elios sendiri bukan adiknya. Dan Arkas memang mengakui bahwa kasih sayangnya tidaklah adil antara pria Narendra dengan wanita Narendra.
Ia benar-benar sangat mencintai semua wanita Narendra yang akan berada dalam naungannya, sementara Arkas tidak terlalu peduli pada pria Narendra. Mereka melakukan apa pun, Arkas tidak mau tahu.
"Lalu apa maumu?" tanya Ayah sebagai Pemimpin Keluarga. "Seperti kata Ibumu, menguliti Elios pun tidak akan membuat Eirene hidup lagi."
Arkas menunduk, membuatnya terlihat seperti dikelilingi awan gelap yang begitu pekat. "Aku akan membuang Elios dari Narendra."
__ADS_1
Untuk pertama kali, Ibunda dari Elios bereaksi setelah berjuang keras menahan perih di hatinya. "Tuan Muda, tolong pertimbangkan—"
"Aku mempertimbangkan harga dari nyawa Eirene, Bibi Medea. Aku bahkan merasa aku sedang menghinanya sekarang." Arkas terus menggertak giginya marah.
"Sebagai pewaris Narendra, aku memutuskan Elios dibuang dari keluarga ini. Namanya bukan lagi Narendra, hak-hak Narendra akan dicabut darinya kecuali beberapa, dan dia harus bekerja di bawah Narendra tanpa upah sepeserpun."
"Aku akan memberinya makan, memberinya pakaian, juga pada istri-istrinya, tapi dia bukan lagi Narendra. Dia budak Narendra. Dia tidak punya kehormatan Narendra lagi, tidak akan pernah lagi menginjakkan kaki ke tanah Narendra, dan aku melarangnya punya keturunan dari istrinya yang mana pun."
Semua orang tercengang akan keputusan itu, tapi tidak ada yang membuka suara karena membiarkan Kepala Keluarga saja yang berbicara.
"Itu sedikit bisa menghinanya atas dosa menyakiti harta berharga Narendra," timpal Kepala Keluarga. "Tapi, Arkas, Ayah merasa itu bukanlah sebuah hukuman. Jika memang kamu tidak bisa mengampuni Elios, Ayah menyarankan untuk menggantungnya saja."
Arkas tampak sedikit gila saat dia bergetar marah. "Ayah, itu tidak menyiksa."
"Apa?"
"Anak itu akan selesai menderita begitu dia mati. Aku tidak bisa. Aku tidak mau membiarkan dia semudah itu."
Ini pertama kali Arkas menunjukkan kebencian yang begitu dalam pada seseorang, terlebih itu adiknya sendiri.
"Aku akan tetap menjaga Eirene. Bekukan jasadnya dan letakkan di tempat paling mulia di Kastel Bintang. Lalu Elios," Arkas menatap dingin permukaan meja di depannya, "beri dia siksaan sebagai pengkhianat."
__ADS_1
Sejak saat itu, Arkas menjadi sangat brutal tiap kali harus berurusan dengan Elios.
*