Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
93


__ADS_3

Arkas mengetuk pintu kamar Eris sekalipun pintu itu terbuka lebar. Padahal sebenarnya tidak perlu karena Arkas juga langsung masuk, mendekati saudara beda ibu dan ayahnya itu.


Yah, secara harfiah mereka sepupu, tapi kata 'sepupu' dalam Narendra tidak terpakai. Semua yang lahir dari istri Narendra adalah saudara Narendra.


"Ya ampun." Arkas menjatuhkan diri ke sebelah Eris, lalu membaringkan kepalanya di pangkuan pria itu. "Kamu membuat seakan-akan aku sangat buruk di depan Roxanne."


Eris tersenyum seraya sibuk mendongak pada langit. Tentu saja, dia tidak melihat apa-apa. "Aku hanya bicara apa adanya."


"Padahal kamu yang menyarankan hukuman Elios padaku. Kenapa jadi terkesan aku yang seenaknya membuat keputusan menyiksa anak sialan itu?" protes Arkas.


"Aku hanya menyarankan, keputusan tetap padamu."


Dasar orang usil. Arkas cuma mendengkus dan ikut memejamkan mata. Datang pada Eris saat pikirannya lelah adalah kebiasaan Arkas, jadi ia memamg mau beristirahat.


"Arkas." Eris bergumam memanggilnya. "Seorang kakak bertugas memastikan adiknya tidak menyesatkan diri sendiri."


Arkas tersenyum kecut. "Jadi maksudnya aku pun harus memastikan kamu tidak sesat?"


"Mungkin saja," jawab dia.


"Berhenti bertingkah sok bijaksana, dasar orang tua." Arkas bangkit, duduk dengan baik kali ini. "Cuma karena kamu lebih dulu terbentuk di perut Bibi, kenyataan aku lebih dulu lahir tidak berubah. Akulah yang kakak."


Eris mendengkus. "Siapa juga yang menyinggung soal itu?"


"Aku merasa tersinggung."

__ADS_1


"Kakak yang kekanakan," ejek Eris yang tahu bahwa Arkas tengah cemberut. Walau tak lama ekspresi Eris kembali tenang dan suaranya menjadi serius. "Kamu ingin membahas Roxanne?"


"Hm." Arkas meraih sejumput rambut panjang Eris yang lembut.


"Aku hanya bertanya-tanya," gumam Arkas, "kamu ... ingin melakukan apa pada adik iparku?"


"Dia iparku juga."


"Berhenti bercanda, Adik Beda Seminggu-ku." Arkas tersenyum kecil. "Kamu kan sudah berhenti menganggap Elios adikmu sejak Eirene pergi."


"...."


"Nah, Eris. Aku tidak masalah kamu balas dendam, tapi istri Elios itu tetaplah adik iparku yang manis. Jangan libatkan mereka."


Eris sempat diam namun dia segera tersenyum. "Aku tidak balas dendam pada siapa pun, Bodoh," balas dia.


Yah, mungkin Arkas juga.


"Aku mencintaimu, Adik Pertama," ucap Arkas tulus sebagai saudaranya.


Eris terkekeh. "Kamu punya kelemahan semacam itu sejak dulu."


Tidak. Itu bukan kelemahan menurut Arkas. Ia berharap Eris tahu bahwa Arkas juga mencintainya sebagai saudara. Sebagai teman yang menanggung takdir berat.


"Baiklah." Eris mengulurkan tangan, menepuk-nepuk kepala Arkas. "Aku mencintai kakak pertamaku ini juga. Yah, walaupun jika aku lahir sesuai waktu prediksi, akulah yang kakak."

__ADS_1


"Dasar tukang iri."


"Itu fakta."


Arkas tersenyum kecil. Setelahnya menikmati keheningan di antara mereka hanya agar hatinya juga tenang.


Walau sebenarnya, mungkin malah semakin gelisah. Jauh di hari Arkas, ia merasa Eris sedang ingin melukai Roxanne.


Mungkin hanya perasaan Arkas.


*


Roxanne masih belum bisa bergerak banyak, tapi setelah tahu kondisi Elios dari Dwi, mau tak mau ia memohon pada Arkas untuk memastikannya.


Tentu saja Roxanne sudah malas mendekati Elios apalagi berpura-pura peduli padanya. Namun Roxanne masih harus memainkan perannya, karena sekarang Graean sudah tidak ada.


Sekilas, Graean mungkin seperti seorang wanita menyebalkan yang suka mengatur. Tapi tanpa dia, istri-istri Elios mana mungkin terkendali. Jika sekarang Mariana mencoba melukai Roxanne lagi, nampaknya tidak ada jaminan Roxanne baik-baik saja.


Makanya Elios dibutuhkan.


"Tapi sebenarnya di mana semua orang?" Roxanne bergumam kesal sambil terus berjalan menyeret tiang infusnya.


Entah kediaman ini terlalu luas atau apa, tapi Roxanne kesulitan menemukan semua orang. Apalagi ia juga tak bisa sembarangan berkeliling di wilayah Narendra.


"Hah." Roxanne menghela napas kasar. "Harusnya aku minta Dwi menemaniku saja."

__ADS_1


*


__ADS_2