Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
62


__ADS_3

"Hukumanmu sepertinya cukup efektif."


Sangat jauh berbeda dari saat bicara pada Roxanne, Arkas menatap Elios seolah dia tengah menatap sampah.


"Bekas percintaan kalian di tubuh Roxanne itu menyenangkan dilihat. Setidaknya memang kamu harus menggunakan satu dua hal untuk membalas jasa mereka."


Elios hanya menutup mata dibalik penutup matanya.


Sebenarnya Elios tidak butuh memakai itu di depan Arkas, sebab dia laki-laki dan Elios cukup yakin ia tak segika itu memandang lelaki sebagai Eirene.


Namun melihat Arkas membuat Elios malas, jadi ia tetap memakai penutup mata.


"Lucu sekali." Elios berguman tak berminat. "Berpura-pura mengira aku menyenangkan ternak-ternakku. Kamu sejak awal memang menyebalkan."


"Dalam sejarah Narendra, anak pertama selalu dibenci oleh adik laki-lakinya." Arkas membalas tak kalah malasnya. "Maka dari itu lebih menyenangkan menyayangi wanita."


"Aku memang berpikir jauh lebih menyenangkan jika kamu mengutus istrimu saja. Mungkin dia bisa mengangkang sebentar di depanku."


Elios hanya diam saat suara kaca di belakangnya pecah akibat sesuatu. Darah segar mengalir dari telinga Elios yang sobek berkat belati Arkas barusan.


Dari rasa sakitnya, Elios tahu kupingnya sobek sekitar dua senti.


Memang dasar pria sentimental. Lalu dia selalu marah karena Elios emosi.

__ADS_1


"Kamu marah hanya karena ternak." Elios menyeringai. "Hei, Bodoh, kamu mungkin membuang nama Narendra dariku tapi aku dibesarkan sama sepertimu. Para istrimu atau istriku, mereka semua tidak memiliki keluarga bahkan nama kecuali dari Narendra, sebagai bukti kalau mereka cuma ternak."


"Kamu repot-repot menggores tubuhku karena mengakui mereka. Keterlaluan sekali."


Tentu saja Arkas bukanlah orang yang akan berkata bahwa istrinya berharga di atas Elios. Sebab jika dia mengatakan itu, dia sama saja menghina Narendra.


Hanya nama Elios saja yang berubah, darahnya tidak. Arkas tidak akan pernah bisa menyangkal hal itu.


"Mari berhenti membahas ternak." Elios bersandar pada kursinya. "Lalu, apa tujuanmu datang bertemu orang hina sepertiku, hm?"


"Kemarin Dioris tertusuk pedang dan mengalami pendarahan hebat, di tempat ini. Aku menyuruhnya untuk mengawasi dan kamu melukai orang suruhanku."


Itu bukan Elios padahal. Itu ulah Zack. Yah, meskipun Elios tidak bisa berkata ia bersih.


"Aku hanya ingin tahu kamu sedang kesal atau sedang memancing kakakmu bertindak lebih tegas."


Arkas memicing. "Elios, kemampuan aktingmu semakin hebat rupanya. Sampai repot-repot bertingkah seolah karaktermu berubah. Apa pun itu, kamu tahu kan aku akan selalu memperlakukan kamu sama?"


Elios tersenyum. "Kamu membahas Dioris atau ternak baruku, Roxanne?"


Dengan begini Elios sudah memastikan bahwa Arkas tidak tahu apa tujuan Elios bertingkah aneh belakangan. Dia nampaknya cukup penasaran apa yang terjadi dan apa yang mau Elios lakukan sebenarnya, sampai-sampai ia mendeklarasikan keinginan menggilir istrinya.


Memang benar selama ini Elios tidak tertarik pada mereka.

__ADS_1


Sekalipun mereka gadis dan jelas lebih memikat daripada Graean yang sudah menemaninya lebih dari sepuluh tahun, tapi Elios bertahan dengan Graean.


Sebab Elios malas berurusan dengan gadis yang berpikir mereka dapat memiliki hatinya.


Sekarang Elios malah terang-terangan memberi kesempatan.


"Aku menyuruh Zack menyerang Dioris semata karena dia membuat kesal," gumam Elios ketika hanya sendirian di kamar pengantin.


"Tapi biarkan saja kalau Arkas berpikir itu karena aku tidak mau Dioris membantu Roxanne. Makin dia bingung, makin aku bisa menertawakan dia."


Elios bukan orang yang punya tujuan hebat. Ia telah dibuang dan ia dilarang memiliki keturunan. Sebagian besar istrinya dibuat mandul, dan Elios divasektomi atas perintah Arkas.


Tujuan Elios cuma hidup sampai hidupnya tidak lagi menarik dijalani. Uang, kekuasaan, wanita, tidak ada yang menarik sebab Elios tak perlu mencari mereka.


Kekuasaan Elios tidak akan pernah bertambah bahkan jika Arkas mati. Kekayaan Elios juga tidak akan bertambah atau berkurang selama Narendra masih berdiri. Dan wanita, selama mereka bukan Eirene, Elios tidak peduli.


"Aku cuma paling benci disalahkan."


Elios meremukkan kelopak mawar yang berada dalam genggamannya.


"Maka dari itu Roxanne harus menjadi contoh agar semua orang berhenti menyalahkan aku."


Secara paksa, Elios akan buat mereka berhenti berkata ia berbuat salah. Dan Roxanne bertanggung jawab sebab dialah yang berteriak mengatakan Elios yang bersalah.

__ADS_1


Atas segalanya.


*


__ADS_2