Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
Tidak Ingin Salah Paham


__ADS_3

Arkas mengisyaratkan semua pelayan Askala dan pengawalnya untuk pergi menjauh sesaat setelah tiba di kamar gadis itu. Kamar yang secara khusus adalah milik Askala, tidak ditempati kecuali adiknya datang dari Kastel Bintang.


Begitu masuk, Askala langsung melepaskan luaran pakaiannya, duduk santai memangku kaki. Tangannya mengambil anggur dari keranjang buah di meja.


"Askala, jangan melibatkan urusan kita dengan Roxanne." Arkas hanya berdiri melihat. "Dan, sekalipun marah, menamparku di depan Roxanne itu seharusnya tidak layak."


"Lalu kamu mau menghukum aku? Atau balas menampar juga?"


Arkas menghela napas. Mana mungkin ia menghukum adik perempuannya.


Dalam peraturan Narendra, hanya anak laki-laki yang boleh dihukum oleh kepala keluarga. Anak perempuan tidak, apa pun kesalahan mereka. Dan karena sejak kecil diajari menyayanginya bahkan jika berbuat salah, Arkas bahkan tidak berani mengangkat suara pada Askala.


"Pemimpin dari Kastel Bintang tidak seharusnya meninggalkan posisinya." Arkas berlutut, meraih kedua tangan Askala lembut. "Aku akan mengantarmu besok ke Papua jadi untuk sekarang ayo tidur."


Askala menatap matanya tanpa suara. Perempuan itu diam sangat lama, hanya memandangi Arkas dari atas sebagai Putri Kesayangan Narendra yang bahkan boleh duduk lebih tinggi dari Pewaris Utama.


Gadis yang boleh mengabaikan hal yang dia mau abaikan, gadis yang boleh melakukan bahkan jika hal terlarang, dan gadis yang tidak akan pernah Arkas benci bahkan jika dia menyebalkan.


"Aku membencimu," gumam Askala.


Arkas tersentak.


"Bilang saja langsung." Askala tersenyum. "Aku sudah menunggunya sejak kita kecil. Katakan di wajahku. Katakan 'aku membencimu, adik kecil'."


"Askala, aku tidak membencimu dan tidak akan pernah. Berhenti bicara hal bodoh."


"Kalau begitu biar aku saja yang berkata begitu. Aku membencimu. Sangat membencimu."

__ADS_1


Tubuh Askala membungkuk pada Arkas, mendekat ke bibirnya. Arkas secara naluri mundur, membuatnya terlihat jelas bahwa ia tak ingin Askala menciumnya.


"Benar. Aku sangat membencimu karena ini." Askala bergumam. "Tapi mungkin aku juga menyukainya. Dirimu yang sangat menjunjung tinggi keluarga sampai-sampai tidak ingin menanggapiku. Kakak pertama setidaknya harus suci, benar kan?"


"Itu tidak benar. Aku hanya—"


"Diamlah. Suasana hatiku jadi buruk."


Askala beranjak. Menepis tangan Arkas darinya. Perempuan itu naik ke tempat tidur, berbaring dalam selimutnya.


"Pergi dan minta pengawalku masuk. Mereka jauh lebih menghibur darimu."


Arkas justru ikut naik ke tempat tidur, memeluk tubuh adiknya erat. Ia harap Askala tahu bahwa Arkas tidak pernah membencinya.


Tidak pernah bahkan sedetik.


*


"Tidak benar tapi tidak salah juga."


"Tapi intinya dia membenciku, kan?"


Eris tidak menjawab benar tapi sudah jelas pasti benar. Dari ceritanya saja sudah jelas bahwa Askala dan Arkas punya hubungan lalu dia cemburu sebab Roxanne mendapat perhatian Arkas.


"Arkas memerhatikanmu bukan karena dia punya perasaan khusus."


Roxanne menoleh. Memicingkan mata kesel karena sekarang kesannya Roxanne akan salah paham. Siapa juga yang peduli Arkas suka padanya atau tidak?

__ADS_1


"Arkas memerhatikanmu sebab—"


"Sebab saya adalah wanita menyedihkan yang berulang kali hampir mati di tangan suaminya. Saya sudah tahu jadi kalau ingin menghargai saya, lebih baik Anda diam saja, Tuan Muda Kedua."


Eris malah berekspresi murung. "Aku tidak ingin kamu salah paham."


Hah?


"Askala mencintai Arkas." Eris tiba-tiba mengalihkan pembicaraan sekaligus mengembalikannya ke awal pagi. "Cinta yang sama seperti Elios dan Eirene. Sejak dulu, dia mencintainya."


Cerita basi. Intinya di keluarga ini hampir semuanya inses, kan? Walau mereka punya istri masing-masing.


"Tapi Arkas tidak membalasnya sebagaimana yang Askala mau."


Itu yang tidak biasa. Kalau tidak membalas, lantas kenapa Arkas terlihat seperti budak adiknya?


"Arkas berkata kalau hatinya sendiri tidak ingin. Dia merasa hubungannya dengan Askala tidak pantas dirusak oleh cinta lawan jenis. Yah, bisa dibilang Arkas tidak menyetujui hubungan inses."


Jadi informasi Sanya benar? Arkas dan orang ini juga, Sanya bilang mereka berdua tidak pernah melakukan hubungan dengan saudara kandung mereka.


"Tapi Askala salah paham."


"Salah paham? Maksud Anda?"


"Dia mengira Arkas hanya membencinya. Lalu, dia mengira kalau Arkas lebih menyayangi Eirene daripada Askala sendiri, karena itu sejak dulu Askala tidak menyukai Eirene. Semua orang tahu dia mencintai Arkas, tapi Arkas menolaknya sebagai lawan jenis."


*

__ADS_1


__ADS_2