Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
103


__ADS_3

"Eh?" Roxanne mendadak cengo melihat seseorang di depannya. "Dwi?"


Pria yang ia pikir sudah selesai dengan tugasnya merayu Roxanne untuk mencari informasi itu kini berdiri di tempat dia biasa berdiri, memegang piring yang biasa dia pegang dan tersenyum dengan senyum yang biasa dia pasang.


"Ada apa? Aku datang membawa makanan," kata dia seolah semua baik-baik saja.


"Kamu ... bukannya tidak akan kembali lagi?"


"Hm? Kenapa?"


Eh? Bukankah memang begitu polanya? Bukankah dia mau mempermainkan Roxanne saja?


"Sepertinya kamu salah paham akan sesuatu, Roxanne."


Dwi datang untuk duduk di kasur, tepat di sebelah Roxanne dan meletakkan piring makanan di antara mereka.


"Aku tidak pernah bilang seseorang menyuruhku."


Loh? Lalu kenapa dia ....


"Kamu tahu," Dwi tersenyum manis, "menduga sesuatu adalah hal yang boleh dilakukan tapi terlalu cepat mengambil kesimpulan adalah hal bodoh."


Roxanne tertegun.


"Aku tidak bekerja dengan siapa pun untuk datang membawa makananmu atau melakukan hal menyenangkan tadi. Bukankah sudah kubilang? Aku menikmatinya."


"Tapi kamu bilang kamu pekerja!"

__ADS_1


"Tentu saja. Semua pria dalam Narendra adalah pekerja, termasuk Arkas atau Tuan Besar."


Aku dipermainkan. Roxanne mengatup mulutnya dan tak bisa menahan rasa panas di wajah. Dia membuat situasinya seolah-olah begitu lalu sekarang menyalahkan aku!


Dasar badjingan! Memang benar tidak ada pria yang baik di dunia!


"Aku tidak melihat tapi kurasa kamu sedang mengumpati aku." Dwi tertawa tak berdosa. "Maaf, Roxanne. Aku sengaja membuatmu berpikir aku tidak kembali agar kamu menungguku."


"Sudah kuduga!"


"Aku terangsang memikirkan kamu menungguku, jadi kulakukan saja."


Ugh. Roxanne membuang wajahnya yang memerah. "Diam," ucapnya sebal.


Tapi Dwi hanya tersenyum, mengulurkan tangan ke wajah Roxanne. "Makanlah. Aku bersemangat melakukan banyak hal denganmu."


Orang ini ... jauh lebih mesum dari yang Roxanne pikirkan!


*


Ada sesuatu yang salah. Roxanne sudah mulai menyadarinya.


Pertama, Roxanne selalu mengira bahwa Dwi adalah pelayan. Karena dia bolak-balik datang membawa makanan Roxanne lalu memantau kondisinya, juga memanggil Roxanne dengan sebutan Nyonya.


Dwi juga sering minta maaf seperti pelayan pada umumnya. Tutur halus dia, caranya melayani itu seperti pelayan terlatih.


Tapi ... tapi kalau dipikir-pikir, bukankah Roxanne tidak pernah melihat pelayan laki-laki? Yang ia lihat selama ini cuma 'pengawal' yang juga merupakan 'tangan kanan' dari Narendra.

__ADS_1


Tidak pernah ada pelayan selain wanita.


Lalu, kalau mau dibahas, sekalipun tidak setampan Elios, ketampanan Dwi itu selevel dengan Arkas. Tidak terlihat ada tanda dia pria rendahan yang bekerja di bawah perintah orang.


Namun masalahnya Dwi buta. Kalau dia Narendra, bukankah dia bisa mengganti matanya itu dengan mata orang lain? Secara legal pun ada yang seperti itu. Operasi mata dengan mengambil mata orang yang sudah mati agar bisa melihat kembali.


Tapi ... tapi .... Masa dia Narendra?


"Anu, Dwi."


"Hm?" Sikapnya yang tenang dan senyum lembut itu sekarang tampak mencurigakan. "Ada apa? Suaramu gugup."


Roxanne merasa terbebani saat ia mulai yakin orang ini benar Narendra. Entah dari keturunan siapa, kalau dia Narendra, apa Roxanne sekarang tengah melakukan dosa juga?


"Kamu ... namamu ...."


Benar. Apa Dwi benar namanya? Kalau dia Narendra, namanya pasti bukan Dwi. Pasti sesuatu yang selaras dengan Elios dan Arkas. Nama-nama sejenis itu.


"Kamu ...."


Kegugupan Roxanne terjadi karena panik. Ia takut jika benar Dwi adalah Narendra lalu seseorang mengetahuinya, kemudian Roxanne akan dicekik lagi seperti kejadian Sierra dulu.


"Dwi, kamu—"


Bibir Roxanne terbuka gagap, tapi tiba-tiba tertutup oleh sepasang bibir lainnya. Lagi dan lagi Dwi menciumnya. Membelai Roxanne terlalu intens seolah-olah dia haus akan Roxanne.


"Jangan bicara dengan suara gemetaran," bisik pria misterius itu "Aku punya kecenderungan aneh jadi tidak lucu aku melakukan sesuatu di tempat terbuka seperti ini."

__ADS_1


Cara bicara itu, sudah pasti dia Narendra!


*


__ADS_2