Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
43. Lelah dan Mau Beristirahat


__ADS_3

"Eri, kamu masih marah padaku?"


Roxanne tidak merasakan perubahan dalam dirinya atas emosi kemarin, tapi ia tahu pada akhirnya tidak ada yang berubah.


Karena itulah Roxanne tersenyum.


"Tidak lagi. Maaf, Eli."


Elios langsung tersenyum senang. Datang mendekatinya untuk memeluk Roxanne, yang dalam bayangan dia adalah Eirene.


Tangannya mendekap Roxanne erat-erat. Menenggelamkan wajahnya di perpotongan leher Roxanne, tampak sangat nyaman di sana.


"Nona Mulia dari Narendra tidak pantas mengucapkan maaf," gumam Elios lembut. "Akulah yang kurang memerhatikan. Kamu pasti melihat hal buruk sampai-sampai marah padaku. Maaf, Eri."


Jadi seorang Eirene tidak meminta maaf bahkan jika dia membentak Elios, tapi seorang Roxanne harus minta maaf jika hidup.


Hah, lucu sekali.


"Ya." Roxanne membalas pelukan itu sepenuh hati. "Eli."


"Hm? Apa?" Elios berbisik di telinganya. Membelai kulit pipi Roxanne tentu saja sambil menatap cinta Eirene dalam bayangannya itu.


Roxanne tersenyum manis. "Hari ini tidak perlu meminum obatnya."


"Benarkah?"


"Ya."


"Maka baik."

__ADS_1


Elios lagi-lagi tidak mempertanyakan karena semua keputusan Eirene tidak layak dipertanyakan.


"Kalau begitu temani aku makan di dekat taman hari ini. Aku ingin melihat bunga bersama Eri sekarang."


".... Tidak bisa."


"Eh?" Elios malah lebih merespons penolakan atas ajakan makan siang itu. "Kenapa? Kamu masih terganggu?"


"Ya, sedikit." Roxanne memberinya senyum apa adanya. "Bisakah aku pergi sebentar? Hanya sebentar."


Walau Elios tampak ingin menolak, dia membiarkan Roxanne begitu saja. Nampaknya Elios takut jika Eirene membentaknya lagi.


Sementara itu, Roxanne keluar dari kamarnya. Berjalan menuju lantai atas, pergi ke ruangan Graean setelah ia bertanya pada pelayan.


Pelayan tidak mengabaikannya lagi karena Elios menyukai Roxanne.


"Nyonya." Roxanne tak menyangka bahwa ia akan datang untuk mengatakan ini. "Saya datang untuk menyampaikan kalau saya tidak bisa menemani Tuan Muda lagi."


Graean yang duduk di kursi kerjanya langsung beranjak. Berputar ke depan meja hanya untuk bersandar di sana, menatap Roxanne.


"Ada apa? Tuan Muda tidak menganggap kamu Nona Muda Eirene lain?"


"Tidak. Saya hanya ingin beristirahat sebentar. Tentu, kalau bisa."


Graean pasti akan mengizinkan. Roxanne tahu betul bahwa dia tak senang melihat Roxanne sekarang.


Itu terbukti dari caranya melihat Roxanne yang semakin hari semakin memperlihatkan kesan dingin.


"Baiklah. Akan kucoba. Tapi jika Tuan Muda tetap mencarimu, kamu harus datang melayani beliau."

__ADS_1


"Baik, Nyonya."


"Pergilah. Aku harus menyelesaikan banyak urusan di sini. Cari kamar barumu sendiri."


"Baik."


Graean pasti sangat ingin tahu apa alasan Roxanne melakukan ini setelah gencar merebut perhatian Elios. Tapi, Roxanne tidak punya alasan sangat khusus melakukannya.


Ia lelah dan mau beristirahat.


Aku tinggal memberi dia obat lagi lalu duduk di sampingnya sampai sadar, dengan begitu Elios akan mengira aku Eirene. Jadi sekarang atau nanti tidak akan ada masalah.


Kartunya tetap di tangan Roxanne.


Untuk sekarang Roxanne cuma mau beristirahat karena kepalanya serasa ingin pecah dikelilingi oleh banyak hal mengenai Eirene.


Roxanne pergi ke kamar di lantai satu, sekalipun ia sudah tahu bahwa istri Elios setidaknya harus menempat di lantai dua. Toh, tidak ada yang berkata itu tidak pantas untuk kehormatan Roxanne.


Kamar di lantai satu juga mewah, tapi desainnya lebih sederhana dan ukurannya lebih kecil. Kamar mandinya dipisahkan oleh pintu, tidak seperti kamar Roxanne di atas.


Ia beristirahat di sana dengan tenang, bangun untuk mencari dapur sendiri. Walau butuh waktu lima belas menit menemukan dapur, Roxanne tidak banyak bicara.


Masuk ke sana, mencari makanan sendiri sementara pelayan menatapnya.


"Jangan pedulikan aku," ucap Roxanne sambil memasukkan sejumlah buah-buahan ke keranjang. "Abaikan saja kalau itu yang diminta Tuan kalian. Aku bisa mengambil makanan sendiri."


Roxanne berlalu setelah itu, merasa cukup senang karena ia tak harus jadi Eirene.


*

__ADS_1


__ADS_2