Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
Perselingkuhan


__ADS_3

Kenapa dia berbicara seakan-akan ada hal penting antara Roxanne dan dia? Padahal ini pertama kali Roxanne bertemu dia apalagi mendengar namanya Askala.


Tunggu, mungkinkah dia yang Sanya katakan? Putri Narendra yang membuat Sanya berfirasat buruk? Ah sial. Roxanne lupa karena ia benar-benar menganggapnya tidak penting.


"Salam, Nona." Roxanne akhirnya memahami situasi. "Maaf jika saya bersikap lancang tadi. Saya terburu-buru karena Tuan Muda Elios menunggu saya."


Askala tertawa kecil. Dia menyingkirkan tangan Arkas darinya, kembali mendekati Roxanne.


"Elios? Menunggumu? Betapa angkuh. Elios bahkan tidak pernah menunggu Graean. Yang dia pikirkan hanyalah Eirene-nya."


Kenapa orang ini seperti mengajak Roxanne berdebat?


"Askala, sudahi di sana." Arkas kembali menengahi. "Jangan mengurus urusan Elios dan istrinya. Ayo pergi. Kurasa Ayah dan Ibunda pasti sudah menunggu."


"Aku sudah bilang pada mereka untuk bertemu besok pagi saja." Askala kembali menepis Arkas. "Daripada itu, Roxanne, bagaimana kalau berbincang denganku sebentar?"


"Askala."


Roxanne menahan napas kaget ketika tangan wanita itu melayang ke wajah Arkas. Senyum di wajahnya seketika sirna. Mata dingin dan ekspresi marah di sana tampak lebih cocok dengan garis wajahnya yang tajam.


"Arkas." Perempuan itu bergumam. "Mulutmu mau kurobek?"


"Mungkin dia hanya merindukan kamu," timpal Eris yang berjalan mendekati mereka, berdiri di sisi Roxanne. "Jangan terlalu marah. Kamu tahu Arkas itu posesif padamu, adik kesayangannya."

__ADS_1


Ekspresi Askala masih terlihat marah. "Tapi memangnya dia harus terus menghalangiku? Jadi terlihat jelas dia mau melindungi Roxanne dariku. Memangnya aku mau berbuat apa?"


Apa? Kenapa Arkas mau melindungi Roxanne dari adiknya? Roxanne bersumpah ia tak pernah menantang adik Arkas jadi kenapa ....


"Dia takut kamu melihat sesuatu," ucap Elios.


"Sesuatu?"


Eris tiba-tiba merangkul Roxanne. "Yah, mungkin perselingkuhan."


Seketika, ekspresi marah Askala berubah. Perempuan itu membuka matanya lebar, tapi bukan terkejut melainkan tertarik ingin tahu.


"Hoo, aku tidak menyangka seorang Eris selingkuh dengan iparnya sendiri. Bahkan kalau Elios sudah bukan Narendra, dia kan tetap adikmu."


Askala tersenyum. "Benar juga. Aku hanya terkejut kamu punya keinginan itu. Lagipula kamu kan tidak pernah berhubungan dengan adik-adikmu, sejak dulu."


"Adik perempuan dan adik ipar berbeda. Selain itu, kalau Elios mati, jandanya bisa kunikahi. Tidak ada masalah."


Adik perempuan Arkas itu tertawa lepas. "Benar. Benar sekali."


Lalu dia berbalik, seolah urusan yang tadi dia katakan tidak jadi dia urus. "Ayo bicara lain kali, Eris. Arkas, ayo pergi."


Roxanne melirik Eris dari sudut matanya. Pantas saja malam-malam begini dia datang. Karena dia tahu perempuan tadi mau datang, kah? Tapi Arkas ....

__ADS_1


"Kamu terlalu terang-terangan mewaspadai Askala." Eris meraba wajah Arkas yang tertampar. "Tidak ada luka. Setidaknya itu bagus."


Arkas hanya diam.


"Susul dia sebelum Askala marah padamu lagi," ucap Eris padanya.


"Aku tahu." Arkas menatap Roxanne. "Tetap bersama Eris sementara waktu, Roxanne. Ini demi keselamatanmu juga."


Keselamatan, kah? Berarti perempuan itu bisa saja melukai Roxanne, walau Roxanne tidak tahu kenapa. Yang jelas, kekuasan dia pasti sangat kuat sampai menampar wajah Arkas dan Eris bahkan tidak marah. Padahal biasanya Eris bereaksi sensitif setiap kali orang lain melukai Arkas.


Sanya bahkan bilang kalau Eris bisa membunuh seseorang yang sedikit saja menyinggung Arkas.


"Saya mengerti." Roxanne mau tak mau harus patuh. "Jangan pikirkan saya, Tuan Muda. Saya baik-baik saja."


"Ya. Sampai jumpa."


Roxanne mengangguk. Menatap kepergian Arkas yang nampaknya buru-buru mengejar Askala.


Ketika Arkas mencapai tempat adiknya, Roxanne melihat Askala mengulurkan tangan ke wajah Arkas. Dia terlihat seperti khawatir pada lukanya, lalu Arkas tersenyum mengatakan dia baik-baik saja.


Satu lagi hubungan saudara yang aneh di neraka ini, pikir Roxanne muak.


Tapi ... bukankah Sanya bilang Arkas tidak tidur dengan saudarinya yang mana pun?

__ADS_1


*


__ADS_2