
"Anda ingin pulang?"
Arkas menoleh pada suara yang tak dikenalinya. Di hadapannya, seorang gadis cantik dengan wajah mungil khasnya tersenyum manis. Meski Arkas dapat merasakan pesona dan kegemasan gadis tersebut, namun ia butuh waktu lima detik untuk mengingat namanya.
"Sanya?" tanya Arkas, dengan senyum tipis di wajahnya. "Aku harus kembali karena pekerjaanku menunggu, tapi aku akan kembali besok untuk memastikan kondisi Roxanne dan Elios."
Arkas merasa penasaran kenapa istri Elios memanggilnya terlebih dahulu. Dari pengalamannya, hanya Graean dan Roxanne yang berani berbicara dengannya di rumah itu. Arkas menduga mereka berpikir bahwa Arkas dan Elios sama, jadi mereka memperlakukan Arkas dengan rasa takut. Namun Sanya berbeda. Karena itulah, Arkas senang menggali lebih dalam mengenai maksud panggilan dari Sanya.
"Anda memperhatikan kami dengan baik, Tuan Muda. Itu adalah sesuatu yang kami syukuri bersama."
Meski Sanya tersenyum ramah, namun hati Arkas tidak sepenuhnya percaya pada ucapan itu. Dia merasa ada yang tidak beres.
Setelah hidup lebih dari tiga puluh tahun, Arkas merasa ia sudah cukup memahami bagaimana seseorang seperti Sanya itu. Sanya suka menyembunyikan maksud sebenarnya dibalik kalimat halus dan bertele-tele. Kalau terpedaya, seseorang bisa kebingungan dan sulit memahami apa maksud sebenarnya.
__ADS_1
Sanya menambahkan, "Aku merasa telah berbuat banyak kesalahan pada kalian. Aku tidak merasa pantas untuk disyukuri."
Namun senyum Sanya dan maksud dari kalimatnya tidak sejalan. Arkas mengetahui bahwa perempuan ini sebenarnya setuju pada pernyataannya bahwa dirinya melakukan kesalahan dan tidak berguna.
"Lalu, apa yang ingin kamu sampaikan padaku, Adik Ipar?" tanya Arkas dengan sopan.
"Apa Anda mengizinkan?"
"Mengapa tidak? Katakan saja."
Arkas merasa tersentak kaget mendengar Sanya menghina dirinya dengan terang-terangan dalam percakapan. Namun, ia tidak ingin memperlihatkan kebingungan atau marah pada Sanya. Arkas merasa heran kenapa istri Elios yang pendiam dan pemalu tiba-tiba saja menunjukkan sikap berani sekarang. Arkas merasa telah lama tidak berhadapan dengan orang seperti ini, dan dia mengingatkan pada Eirene.
"Lalu, apa yang menjadi saranmu?" tanya Arkas, mencoba mengambil inisiatif.
__ADS_1
Sanya hanya mengusap dagunya dan memalingkan wajahnya ke samping. "Saya adalah perempuan bodoh jika dibandingkan dengan istri Anda, Tuan Muda, jadi apa yang bisa saya jadikan saran? Saya hanya bisa mengutarakan keluhan tanpa saran."
Dalam kata-kata Sanya, Arkas dapat merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Ia menyadari bahwa Sanya hanya merahasiakan maksud sebenarnya di balik kata-kata yang tidak jelas.
"Yang mana artinya, 'pikir saja sendiri'," kata Arkas dalam hatinya.
Namun, tiba-tiba dalam percakapan, Sanya menyebut tentang Roxanne. Arkas dapat merasakan bahwa di balik ucapan Sanya, ada pesan penting yang ia ingin sampaikan.
Saat Arkas bertanya lebih lanjut, Sanya mengatakan, "Saya hanya ingin memastikan bahwa Anda melindungi Kakak Roxanne. Saya menyukainya karena usianya tidak jauh berbeda dengan saya."
Arkas dapat merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam kata-kata Sanya. Namun ia merasa tertarik dengan keberanian dan sikap tegas Sanya. Ia lalu menyatakan, "Baiklah, aku akan memastikan Roxanne tidak terjatuh atau tercekik lagi."
Namun Arkas masih ingin tahu apa maksud Sanya sebenarnya, dan ia akan terus memperhatikan pergerakan Sanya.
__ADS_1
*