Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
pembukaan season 2


__ADS_3

Seorang wanita sedang duduk di kursi panjang seukuran ranjang. Wanita itu berambut hitam dengan aksen merah darah di ujung-ujungnya rambutnya. Ruangan yang dia tempati dipenuhi oleh asap berbau wangi dari dupa di sudut ruangan.


Kegelapan ruangan membuat wajah wanita itu terlihat samar, namun jika jarak mereka dekat, wajah cantik itu tidak akan bisa dibantah. Ketenangan menyelimuti ruangan wanita itu. Dinikmati baik-baik olehnya yang memang sedang lelah selepas bekerja di ruangan membosankan. Sampai kemudian ....


"Kakak!"


Pintu ruangannya didobrak keras oleh gadis berkepala pink.


"Kakak Askala!"


Matanya seketika terbuka. "Sie, sudah kubilang jangan berteriak padaku."


Sierra berlari ke tempatnya, melompat ke atas Askala begitu saja. Berat badan gadis kecil itu membuat Askala melotot, luar biasa sakit terkena sikutan di perutnya.


"Huaaaaaa!"


Walau Sierra tidak sadar.


"Hiks, hiks. Kakaaaaaaaaak!"


Askala mengelus rambut Sierra. "Ada apa sebenarnya? Kapan kamu kembali?"


Beberapa waktu terakhir Sierra pergi ke Kastel Mawar dan menetap di sana. Lalu sekarang dia tiba-tiba kembali hanya untuk menangis?


"Sie, berhenti menangis. Aku tidak akan tahu masalahmu jika kamu hanya menangis."


Sierra menangis tersedu-sedu sampai orang akan berpikir bahwa dia baru saja kehilangan seseorang paling berharga dalam hidupnya.

__ADS_1


"Kakak Eris, hiks." Sierra terisak-isak. "Kakak Eris melarangku mengganggu istri Kakak Elios."


Askala nyaris menepuk dahinya. "Bukankah berarti itu salahmu karena mau mengganggu istri Elios?"


"Saya sudah berkata begitu, Nona." Delfi, pengawal Sierra berucap dengan wajah sangat lelah. "Saya sudah bilang berulang kali pada Nona, bahwa mengganggu seseorang hanya karena tidak menyukainya adalah perbuatan jahil, tapi Nona tidak mau mendengar saya."


"HUAAAAAAA!" Sierra malah semakin histeris. "DIA MENGAKU-NGAKU SEBAGAI KAKAK EIRENE! AKU BENCI PADANYA JADI KENAPA TIDAK BOLEH MENGGANGGU DIA?!"


"Oya, jadi maksudmu istri Elios yang itu?" Askala memiringkan wajah. "Tapi kudengar dia dan Elios tidak berhubungan baik."


Delfi menatap wajah Askala sebelum berkata, "Nona, Anda belum mendengar?"


"Apa itu?"


"Kastel Yasa sudah hancur."


"Eh?" Askala mengerjap kaget. "EH?!" Lalu wanita itu terlonjak, menjelaskan bahwa dia sedikitpun belum mendengar beritanya. "Kapan? Bagaimana bisa?"


"Dari yang saya dengar Graean meledakkan kastel karena tidak tahan dengan sikap Tuan Muda Elios. Itu pengakuan Tuan Muda Elios sendiri."


"Heeeh, ternyata Graean bisa melakukan sesuatu seperti itu. Kupikir dia sangat mencintai Elios." Askala tersenyum 'apa boleh buat'. "Jadi di mana Elios sekarang?"


"Kakak Elios berada di Kastel Utama sekarang!" Sierra menenggelamkan wajah di dadanya. "Hiks, hiks. Kakak, aku sangat kesal. Aku pergi ke sana untuk mengganggu wanita ular itu tapi Kakak Eris malah menggangguku. Hiks."


"Kalau dipikir lagi, kenapa Eris mengganggu?" Askala memiringkan wajah.


"Hubungan antara istri Tuan Muda tersebut dengan Tuan Muda Eris cukup baik, Nona. Walaupun besar kemungkinan itu karena dia dicurigai sebagai pelaku sebenarnya dari kejadian kemarin," jawab Delfi.

__ADS_1


"Istri Elios dari kalangan biasa bisa meledakkan kastel?" Askala membulat takjub. "Wah wah, segala sesuatu bisa terjadi di dunia ini, ya?" ucapnya kagum.


Sierra cemberut. Sambil terus bertumpu pada dada lembut Askala, gadis itu mendongak.


"Kakak, wanita ular itu menggoda Kakak Eris dan Kakak Arkas."


Delfi yang mendengar ucapan Sierra langsung terbelalak. Ah, sial. Nona-nya ini benar-benar berencana membunuh Roxanne sekarang.


Begitu nama Arkas keluar, ekspresi Askala yang tadinya lugu dan manis seketika berbeda. Gadis itu tersenyum untuk hal yang mencekik tenggorokan.


"Hmmm." Askala melirik Delfi. "Jadi begitu. Arkas, yah?"


Delfi terkesiap samar sebelum buru-buru berlutut. "Saya tidak tahu detailnya, Nona," ucap pria itu penuh kesungguhan, "tapi memang benar bahwa Tuan Muda Arkas datang ke kamar wanita itu cukup sering. Awalnya hanya Tuan Muda Eris lalu hubungan mereka sepertinya renggang dan sekarang Tuan Muda Arkas menggantikannya. Tapi saya tidak bisa mengatakan apa yang terjadi di antara mereka."


"Begitu? Mau bagaimana lagi. Arkas memang sangat menyayangi semua orang yang berada di bawah naungannya."


Sierra memejam saat tangan Askala menghapus air matanya. "Kakak, aku benci dia mengaku sebagai Kakak Eirene."


"Dia istri Elios jadi mau bagaimana lagi kalau Eirene jadi pengganggu baginya."


Askala menepuk-nepuk punggung Sierra.


"Baiklah, tenang. Akan kutanya pada Eris mengapa dia membuat adik kecil ini menangis."


Delfi yang mendengar itu cuma berusaha keras tidak menghela napas lagi. Wanita ini, adik kandung Arkas yang hanya berselisih umur dua tahun dari Arkas—dia tidak peduli bagaimana Eris mengganggu Sierra.


Pastinya Sierra tahu itu. Makanya Sierra datang menangis seolah-olah dia cuma mau bercerita betapa kesal dia diganggu oleh Eris ... agar bisa menyebutkan nama Arkas.

__ADS_1


Karena siapa pun tahu Askala tidak pernah suka seseorang menyentuh Arkas-nya.


*


__ADS_2