Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
83


__ADS_3

"Elios!"


Penutup mata Elios terbuka mau tak mau karena ledakan. Pria itu menatap tajam pada bayangan api yang menyebar cepat bahkan ke tempatnya.


"Dari mana ledakan terjadi?"


Daniel menyerahkan menutup mulut pada Elios untuk menghindari asap. "Terjadi secara bersamaan di tempat berbeda. Ayo bergegas. Bangunan ini akan runtuh."


"Maksudmu seseorang melakukannya? Siapa?"


"Masih belum jelas," jawab Zack dengan suara terdesak. "Elios, ayo bergegas. Keselamatanmu yang paling utama di sini."


Elios menatap lukisan Eirene di dinding yang mulai terbakar. Amarah membakar Elios sebesar api di sekitarnya.


Beraninya. Beraninya ledakan ini melahap habis kenangan Eirene. Bahkan jika semuanya buatan tangan Elios sendiri, semua itu tetap bagian dari Eirene baginya.


"Pastikan Roxanne dan Graean selamat," ucap Elios. "Pergilah. Aku bisa menyelamatkan diri sendiri."


"Dioris membawa Roxanne baru saja. Hanya tersisa Graean," jawab Zack.


Daniel menendang reruntuhan yang menghalangi jalan mereka. "Biar aku yang mencarinya. Zack, bawa Elios ke tempat aman."


*


Roxanne hanya bisa terpaku menatap kastel megah itu terbakar habis oleh api merah.


Dirinya tak bisa mencerna situasi secara sempurna. Satu-satunya yang Roxanne ingat hanyalah suara ledakan membuatnya terkejut, lalu tiba-tiba Dioris muncul menggendong Roxanne keluar.


Tapi kenapa? Kenapa kebakaran tiba-tiba terjadi?

__ADS_1


"Tuan Muda!"


Perhatian Roxanne teralihkan akibat seruan Mariana itu. Mereka melihat Elios keluar dari api tanpa kain penutup matanya, berganti menjadi kain penutup mulut untuk menghindari asap.


Dia tampak baik-baik saja, kecuali pakaiannya yang sedikit terbakar api.


Rambut Elios berkibar berantakan. Ekspresinya juga terlihat sangat marah dan kesal saat membuang penutup mulutnya. Ketika tatapan Elios tak sengaja bertemu dengan Roxanne, entah kenapa tiba-tiba Roxanne tersadar.


Jangan bilang ....


"Jalankan peran Kakak dan aku akan membuka jalan."


Sanya?!


Roxanne berpaling mencari Sanya. Ia tak peduli kepalanya sakit karena masih belum pulih dari luka.


Begitu menemukan Sanya berdiri di dekat pohon besar mereka berkumpul, gadis itu diam-diam mengerling. Membuat sebuah penegasan bahwa itu memang ulahnya.


Roxanne tak peduli pada Elios atau siapa pun namun jika semua harta itu terbakar, bukankah berarti Elios jatuh miskin? Jika dia tak punya uang lagi, lantas buat apa Roxanne menjadi istrinya?


"Tuan Muda, Anda baik-baik saja?" Mariana mendekati Elios penuh kekhawatiran. "Lengan Anda terluka. Tolong izinkan saya mengobatinya."


"Daripada itu," Elios memandangi mereka semua, "semuanya di sini kecuali Graean."


"Nyonya Pertama berada di kamarnya saat ledakan terjadi, Tuan Muda. Tapi jika itu beliau, Nyonya pasti bisa menyelamatkan diri."


Elios memejam. Ada emosi yang bergejolak dalam dirinya tapi sepertinya dia berusaha keras menahan itu. Tiba-tiba, Elios menjatuhkan diri di rumput yang sama Roxanne duduk. Menarik keluar penutup mata untuk kembali dipasangkan ke matanya.


"Obati aku dan siapa pun yang terluka."

__ADS_1


Mariana langsung bergerak mendekat begitu mendapat izin. Tapi perhatian Elios tertuju pada orang lain.


"Roxanne."


"Ya?" Roxanne langsung menjawab.


"Tetap bersama Diane untuk sementara waktu. Diane, Naviah, rawat Roxanne secara langsung."


"Baik, Tuan Muda."


Elios. Apa yang dia pikirkan sekarang?


Pria itu membiarkan lengannya diobati sampai selesai oleh Mariana, lalu beranjak menjauh dari istri-istrinya, pergi mendekati bangunan kastel yang mulai rubuh.


Roxanne menyaksikan punggung Elios semakin jauh. Tak tahu kenapa, tapi ia merasa ada sesuatu yang salah terjadi.


Tidak. Roxanne tidak pernah menginginkan hal semacam ini terjadi.


"Nyonya belum terlihat."


Roxanne mendongak ketika Diane bergumam demikian.


Mereka semua menyaksikan pemandangan yang sama. Api terus menyala-nyala membakar segalanya, disertai suara bangunan yang perlahan terus rubuh dan hancur.


Tatapan Roxanne berpaling pada Sanya. Pada pelaku yang melakukan segalanya dan sekarang justru berdiri dengan ekspresi tanpa rasa bersalah.


Apa Roxanne yang terlalu lemah sampai ia tak menyangka perbuatan ini? Ataukah memang Sanya sudah terlalu gila?


"Aku berencana menjadikan Elios sebagai pemimpin Narendra, dan aku akan membunuh siapa pun yang menentang hal itu."

__ADS_1


Jadi maksudnya Graean adalah penentang keputusan itu?


*


__ADS_2