Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
81


__ADS_3

Di malam yang sama namun di sisi yang berbeda, Graean baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Jam telah menunjukkan saat istirahat, dan Graean dapat kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


"Nyonya, air mandi Anda sudah siap." kata pelayan. 


"Terima kasih," ucap Graean sambil melepaskan tusuk konde emasnya, dan membiarkan rambut silver-nya tergerai.


Benda tersebut kemudian diserahkan pada pelayan saat Graean berjalan menuju ruang mandi. "Dimana Tuan Muda?" tanya Graean. 


"Beliau menghabiskan waktu sebentar di kamarnya sebelum keluar. Sekarang Tuan Muda sedang berada di ruang lukisan."


Nampaknya Elios merindukan Eirene hampir setiap hari. Namun, Graean hanya tertawa kecil memikirkan hal itu, dan beristirahat dalam kolam mandi yang beraroma mawar, meski sebenarnya ia sibuk memikirkan hal yang membuatnya terganggu.


Graean tidak cemburu jika Elios hanya mencintai Eirene, asal ia menjalankan tugasnya sebagai suami dan Narendra dengan baik. Namun, Elios tampak mencintai Eirene secara tidak adil. 


Elios telah menghabiskan lebih banyak waktu memikirkan Eirene daripada Graean sendiri.


"Aku lelah," gumam Graean pada dirinya sendiri. 


Graean lelah bekerja, tapi ia merasa lebih lelah menjalani hidupnya sekarang. Lucu, Graean berpikir, bahkan jika Elios tidak diusir dari Narendra, dan Eirene masih hidup, mungkinkah ia tetap merasa lelah?


Graean tertawa kecil saat hatinya merasa sepi.


Nyaris saja Graean tertidur dalam kolam mandinya ketika tiba-tiba sesuatu membuat Graean berbalik.

__ADS_1


Wanita itu terkejut. Nyaris tak bisa menangkap sebuah belati yang dilayangkan padanya, siap menembus punggung Graean.


"Hm? Wanita dari peternakan memang berbeda."


Suara itu ... Sanya?


Suara langkah pelan itu semakin dekat. Memunculkan sosok perempuan mungil memegang sejumlah belati kecil di tangannya.


Darah dari salah satu belati di sana menunjukkan dia membunuh pelayan Graean di kamar.


"Kamu bertindak lebih cepat dari dugaanku." Graean merespons tenang.


Melompat naik ke permukaan meskipun ia tak bisa meraih kimono untuk menutup tubuhnya. "Sanya Abkariza? Benar itu namamu? Bagaimana caranya kamu masuk ke tempat ini tanpa ketahuan?"


Sanya tersenyum. "Nyonya Pertama sedang berpikir menangkapku?"


"Pengkhianat? Siapa yang aku khianati?" Sanya melempar kimono pada Graean.


Walau bingung mengapa dia melakukannya, Graean langsung memakai kimono itu.


Kurasa dia percaya diri bisa menang? Graean mengamatinya. Tapi dia jelas tahu mau apa pun alasannya setelah ini dia pasti mati.


Lalu kenapa dia repot-repot memberi kimono?

__ADS_1


"Kamu tidak menganggap dirimu pengkhianat?"


"Kenapa aku pengkhianat, Nyonya? Elios bukan Narendra. Tidak ada keharusan dalam mematuhi siapa pun yang bukan Narendra."


Graean mendengkus. "Babi peliharaan seharusnya tidak perlu mengurusi hal seperti Narendra atau Yasa. Cukup makan makananmu dan tunggu waktu kamu perlu digunakan."


"Hmmmm, benar juga." Sanya mengambil posisi bersiap. "Kalau begitu kamu harus mati agar aku berhenti jadi babi."


Dalam sekejap mata, Sanya sudah berlari mengayunkan belati di tangannya. Graean menangkis serangan itu cekatan, tapi terkejut akan kekuatan dari pukulan Sanya.


Berat. Tangannya kecil tapi kekuatan pukulannya tidak masuk akal.


Istri Elios dari kalangan biasa mana mungkin punya kemampuan bertarung seperti ini. Hanya istrinya dari peternakan yang bisa dan sekarang hanya tersisa Graean.


"Sepertinya aku punya banyak pertanyaan untuk kamu." Graean menendang perut Sanya tapi di waktu yang sama siku anak itu menekan pergelangan kaki Graean.


Rasa sakit yang tajam itu membuat Graean mengernyit. Bukan peduli pada sakit tapi semakin merasa tak senang.


Berbahaya. Kemampuan bertarung Sanya bukan pada level bela diri biasa.


Graean agresif menyerangnya. Sadar bahwa jika ia biarkan, Sanya akan mendapat lebih banyak keuntungan dsri banyaknya senjata.


Tapi Graean justru dibuat berkeringat oleh setiap gerakan gadis kecil itu.

__ADS_1


Sanya Abkariza. Sebenarnya siapa dia dan apa tujuannya?


*


__ADS_2