
"Tuan Muda, ini Graean."
Elios membuka sedikit matanya bersamaan dengan pintu kamar terbuka, memunculkan sang istri pertama. Kepala Elios sedang berbaring di paha Mariana, dalam posisi masih setengah tak berpakaian.
"Jika soal izin tentang sesuatu, pikirkan saja apakah aku akan setuju atau tidak. Aku sedang malas bekerja."
"Tidak, Tuan Muda. Saya baik-baik saja mengurus pekerjaan. Ada hal lain yang ingin saya sampaikan."
Elios mau tak mau duduk. Tak melirik lagi ketika Mariana beranjak ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Kalau Graean sampai datang menemui Elios, pasti ada informasi yang cukup penting, kan?
"Baru saja, Dioris tiba secara resmi dengan membawa tugas dari Tuan Muda Pertama." Graean mengulurkan surat pada Elios. "Dioris bilang Tuan Muda Pertama menitipkannya untuk Anda."
Elios membuka surat itu cuma untuk menemukan sebaris tulisan tangan Arkas yang menyebalkan.
...**Roxanne selalu dalam bahaya setiap kali bersamamu,...
...jadi untuk sekarang aku menugaskan Dioris melindunginya....
...Jangan berpikir menyakiti Dioris lagi**....
"Cih." Elios membuang surat tidak berguna itu. "Harusnya anak itu kubunuh dari dulu."
Dioris sudah tidak berguna sejak Eirene pergi. Karena memang satu-satunya tugas dia hidup adalah melayani Eirene sebagai pengawalnya.
Tapi Arkas mempertahankan Dioris sejak awal. Sekarang dia mengulurkan Dioris pada Roxanne hanya karena dia tahu bahwa Elios pasti akan kesal.
__ADS_1
"Tidak ada yang bisa melampui sifat menyebalkan Kakakku, benar kan?" Elios mendengkus. "Terserah. Lakukan saja yang dia mau. Tapi beritahu Dioris tidak muncul di hadapanku."
"Tuan Muda, sejujurnya ini tidak nyaman bagi saya."
Elios beranjak dari kasur. Memasang kimono hitam di tubuhnya saat menoleh pada Graean.
Tidak biasanya Graean mengatakan sesuatu semacam itu.
"Dalam arti?" tanya Elios, meminta penjelasan.
"Arus yang terjadi di kediaman ini, saya merasa itu bukan sesuatu yang sederhana. Bukan hanya gejolak tanpa arah."
Sebenarnya Elios tidak memikirkan itu karena ia tak peduli mau bagaimana rumah ini berantakan, tapi jika Graean sampai menyampaikannya, itu berarti dia memang merasakan ketidaknyamanan biasa.
Masalahnya, kalau dia membicarakan arus yang berubah, mau tak mau mengarah pada Roxanne, kan? Memangnya gadis tanpa sesuatu kecuali tubuhnya itu bisa apa?
"Lalu, maksudnya aku harus berhati-hati?"
Graean maju tanpa diminta, meraih tangan Elios untuk melihat lukanya.
"Saya hanya merasa ada hal tidak menyenangkan dan itu harus dihentikan untuk ketenangan Anda. Tapi, saya mengakui kebodohan saya karena tidak bisa mengetahui apa itu."
Elios hanya diam melihat Graean menyentuh lukanya penuh kehati-hatian.
Sejak awal bersama, sejak awal pernikahan, Graean selalu sama. Dia selalu menunjukkan bahwa dia mencintai Elios dan dengan cintanya itu dia akan melakukan apa pun untuk Elios.
Cara Graean mencintainya adalah cara yang paling Elios senangi, karena Graean tidak pernah menuntut. Dia sekalipun tidak pernah menunjukkan kecemburuan sekalipun Elios tahu dia pasti cemburu pada Eirene.
__ADS_1
Jika ditanya apakah Elios mencintai Graean meski sedikit, jawabannya jelas tidak. Tapi jika ditanya apakah ia menghormati Graean sebagai istrinya, Elios mungkin akan menjawab ya.
Hanya Graean.
Oleh karena itulah Elios meletakkan kepercayaan penuh. Bagi Graean, Elios adalah segalanya melampaui dirinya sendiri.
"Sanya."
Sepertinya Elios tidak bisa membendung itu lagi. Graean sudah sadar jadi lebih baik dia tahu.
"Anak itu, kurasa dia memiliki sejarah kekerabatan dengan Narendra."
Graean tersentak. Langsung mendongak menatap Elios meski kedua mata sang suami tertutup kain.
"Apa maksud Anda? Kerabat Narendra? Maksud Anda sisa-sisa Yasa?"
"Tidak. Itu bukan Yasa. Lagipula, Lio Narendra pasti sudah memastikan seluruhnya terputus sebelum kematiannya." Elios kembali menjatuhkan diri ke kasur setelah seluruh pakaiannya terpasang. "Itu Trika."
"Maaf?"
"Aku belum tahu hubungan mereka apa, tapi nama anak itu dan nama asli Trika Narendra, Bintang Abkariza, itu sama. Namanya Sanya Abkariza. Besar kemungkinan dia sengaja masuk ke kediaman ini untuk tujuan tertentu."
"Jika itu soal Nyonya Pemimpin Pertama, Sanya bisa diakui sebagai Narendra."
"Ya, tentu dia bisa tapi dia tidak melakukannya dan memilih jadi istriku."
Perasaan tidak nyaman mengenai arus berubah yang Graean rasakan, kemungkinan itu karena Sanya.
__ADS_1
Perubahan yang coba Sanya lakukan.
*