
"Aku mengajukan diri untuk berbicara." Askala tak melewatkan kesempatan itu, berdiri di samping kursi Pemimpin Utama yang menandakan dia bisa menentukan apa yang ditentukan Pemimpin Utama. "Kakak Pertama, boleh aku berbicara?"
Jika Arkas memihak Eris, dia akan melarang dan jika dia menentang Eris, dia mengangguk.
"Lakukan, Adikku," jawab Arkas setelah mengangguk.
"Sembilan tahun yang lalu, Eris membunuh istrinya yang bermaksud mengkhianati Narendra," ucap Askala lantang dan Eris adalah yang paling mendengarnya. "Aku mengenal Nernia sebagai kakak iparku yang menyenangkan, lebih dari Arista. Yah, dia bertindak agak terlalu arogan tapi aku menyukainya."
Eris tahu itu sebab Nernia dan Askala sejenis. Dan Eris tahu bahwa Askala sebenarnya tidak menyukai Nernia.
"Apa yang ingin kuucapkan, pembunuhan pertama di kediaman ini, jika mengabaikan kematian Eirene, adalah pembunuhan yang dilakukan Eris pada istrinya." Askala melipat tangan. "Itu semua demi peraturan. Dan bicara mengenai Eirene, dia menjemput kematian pun demi peraturan. Demi kedisiplinan. Lalu sekarang, pria di sana, orang yang memulai semuanya, sedang berbicara bahwa dia ingin mengubah peraturan?"
"Roxanne bukanlah istri Narendra, Askala." Eris menjawabnya tenang sekali pun sebenarnya Eris tahu ia lemah secara argumen. "Dia istri Elios yang nama Narendranya telah dicabut. Dia istri Yasa."
"Benar dan bukankah Narendra memiliki peraturan bahwa istri Narendra hanya boleh berasal dari peternakan? Mengambil istri Elios memang tidak melanggar peraturan 'Istri Narendra hanya boleh untuk suami mereka saja' tapi itu jelas melanggar peraturan asal-usul istri Narendra."
Dia benar.
"Kamu Tuan Muda Kedua, Kakak Eris. Kamu yang selama ini menekan Arkas agar terus patuh pada peraturan dan sekarang lihat dirimu. Datang ke sini demi seorang wanita yang dibuang oleh suaminya?"
__ADS_1
Itu juga dia benar.
Eris selama ini menyiksa mental Arkas demi peraturan. Eris tahu betapa besar rasa bersalah Arkas padanya atas kematian Nernia. Eris mendengar Arkas menangis karena Nernia, karena mata Eris, dan karena banyak hal yang Eris tekankan secara tak langsung.
Meski begitu ....
"Aku minta maaf pada Arkas atas tekananku," ujarnya berterus terang. "Tapi aku berdiri di sini karena aku ingin Roxanne menjadi istriku."
"Aku menolak," balas Askala. "Aku menolak pernyataanmu atau permintaan maafmu sebelum kamu mengakui bahwa kematian Nernia, kehilangan matamu dan sangat banyal hal selain itu adalah kesalahan. Akui bahwa kamu mengambil keputusan yang salah."
Askala benar-benar lawan yang menyebalkan.
Tidak satupun dari keputusannya.
"Kalau begitu aku juga ingin mengajukan sesuatu," timpal Elios yang tadi hanya diam menyaksikan. "Sanya, istriku."
Wajah Arkas seketika berkabut mendengar nama itu. Dia melirik ayahnya yang terlihat ingin tahu kenapa ada nama baru yang muncul.
Jika Pemimpin Utama tahu bahwa Sanya keturunan Abkariza, maka Sanya akan diakui sebagai Narendra. Namun jika Elios memberitahu bahwa Sanya ingin mencuri mayat Eirene, Elios beserta istrinya akan dieksekusi tanpa terkecuali.
__ADS_1
"Eris mengambil Sanya dariku juga, Paman," kata Elios yang tahu kekhawatiran Arkas. "Dan Sanya ... dia terhubung nasab dengan Iaros, anak kandung Trika Narendra."
Wajah Pemimpin Utama untuk pertama kali menampilkan ekspresi terkejut. Begitu juga dengan Askala yang belum tahu mengenai hal itu.
"Kurasa sekarang aku harus menyebutkan bahwa Tuan Muda Kedua Narendra, Eris Oriona Narendra, melakukan tindakan yang terlalu brutal dalam mengatur berbagai hal tanpa kebijaksanaan."
Arkas tersentak. Jadi Elios tidak akan menyebutkan kesalahan Sanya? Tentu saja. Elios pasti ingin melindungi Diane dari ancaman hukuman mati. Tapi ....
"Sanya ingin membunuh Arkas."
Semua orang terpaku pada sosok wanita yang berbicara di kursi rodanya.
Roxanne, wanita yang sejak tadi hanya menyaksikan itu, memuntahkan hal yang ingin disembunyikan ketiga pihak berselisih.
"Saya mohon izin berbicara, Tuan." Roxanne mengikuti cara Askala meminta izin tadi. "Mengenai Sanya, anak itu ingin membunuh Arkas dan Eris, juga dia berkata bahwa dia ingin Elios memimpin keluarga ini."
Wajah Eris, Arkas dan Elios seketika itu pucat untuk alasan mereka masing-masing.
*
__ADS_1