
Kebencian Arkas pada Elios pasti sangat besar sampai-sampai tempat kurungannya dibuat sangat jauh. Roxanne bahkan sampai lelah berjalan di lorong bawah tanah sebelum akhirnya menemukan tempat Elios dikurung.
Pemandangan di sana pun mengerikan.
Elios berada dalam posisi berlutut. Kedua tangannya dirantai, matanya tertutup dan mulutnya sampai mengapit besi. Pemandangan yang menunjukkan betapa dia dihinakan.
"Nyonya." Daniel di depan kurungan Elios langsung menyapanya. "Bagaimana bisa Anda datang ke sini?"
"Tentu saja izin dari Tuan Muda Pertama." Roxanne terus memandangi Elios di sana. "Aku datang membawa makanan untuk Tuan Muda. Buka selnya."
Daniel langsung membuka pintu sel sesuai kata Roxanne. "Mohon maaf membuat Anda harus melakukan hal seperti ini saat terluka."
Padahal Roxanne tidak melakukannya demi Elios. Ternyata Daniel dan Zack benar-benar menganggap Elios teman, yah?
"Buka besi di mulut Tuan Muda."
Daniel melakukannya sesuai perintah Roxanne. Lantas dia keluar, meninggalkan Roxanne berdua dengan Elios saja.
"Kamu mendengarku, Elios?"
Rantai Elios berbunyi ketika dia bergerak samar. "Istriku," gumamnya lemah. "Aku membuatmu melihat hal menyedihkan lagi."
Roxanne tersentak. Ia pikir Elios akan kembali pada karakter aslinya, berkata bahwa Roxanne sangat meniijikan berpura-pura peduli. Tidak mungkin benar Elios sudah berubah, kam?
Tidak, kan?
__ADS_1
"Kamu seharusnya tidak perlu datang." Elios berbicara lemah dan nyaris seperti tidak berdaya. "Bukan tugasmu melihat hal seperti ini."
Roxanne padahal ingin mengatakan banyak hal tadi, tapi respons Elios yang terdengar sangat lemah ini membuatnya lupa.
"Kamu," Roxanne menelan ludah, "kamu tidak bosan pura-pura bersikap baik?"
"Pura-pura bersikap baik? Jadi kamu menganggap aku pura-pura bersikap baik, Roxanne?" Elios tertawa kecil. "Tidak salah memang. Jelas kamu berpikir begitu setelah semuanya."
"Tapi—"
"Aku sudah bilang aku menyesal," kata Elios putus asa.
Elios seperti ingin maju mendekatinya, karena suara rantai itu terdengar nyaring menahan pergerakan dia.
"Aku menyesali apa yang terjadi di antara kita jadi, Istriku, jika bisa lupakan saja," ucap dia memohon. "Tentu saja, pastinya sulit."
Elios tidak melawan. Dia juga tidak tertawa gila lagi. Dia berucap lemah mengakui penyesalannya dan membuat itu terdengar seolah dia sakit memikirkan segala perbuatannya.
"Kamu tidak mencintai Eirene lagi?" tanya Roxanne pelan. Menganggap itu adalah cara memastikan.
"Eri segalanya bagiku." Elios menjawab tulus. "Segalanya. Aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa berhenti mencintai Eri."
"...."
"Tapi itu tidak membuat aku tidak bisa menerima siapa pun lagi. Kalian istriku juga memiliki tempat spesial di hatiku."
__ADS_1
Bolehkah Roxanne percaya? Jika Elios sungguhan sudah berubah, paling tidak sadar akan tugasnya, berarti Roxanne bisa sedikit damai. Ia tak perlu lagi mempertaruhkan nyawa untuk bertemu Elios atau pertikaian dengan istri Elios.
Dan kalau dipikir lagi, jika semua hanya akting, apa harus sampai seperti ini?Waktu sudah berlalu cukup lama sejak Elios mulai berubah, dan sedikitpun dia belum pernah menyakiti siapa pun lagi.
"Roxanne," bisik Elios. "Mungkin terlambat mengucapkan ini tapi ... tolong, maafkan perbuatanku menyakitimu. Fisik ataupun hatimu, maaf sudah melukainya."
Roxanne tertegun.
"Aku tidak minta diberi kesempatan. Aku akan membuktikannya sendiri. Lagipula, Graean sudah pergi, jadi memang aku harus berusaha keras untuk kalian."
Roxanne menggigit bibirnya. Padahal ia datang cuma mau membawa makanan dan memastikan Elios hidup agar Roxanne tidak menjanda, tapi dia malah mengucapkan kalimat semacam itu.
Maaf. Seorang Narendra yang haram berucap maaf sungguh-sungguh minta maaf. Haruskah ia benar-benar percaya?
"Kamu berjanji?"
Elios tersenyum sekalipun tidak melihat wajah Roxanne. "Narendra tidak menebar janji. Kami menepatinya dengan tindakan langsung."
"...."
"Bisa peluk aku jika kamu setuju? Tentu, tidak jika tidak."
Roxanne sempat diam. Bahkan sampai membuat Elios mengira dia tidak mau. Tapi sejurus kemudian Roxanne mendekat, meletakkan wajahnya di bahu Elios yang dingin. Dia berbau rempah padahal terkurung di sini.
"Tolong jangan lakukan itu lagi," bisik Roxanne. "Saya tidak mau mengalaminya lagi."
__ADS_1
Jika dia bersedia mengemban tugasnya, Roxanne tidak keberatan memanggil dia Tuan Muda lagi.
*