Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
21. Kesalahan Roxanne


__ADS_3

"Apa makdud Anda kekasih?"


"Memang ada maksud lain?"


Roxanne tak sengaja meninggikan suaranya sendiri akibat rasa terkejut. "Tapi mereka kembar!"


Lalu berakhir tercekik oleh batuknya sendiri sebab teriakan tadi.


Arkas langsung meraih Roxanne untuk membantunya bernapas lebih baik. Menginstruksikan agar pelan-pelan menarik dan membuang napas agar leher dan tenggorokannya tak tegang.


"Hubungan inses di keluarga ini berakar sejak awal." Arkas berbicara tenang sambil terus menepuk-nepuk punggung Roxanne. "Entah itu saudara seibu, seayah, atau satu ayah dan ibu, semuanya sudah terjadi sejak dulu."


Jadi dia bilang, wanita spesial bagi Elios adalah saudarinya sendiri?!


"Tentu saja, kami tidak melegalkan pernikahan sedarah. Wanita Narendra tidak menikah dan itu mutlak. Tapi, berhubungan dengan saudara-saudaranya adalah hak wanita Narendra."


Roxanne tidak mau merasakan sakit lagi hingga ia putuskan buat tidak terkejut, meski sebenarnya sangat ingin.


"Lalu ...."


"Aku tidak mau memberitahumu ada apa, tapi intinya ada satu kejadian yang membuat Eirene memutuskan mengakhiri hidupnya. Dia menusuk jantungnya sendiri di depan Elios. Elios tidak membunuhnya."


Masih ada sesuatu.


Diane jelas berkata bahwa Tuan Muda Pertama ini mau membunuh Elios jika saja dia punya kesempatan. Kalau memang Elios tidak berbuat salah, maka dia tidak akan mengasingkan adiknya sendiri.


Hampir Roxanne pikir bahwa dosa Elios adalah mencintai adik kandungnya, adik kembarnya. Tapi ternyata itu bahkan tidak dianggap dosa oleh mereka.


Kalau begitu, sesuatu yang lebih besar pasti terjadi.

__ADS_1


"Elios sangat sensitif mengenai Eirene. Lantainya dipenuhi lukisan dan barang-barang peninggalan Eirene. Karena itulah dia tidak suka jika seseorang naik ke sana tanpa izin."


Hanya Graean yang boleh ke sana, kah? Kalau begitu Graean sudah tahu persis ceritanya.


"Jadi, intinya," Arkas mendorong Roxanne duduk di atas kasur setiba di kamar, "aku menyuruhmu untuk mendekati anak itu tapi bukan mengorbankan nyawamu sendiri. Dekati Elios tanpa mengusik kembarannya. Selain dari itu, Elios akan terus menepati janji."


"Kenapa Anda percaya diri? Tuan Muda mencekik saya bahkan setelah diancam."


Arkas berlalu pergi. "Sudah kubilang selama bukan kembarannya. Dan," dia sejenak berhenti, "Eirene di tanganku jadi dia harus patuh."


*


Setelah Arkas pergi, dia mengatakan pada Roxanne bahwa ia boleh naik ke lantai atas untuk pergi melihat Elios.


Tentu saja awalnya Roxanne tidak tahu kenapa ia harus pergi melihat orang yang mencekiknya sampai leher Roxanne terluka, tapi pada akhirnya Roxanne naik untuk melihat.


Tidak, mungkin sangat mengenaskan?


Wajahnya terluka seperti habis dipukuli, sementara itu tubuhnya justru ditahan oleh belenggu dalam posisi berdiri, seperti tersalib.


Dia tampak sedang tidur, karena napasnya berembus teratur meski kedua tangan, kaki, perut hingga lehernya dipasangi besi.


"Kamu membuatku kecewa, Roxanne."


Itu terucap dari mulut Graean yang masuk bersama baskom berisi air hangat.


"Kecewa?" Roxanne menoleh. "Memang apa yang aku lakukan?"


"Kamu masih bertanya setelah melihat Tuan Muda dalam kondisi seperti ini?"

__ADS_1


"Maksudmu itu salahku?"


"Aku menganggapnya begitu." Graean tak menyembunyikan sama sekali sorot mata tak senangnya.


Nampaknya dia sungguhan kecewa dan menganggap ini sebagai sebuah penegasan bahwa Roxanne adalah sosok menyebalkan.


"Kamu tidak mengerti bagaimana caranya menjadi budak."


Graean memeras air hangat dari handuk, lalu pergi mengusap tubuh Elios.


"Kamu bukan hanya senang membuat tuanmu marah, tapi kamu juga mempermalukan tuanmu dan menunjukkan bibit-bibit pengkhianatan."


Roxanne hanya diam.


"Saat itu, kamu membahas tentang bagaimana semua fasilitasmu harus dibayar, bukan? Kamu sepertinya tidak mau membayar. Kamu bahkan tidak tahu cara menutup mulut atau bersikap seperti tikus."


Sepertinya dia menyinggung bagaimana Roxanne membuat Arkas marah dan membelanya.


Dan sialnya itu benar. Roxanne baru sadar bahwa ia sedikitpun tidak menunjukkan sikapnya sebagai budak.


Ia memberontak dari tuannya sendiri melanggar apa yang Ibu perintahkan.


"Roxanne, aku tidak bisa menyentuhmu karena Tuan Muda Pertama."


Ketika Graean melirik Roxanne, entah kenapa ia langsung menahan napas takut.


"Tapi suatu saat, kamu akan membayar perbuatanmu membuat Tuan Muda seperti ini."


*

__ADS_1


__ADS_2