Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
Demi Narendra


__ADS_3

Bertindak cepat saat Eris tidak punya waktu berpikir memamg adalah cara tepat melawan Eris. Ketika Eris sibuk pada Roxanne yang masih tak dapat mencerna segala hal, Askala akhirnya tiba di Kastel Mawar.


Dari jendela kamar, Elios yang melihat langsung berdiri, merasakan ketegangan sekaligus antusias.


"Dia bersama Arkas. Arkas yang membawanya," ucap Elios sendiri. "Eris tidak pernah melibatkan Askala dalam tindakannya."


"Tuan Muda?"


Ini variabel. Ini sesuatu yang sejak awal Elios tunggu. Sekarang ia tinggal menunggu Askala melakukan sesuatu yang cukup gila.


Terserah apa saja, asal itu cukup gila untuk melawan Eris.


Di sisi lain, Eris yang masih memegang tangan Roxanne hanya diam melihat wanita itu tertidur. Roxanne baru saja memejamkan mata setelah dia berkata kepalanya pening. Eris berjanji akan ada di sampingnya, tapi Eris juga terus berpikir harus menemui Sanya.


Di tengah kelemut pikiran itu, pintu kamar Eris tiba-tiba terbuka.


"Kudengar seseorang baru saja bangun."


Eris terkejut mendengar suara Askala. Kenapa dia ada di sini?


"Kupikir kamu sudah kembali ke istanamu," ucap Eris padanya. "Kenapa kamu kembali?"


"Hm? Tentu saja karena aku mendengar situasi yang sangat amat menarik."


Penekanan pada suara Askala membuat Eris mendeteksinya sebagai musuh. Kenapa dia seperti mengajak Eris berkelahi?


"Kenapa situasi Roxanne jadi menarik bagi Nona Muda Narendra sepertimu, Askala?" tanya Eris, berusaha mengerti.

__ADS_1


"Aku tidak bicara tentang wanita itu," balas Askala. "Aku bicara tentangmu."


"Tentangku?"


Eris merasakan Askala berdiri di hadapannya namun ia terkejut Askala menyentuh wajahnya, mengarahkan Eris agar mendongak.


Jika Eris harus mengingat, satu-satunya pria Narendra yang tidak pernah berada dalam jangkauan Askala adalah Eris. Tidak pernah ada waktu Eris merasakan kulit Askala menyentuhnya kecuali sekarang.


"Hoh, lihat wajah ini. Wajah pria yang jatuh cinta pada barang bekas adiknya."


Eris mengerutkan kening. "Kamu cukup luang untuk membicarakan urusan percintaanku sekarang."


"Sejujurnya aku tidak mau," kata Askala, "tapi aku mengingat Nernia."


Eris mendadak tegang. Bahkan meski tidak melihat, Eris tahu bahwa Askala sekarang sedang tersenyum lebar di depan wajahnya.


"Kenapa? Karena Arkas adalah anak pertama dan peraturan Narendra berkata anak pertama adalah pewaris mutlak. Mutlak kecuali dia mati," lanjut Askala.


Eris menangkap tangan Askala dan bermaksud menjauhkannya. Tapi ucapan wanita itu selanjutnya membuat Eris benar-benar tidak bergerak lagi.


"Eirene mati demi menjaga tradisi Narendra. Dia tidak mau mengubah apa pun, sama sepertimu yang begitu setia pada Narendra."


Askala tertawa saat dia menunduk ke telinga Eris.


"Tapi sepertinya di sini ada seekor pengkhianat yang berniat mengubah peraturan Narendra setelah semua hal yang terjadi."


Untuk pertama kali dalam sejarah, Eris memperlihatkan wajah pucat pasi. Pria itu spontan berkata, "Aku tidak—"

__ADS_1


Sayangnya sebelum bisa mengelak, Eris merasakan bahaya mendekati Roxanne dan refleks menahannya.


Rasa sakit yang kuat menyerah telapak tangan Eris. Imbas dari perbuatannya menahan langsung pisau yang ingin Askala arahkan pada Roxanne.


"Jangan menyentuhnya," desis Eris murka.


Tapi Askala terkikik. "Kamu berkhianat."


"Askala."


"KAMU BERKHIANAT!" teriak Askala tiba-tiba, seolah tawanya tadi tidaklah nyata. "KAMU BERANI MENGUSIK PERATURAN NARENDRA SEKARANG SETELAH KAMU MEMBUNUH NERNIA, MENCUNGKIL MATAMU SEPERTI ORANG GILA DAN JUGA MENGABAIKAN KEMATIAN EIRENE?!"


Wajah pucat Eris menunjukkan bahwa ucapan Askala sulit ia bantah.


"Itu istri Elios, Eris."


"Tidak," bantah Eris seperti orang bodoh. "Roxanne sudah bukan milik Elios."


"Dia milik Elios. Akan kukembalikan dia pada Elios."


"Askala!"


"Aku menyukai Nernia." Askala tersenyum angkuh. "Aku sangat-sangat menyukai Nernia dari semua orang yang pernah kutemui dalam hidupku tapi kamu membunuhnya dengan alasan 'DEMI Narendra'. Jika memang begitu, kembalikan wanita di belakangmu pada Elios karena itu peraturan Narendra atau ... kuminta pada Ayah untuk persidangan. Kamu tahu pihakmu yang paling lemah."


Eris menggertak giginya kuat-kuat saat ia tahu Askala berbalik pergi begitu saja.


Sialan! Kenapa mendadak Askala ikut campur pada semua ini? Jangan bilang dia memihak Elios?

__ADS_1


*


__ADS_2