Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
26. Harusnya Sadar Diri


__ADS_3

Dua minggu kini berganti jadi tiga minggu. Roxanne hanya bisa memantung melihat Elios tampak sedang menarik napas lalu membuangnya secara teratur, terus menerus.


Sejenak dia menunduk, membiarkan kepalanya begitu saja tertahan oleh belenggu di leher. Kemudian dia mendongak, menyandarkan kepalanya ke tiang sandaran, menatap langit-langit kamar.


Tapi, satu hal yang aneh.


Ketika semua istri Elios bahkan pelayan merasa gelisah atas hukuman tuan mereka, Elios sendiri sedikitpun tidak pernah mengeluh.


Bahkan saat ibunya datang, Elios tidak pernah menyinggung soal pembebasan hukumannya.


Dia seolah tidak pernah peduli.


"Ekspresimu jadi sangat menarik seiring waktu, Roxanne." Elios yang tak pernah bicara mendadak menoleh pada Roxanne.


Perempuan muda itu menahan napas oleh senyum yang terpatri di bibir Elios.


"Ada apa? Kamu mengalami mimpi buruk? Ceritakan padaku. Aku sedang bosan."


Dia tahu semuanya.


Bahkan ketika Graean tidak pernah memberitahunya, dia tahu bahwa Roxanne mendapat permusuhan akibat hal ini.


Alih-alih peduli kapan dia bebas, Elios sepertinya lebih peduli bagaimana dia menikmati kemarahannya pada Roxanne.


".... Sebenarnya kenapa?"


Elios memicing, tak terlalu mendengarnya. "Apa?"


"Sebenarnya kenapa Anda membenci saya?" Meskipun Roxanne ditekan oleh berbagai emosi, matanya sekarang bukan memancarkan kebencian atau ketakutan.

__ADS_1


Itu kekuatan. Sesuatu yang perlahan terbentuk darinya seiring waktu tinggal di tempat ini.


"Anda bukan pria kejam."


"Atas dasar apa kamu bicara percaya diri?"


"Karena Anda tidak menyentuh istri Anda yang lain."


Roxanne memutuskan beranjak dari kursi. Selama tiga minggu ini, Roxanne duduk di sana nyaris dua puluh empat jam.


Awal-awal ia cuma tinggal sampai malam, tapi sekarang Roxanne cuma pergi untuk mandi dan makan sekali sehari, lalu sisanya duduk mengawasi.


Ia tidak dihukum oleh Graean. Tidak ada yang mengusiknya juga. Tapi Roxanne yang menghukum dirinya sendiri, melarang dirinya makan lebih dari sekali agar di masa depan tidak membuat kebodohan ini lagi.


Ia tak boleh membuat kesalahan yang merugikan dirinya sendiri lagi.


"Anda bukan orang yang kejam, sebab delapan istri Anda masih hidup."


Kalau memang pria ini adalah psikopat, lalu kenapa dia tidak turun ke bawah membantai istrinya? Kenapa dibiarkan hidup dan hanya empat yang dibunuh?


Memang ada alasan mereka semua dibiarkan hidup ketika Elios tidak suka?


Sejauh ini pun, yang bekerja mewakili Elios untuk urusan bisnis hanya Graean. Katanya, istri-istri dari kalangan biasa dan bukan pihak peternakan dilarang ikut campur, demi menjaga kerahasiaan Narendra.


Dengan kata lain, selain Graean, istri Elios lainnya tidak berguna. Sedikitpun tidak berguna.


Tapi dia tidak membunuh mereka. Bahkan, yang dia bunuh adalah empat dari peternakan.


"Anda tidak membunuh mereka tanpa alasan. Anda tidak menyakiti seseorang tanpa alasan."

__ADS_1


Tentu saja, bukan berarti alasannya bisa dibenarkan. Tapi dari sudut pandang Roxanne sebagai orang yang mencari cara hidup, bukan siapa benar siapa salah dan siapa adil siapa jahat, yang penting adalah hal itu.


Kenyataan bahwa ada alasannya. Selama alasannya tidak ada, maka Elios tidak menyakiti siapa-siapa.


"Apa yang menjadi kesalahan saya?"


Kini, Elios menatapnya tanpa ekspresi.


"Apa yang Anda benci dari saya, Tuan Muda? Sampai-sampai Anda bersikap berbeda pada saya?"


Beberapa saat Elios diam, tapi sejurus kemudian pria itu menyeringai.


"Aku dibesarkan di keluarga yang sombong, kamu tahu? Saat aku kecil, Ibunda sudah sering berkata bahwa Narendra adalah manusia paling agung di dunia. Tidak peduli bagaimana dunia mau mengakui atau tidak."


Apa yang dia bicarakan tiba-tiba? Roxanne sungguh-sungguh bertanya karena ia harus tahu—


"Tapi kesombonganmu tidak seindah kesombongan Narendra." Elios mengangkat dagunya, tersenyum merendahkan. "Apa yang spesial darimu sampai aku harus punya alasan tidak suka?"


Tidak ada alasan, aku hanya tidak suka. Itulah artinya.


Tangan Roxanne langsung terkepal. Wajahnya sedikit panas oleh rasa malu yang dalam.


Sedikitpun ia tak berniat bicara kalau itu karena dirinya istimewa makanya ia dibenci. Tapi Elios benar-benar mengembalikan itu dengan maksud berbeda.


"Tuan Muda, saya—"


"Orang-orang mengira aku berbeda." Elios tampak bergetar oleh tawanya sendiri. "Orang-orang selalu berpikir bahwa aku tidak menghargai garis keturunanku, tapi Istriku Sayang, aku sangat mencintai darahku sebagai Narendra."


Elios tersenyum penuh ketulusan.

__ADS_1


"Aku tidak mungkin mencintai wanita yang bukan Narendra, jadi hama sepertimu seharusnya sadar diri."


*


__ADS_2