
Setelan kejadian itu, Elios nyaris tak pernah menampakkan diri sama sekali. Pria itu hanya duduk diam di ruangan berisi seluruh kenangan Eirene, menatap lukisan yang dibuat oleh tangannya sendiri sebagai wujud kerinduan akan Eirene.
Alih-alih kemarahan seperti biasa yang ditampilkan, Elios justru hanya menatap sendu wajah kembarannya di lukisan.
"Aku bertanya-tanya," gumam pria itu, "apa jawabanku saat itu salah, Eri?"
Kehamilan Eirene.
Memang, bahkan dalam Narendra, hal itu sendiri masih terlarang. Sejak awal keluarga ini berdiri, hubungan antar saudara memang tidak dilarang.
Kisah cinta dalam sejarah Narendra yang paling terkenal adalah kisah cinta anak haram istri Narendra, Iaros, dengan bidadari cantik Narendra, Lissa Makaria.
Mereka adalah keturunan awal, anak yang lahir saat keluarga ini baru berdiri. Iaros adalah anak hasil perselingkuhan nyonya Narendra, istri pemimpin keluarga Narendra dengan saudara kandungnya sendiri.
Anak haram hasil hubungan sedarah itu kemudian masuk ke dalam Narendra, membuat kekacauan hingga nyonya Narendra memutuskan bunuh diri. Meski bukan alasan utamanya, tapi salah satu alasan kenapa nyonya Narendra bunuh diri adalah karena hubungan asmara antara Iaros dan Lissa yang mengikuti hubungan kotor ibu mereka.
Selain itu, Lissa juga memiliki hubungan khusus dengan saudara bahkan kembarannya.
Sejak saat itulah, tradisi hubungan sedarah dalam Narendra tertanam. Pernikahan sedarah dilarang, namun berhubungan dengan saudara tidak dihitung perselingkuhan dalam Narendra.
"Eri." Elios menjatuhkan kepalanya ke bantalan sofa. Menatap cahaya matahari dibalik tirai yang nyaris tak terbuka. "Aku harus apa tanpa kamu?"
Elios tidak pernah berpikir kehilangan Eirene merenggut segalanya. Elios juga tidak pernah berniat menjadi seperti ini.
Elios tak pernah benar-benar menyadari sebesar apa tepatnya perasaan yang ia miliki sampai Eirene menghilang.
__ADS_1
Dunia Elios sepenuhnya berbeda. Ia merasa siang dan malam tidak memiliki perbedaan. Elios terjebak dalam mimpi buruk yang terasa menjijikan bahkan baginya.
Bukan tidak pernah Elios berpikir ingin bebas. Setidaknya dari perasaan sesak ini, Elios mau berhenti merasakannya.
Tapi pada akhirnya kenangan Eirene terus menghantui.
"Menghabiskan waktu dihantui oleh orang mati, bahkan kalau dia berharga, kamu memang sangat bodoh."
Elios tertawa mengulang kalimat Roxanne di benaknya.
"Ucap orang," Elios tersenyum sinis, "yang tidak mengerti cinta."
Cinta adalah sesuatu yang abstrak dalam Narendra. Mereka tidak dilarang mencintai, bahkan diharuskan mencintai ibu dan saudari-saudari perempuan mereka.
Entah mencintai dalam bentuk apa, Narendra jelas punya cinta satu sama lain.
Dulu Graean juga punya mata begitu. Ibunda juga punya mata seperti itu, walau Elios tak melihatnya secara langsung. Semua istri Narendra dari peternakan, semuanya punya mata tanpa cinta itu sebelum mereka menemukan cinta mereka, entah anak atau suami atau selingkuhan.
"Aku sudah tidak suka padamu sejak awal bertemu," guman Elios, merujuk pada Roxanne. "Tapi sekarang aku penasaran."
Elios benar-benar penasaran pada perempuan itu sekarang.
Menghina kesedihan Elios, menghina rasa tersiksanya akan kepergian Eirene, memang apa sih yang bisa Roxanne lakukan kalau dia mengalami hal sama?
"Graean." Elios memanggil nama istri pertamanya sekaligus istri yang paling dekat dengannya.
__ADS_1
Hanya butuh waktu kurang dari dua menit, wanita itu muncul. Tentu saja, Elios memakai penutup mata.
Ia tak mau jika berhalusinasi lagi dan menganggap seseorang sebagai Eirene.
"Saya di sini, Tuan Muda."
"Kumpulkan istriku."
Graean terlalu terkejut sampai-sampai ekspresi wajahnya nampak jelas.
Tentu, karena seumur hidup Elios tidak pernah menemui istri-istrinya kecuali itu kebetulan.
"Seluruhnya, Tuan Muda?" Graean sampai merasa harus memastikan.
"Seluruhnya." Elios tersenyum penuh arti. "Tempatkan Roxanne persis di dekat tempatku."
Nama Roxanne seketika mengubah keterkejutan Graean menjadi tenang kembali.
Kalau sudah begini, besar kemungkinan Elios mau menghukum seseorang lagi.
"Akan segera saya sampaikan. Tapi, untuk kenyamanan, haruskah saya meminta mereka berdandan atau tidak, Tuan Muda?"
Elios beranjak. "Pakai perhiasan paling mewah kalian. Aku juga akan berdandan."
Mungkin benar kata Roxanne, Elios hanya hidup dalam dunia bayangan dan dihantui oleh orang mati.
__ADS_1
Karena itulah ... Elios sangat suka bermain-main dengan kenyataan.
*