Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
53


__ADS_3

Roxanne tak mau datang ke undangan makan siang bersama Elios itu, tapi Roxanne kesulitan menolak karena Diane secara khusus datang padanya.


Wanita itu bukan hanya memastikan Roxanne datang, tapi juga membawakan gaun pada Roxanne dengan desain seakan-akan itu gaun pernikahan.


"Jika hanya makan siang, bukannya butuh gaun yang memudahkan untuk makan?"


Lengan gaun ini bahkan lebih berat dari piring, rasanya.


"Tuan Muda menyuruh semua istrinya berdandan. Tuan Muda juga akan berdandan, jadi itu sebuah pelanggaran berat jika kamu istrinya justru tampil biasa."


Padahal Roxanne sudah menghina Elios, ternyata masih saja dikekang peraturan.


Tapi daripada ia berdebat dengan Diane dan membuang waktunya bermusuhan, Roxanne patuh memakai gaun berat itu.


Pelayan secara khusus datang menghias rambut Roxanne. Mendandani wajahnya dengan riasan yang cukup tegas hingga benar-benar terasa seperti akan ada pesta pernikahan.


"Kamu sangat cantik." Diane yang kembali setelah dia pergi berbenah pula langsung memuji Roxanne. "Kudengar Roxanne adalah nama aslimu, bukan nama pemberian Nyonya. Sepertinya ibumu memberi nama yang sesuai."


Roxanne tertawa kecil menyembunyikan kesan miris.


Ya, nama Roxanne diberikan oleh Ibu karena tahu wajah Roxanne cantik. Kata Ibu, nama yang cantik untuk gadis cantik akan meningkatkan nilai jualnya.


Tapi omong-omong, Diane juga terlihat sangat cantik. Roxanne baru memerhatikan itu sekarang tapi wajah Diane yang sering terkesan muram itu justru cocok dengan penampilan dewasanya.


"Berapa usiamu, Diane?" tanya Roxanne ketika mereka berjalan berdua menuju ruang jamuan.

__ADS_1


"Kurasa tahun ini tiga puluh."


Hah?


"Sekadar memberitahu," Diane melirik wajah terkejut Roxanne, "aku istri keenam Tuan Muda. Istri pertamanya dari kalangan biasa."


Kalau begitu berapa tepatnya usia Elios?


"Tuan Muda berusia tiga puluh dua tahun." Diane kembali menjawab hanya dari ekspresi Roxanne. "Nyonya Graean berusia sedikit lebih tua, tiga puluh lima tahun dan Mariana dua puluh sembilan tahun. Sisanya berada di bawah usia dua puluh lima tahun."


Roxanne jadi ingin bertanya apakah Diane melihat, bahkan mengetahui alasan kenapa Elios membunuh empat istrinya sebelum Diane.


Tapi sebelum bisa melakukan itu, mereka tiba di ruang perjamuan.


Roxanne disapa okeh sekumpulan perempuan-perempuan cantik yang duduk di lantai, bersama masing-masing meja makan kecil di depan mereka.


"Roxanne, duduklah di sana." Diane mengarahkannya di tempat duduk persis di sebelah kanan tempat yang nampaknya milik Elios.


Hanya itu satu-satunya tempat dengan bantal sandaran.


"Itu bukan tempat Nyonya Pertama?" Roxanne berusaha menolak.


"Duduk dan diamlah. Kenali tempatmu sebelum bicara dulu."


Roxanne melirik sekitarannya. Bisa merasakan tatapan dari istri-istri Elios memang tertuju pada Roxanne seorang.

__ADS_1


Sepertinya memang lebih baik diam daripada membuat keributan.


Roxanne pun duduk di balik meja. Mengikuti posisi duduk semua wanita di sekitarnya, dengan punggung lurus dan baju terlipat rapi.


Cantik, gumam Roxanne diam-diam melihat sekitarannya.


Ini rasanya seperti surga penuh bidadari. Semua wanita di sini tampak sangat cantik dengan hiasan mereka masing-masing.


Tapi yang paling mencolok nampaknya adalah Mariana. Karena dia memakai hiasan kening berlian yang berukuran cukup besar, serta gaun ungu emas yang megah.


Mata Roxanne bertemu pandangan dengannya.


Saat itu, Mariana tiba-tiba tersenyum. Dari bibirnya yang terpulas lipstik merah keunguan, wanita itu berucap tanpa suara.


"Persiapkan dirimu." Itu yang Roxanne lihat.


Entah apa maksudnya tapi jelas bukan maksud baik.


Dan sebentar lagi Roxanne juga akan mengerti. Tentu saja, aku tidak berniat dimakan hidup-hidup lagi.


Aku sudah menghina Elios, jadi kenapa aku harus membiarkan diriku dihina oleh orang-orang ini?


"Nyonya, Tuan Muda dan Nyonya Graean sebentar lagi tiba."


Roxanne mendongak ke arah pintu, menunggu kemunculan Elios bersama istri pertamanya.

__ADS_1


*


__ADS_2