
"Roxanne, ini aku."
Sejak tadi, Roxanne menunggu kedatangan Elios. Sanya berkata padanya kemungkinan Elios baru datang setelah dia selesai berbicara dengan Arkas. Tapi yang mengetuk pintu kamarnya bukanlah Elios, melainkan Arkas.
Pria itu datang sementara kedua tangannya dililit perban.
"Apa yang terjadi?" Roxanne ingin bangun dari kasur untuk menyambutnya, tapi sebelum itu terjadi, Arkas lebih dulu menjatuhkan diri ke pelukan Roxanne.
Tentu saja, Roxanne terkejut. Tangannya sempat tertahan di udara, tak tahu harus melakukan apa.
Walau akhirnya ia memeluk pria itu.
"Ada apa, Tuan Muda?" Roxanne bisa merasakan tarikan napas Arkas yang frustrasi. "Apa Tuan Muda Elios menyusahkan Anda lagi?"
Arkas mengubur wajahnya ke bahu Roxanne. "Entahlah." Arkas terus mengeratkan pelukannya. "Menurutmu aku harus bagaimana?"
Kenapa dia bertanya pada Roxanne? Memangnya Roxanne bisa memberi saran apa ketika mereka semua hanya melihat Roxanne sebagai orang bodoh?
"Terkadang," Arkas mendongak padanya, "aku berharap keluarga ini tidak bertahan."
__ADS_1
Ah, sekarang Roxanne mengerti maksud Sanya. Dasar iblis menakutkan. Bagaimana bisa dia bahkan tahu kelemahan orang yang jarang dia temui?
Arkas itu sangat bertanggung jawab. Dia mementingkan Narendra di atas segalanya. Tapi justru karena itulah dia yang paling dan sangat lelah terhadap Narendra itu sendiri.
Dia menyembunyikan rasa muaknya terhadap tanggung jawab.
"Semua orang menyembunyikan kesalahan dan kelelahan mereka, Tuan Muda." Roxanne berbisik lembut. "Jika Anda lelah bertanggung jawab, maka Anda perlu beristirahat sebentar dan mengumpulkan tenaga sebelum kembali bertanggung jawab."
Arkas tertawa. "Itu benar."
"Tidurlah. Saya akan menemani Anda sepanjang malam."
*
Tidak ada suara sama sekali. Nampaknya Arkas juga sudah tidur di dalam sana. Di pelukan Roxanne.
"Dia menjadi sangat sensitif." Eris bergumam. "Sampai-sampai pergi ke sisi Roxanne daripada istrinya, apa karena Elios?"
Tidak. Ucapan Elios tadi memang sedikit mengguncang Arkas, tapi kebencian Arkas pada Elios itu tidak sedikit jadi seharusnya dia tidak terlalu terganggu.
__ADS_1
Kalau begitu kenapa Arkas terkesan sangat terganggu?
"Apa Roxanne yang mengganggunya?"
Sekalipun Eris tahu segalanya—tapi segalanya itu sendiri relatif dan tergantung situasi.
Eris sedikitpun tidak bisa tahu perubahan suasana hati Roxanne apalagi perubahan tujuan dan keinginannya. Karena itulah Eris tetap tidak tahu kenapa Arkas datang pada Roxanne, atau sejauh apa keterlibatan Roxanne dalam hal ini.
"Pada awalnya aku merasa seperti dia hanya dikendalikan oleh Sanya." Eris mengingat hari-hari yang ia habiskan bersama wanita itu. "Tapi sekarang rasanya dia dan gadis itu mulai berbeda jalan."
Kenapa ya? Apa Sanya cuma sengaja membuat Eris bingung? Tentu saja Eris tidak tahu apa tujuan Sanya, tapi dari watak dan karakter gadis itu, membuat Arkas dan Roxanne berada di pihak yang sama itu sedikit tidak masuk akal.
Hah. Eris sedikit lelah memikirkan semua ini.
"Aku merindukan Roxanne." Eris tak bisa melihat namun ia membayangkan tangannya memegang Roxanne.
Dia gadis yang membuat Eris tidak berhenti memikirkannya. Tidak istimewa, tidak pintar, tidak peka, dan tidak memahami hal yang sebenarnya mudah dipahami bagi Eris.
"Wanita yang biasa saja," ucap Eris seraya tersenyum. "Sangat berbeda dari Nernia."
__ADS_1
Saking biasa dan tidak istimewanya, Eris jadi terus ingin bersamanya. Kenapa dia harus jadi istri Elios? Padahal kalau dia istri Eris, ia benar-benar akan menjaganya.
*