Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
Malam Ini


__ADS_3

"Ini waktunya." Eris bergumam ketika Arkas secara langsung memasangkan luaran pakaian untuknya. "Malam ini Elios pasti bergerak."


"Kamu seyakin itu? Dia sangat bersabar, diluar dugaan."


"Menurutmu Elios menantikan acara yang kamu sendiri sangat tidak menyukainya?"


"Entahlah." Arkas meraih tangan Eris dan memasangkan sarung tangan. "Malam ini perasaanku tidak baik, jadi aku hanya ingin diam saja."


Baik Askala dan Elios juga pasti tahu bahwa malam ini Arkas akan bersedih. Karena itulah Eris menduga bahwa malam ini Elios pasti akan mengakhiri sandiwaranya.


Entah di mana, entah dengan cara apa, tapi semuanya akan berakhir. Dan jika saat itu tiba ....


"Malam ini saja." Arkas meremas kedua tangan Eris setelah memasang kedua sarung tangannya. "Malam ini saja, Eris, tolong biarkan aku berkata seperti ini."


Eris sudah bisa menebak apa itu. Maka dari itu ia membawa tangannya ke wajah Arkas, membawa keningnya pada kening pria itu.


"Aku," Arkas memejam, "lelah dengan diriku."


"Aku tahu." Eris mengelus kepala saudaranya tersebut. "Istirahatkan hatimu malam ini."


Segalanya akan Eris tangani malam ini. Iaros, Roxanne, dan siapa pun setelah itu.


*


"Tuan Muda, apa tidak masalah dengan penutup mata Anda?"

__ADS_1


Elios tersenyum. "Aku meminum obat jadi tidak masalah. Walaupun itu sedikit menyakitkan."


Roxanne tidak memahami makna menyakitkan apa tapi ia tak bertanya lagi, hanya memegang tangan Elios sembari terus berjalan.


Mereka langsung disambut dengan karpet merah membentang menuju tepi danau. Bahkan jika Roxanne bantu menyiapkan segalanya, ia tetap terpaku menyaksikan keindahan seluruh tempat.


Tenda danau telah dilepaskan lagi. Lampion yang memenuhi seluruh tempat sudah cukup menerangkan sepenjuru tanah itu. Tapi seolah tak cukup, lampu-lampu berdiri bersama dengan hiasan bunga mawar di setiap sudut.


Manusia-manusia berpakaian sama indahnya menyebar membentuk keramaian. Padahal tidak ada undangan unruk siapa pun. Hanya seluruh anggota keluarga yang hadir tapi rasanya sudah seperti pesta besar.


"Kakak Elios!"


Sierra berlari memeluk Elios segera setelah dia melihatnya. Roxanne merasakan tengah masuk ke lingkungan kerajaan saat Elios tertawa secerah tawa Sierra padanya.


Tampan dan cantik. Indah dan berkelas. Sungguh mereka berada di level berbeda.


"Hehe, aku memang selalu cantik." Sierra menatap Roxanne. "Istri Kakak juga sangat cantik malam ini. Halo, Roxanne."


"Halo, Nona." Dia membuat Roxanne lupa bahwa dia pernah menyuruh seseorang membunuhnya. "Rambut Anda sangat menggemaskan, Nona."


"Benarkah? Terima kasih." Sierra menyengir. "Kalau begitu, Kakak, ayo. Bibi Medea berada di sana."


Roxanne merasa gugup membaur. Semakin mendekat justru rasanya semakin merka dilihat.


Ia tahu itu karena Elios. Bahkan jika seluruh pria Narendra berkumpul malam ini, Elios masih sangat mencolok dan berbeda. Saking terpakunya, Roxanne tak sadar menabrak bahu Eris.

__ADS_1


"Saya minta maaf!" Roxanne panik. Takut ia merusak suasana dan takut Elios marah padanya.


Tapi ....


"Tenanglah. Kamu tidak sengaja melakukannya." Elios memeluknya penuh kehati-hatian. "Lalu, Kakak, maafkan istriku. Ini pesta pertamanya jadi dia sedikit gugup."


"Tidak ada masalah. Aku juga bersikap ceroboh. Permintaan maafmu kuterima."


Roxanne merasakan sesuatu yang aneh. Entah apa, tapi ia merasa Eris tengah 'melihatnya'.


"Lanjutkan langkah kalian. Aku harus mendampingi Arkas jadi tidak bisa berbicara lama."


"Kurasa kondisinya tidak baik." Elios membalas Eris. "Arkas akan ikut dalam ritual nanti?"


"Entahlah. Itu tergantung suasana hatinya."


"Begitu. Beritahu dia bahwa aku dan Roxanne pasti akan ikut."


"Ya." Eris berlalu, diikuti oleh pengawal bersamanya.


Roxanne tak sempat memerhatikan lebih jauh lagi karena Elios menariknya untuk pergi ke tempat para tetua Narendra.


"Saya takut, Tuan Muda."


Elios tertawa. "Tenang saja. Aku ingin para sesepuh tahu wajah istri tersayangku."

__ADS_1


Seluruh kegelisahan Roxanne tertutupi akibat rayuan itu. Bagaimana bisa ia menang jika Elios memakai senyum di wajah bukan-manusia itu?


*


__ADS_2