Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas

Nikah Paksa : Istri Ketiga Belas
Askala Narendra


__ADS_3

Askala Narendra. Dia adalah Putri Ketiga dari seluruh generasi Narendra sekarang dan adik perempuan Arkas satu-satunya, dari ibu yang sama.


Walau begitu, Elios yakin tidak berlebihan menyebut Askala sebagai anak nomor satu. Si Paling Kesayangan. Si Pemegang Hati Kekuasaan. Gadis yang cerdas dan berbakat seperti Eirene, namun juga gadis berkepribadian buruk, berbeda dari Eirene.


Dalam lima puluh persen kekuasaan yang diberikan untuk seluruh anak Narendra, Askala memegang dua puluh persen kekuasaan di tangannya.


Bahkan jika dia wanita Narendra yang terkurung dalam kastel, nyatanya uang yang Askala hasilkan dari pekerjaannya puluhan kali lipat dari milik Elios.


Dan gadis itu hari ini datang pada Elios.


"Aku merasa terhormat orang pertama yang kamu datangi adalah aku, Kakak." Elios menyeringai. "Seperti biasa, melihatmu sekilas sudah cukup merangsang."


Jika diibaratkan Eirene adalah mawar merah muda yang indah, Askala adalah mawar merah yang menggoda.


"Jangan merasa terlalu terhormat." Askala tersenyum dengan dagu terangkat. "Aku hanya merindukan wajah Eirene selain wajah pucat mayat di Kastel Bintang."


Dan catatan yang paling penting adalah Askala tidak menyukai Eirene ataupun Elios.


Elios tertawa kecil sekalipun ia kesal Askala menghina kekasihnya. "Seperti biasa rasa cemburu Kakak pada Eri tidak terbendung."


Sebuah tamparan melayang di pipi Elios. Walau begitu, Elios hanya tersenyum merasakan goresan di pipinya dari cincin berlian di jari manis Askala.

__ADS_1


"Anak buangan seharusnya diam saja." Askala berbisik di telinganya. "Aku itu tidak sebaik Arkas. Dia anjing manis yang memikirkan segalanya karena dia pemimpin. Aku bukan, jadi aku selalu berpikir orang tidak berguna sepertimu harusnya mati saja menyusul Eirene."


Dia pasti datang cuma untuk mengatakan ini. Elios mendengkus kesal. Matanya melirik wajah Askala, turun menemukan bekas memerah di lehernya.


"Jangan terlalu dekat padaku, Kakak. Aku ini tipe pria yang justru semakin terangsang pada wanita liar sepertimu. Bagaimana kalau aku eja-kulasi di sini mencium aromamu? Arkas pasti akan marah."


"Istrimu banyak jadi aku tidak tertarik." Askala mundur beberapa langkah.


Nyaris bersamaan dengan itu, sebuah tendangan melayang ke arah Elios. Tapi sebelum itu sampai, Elios juga melayangkan tendangan ke arah Askala.


Tentu saja, keduanya harus berhenti sebelum mengenai target mereka.


"Na, Arkas." Elios melirik orang yang berniat menendang lehernya seolah dia berharap kepala Elios terlepas dari badan. "Kamu pikir aku akan tetap diam? Kamu bisa menghinaku selama ini karena aku membiarkannya, bukan karena kamu bisa."


"Adikmu yang mendekat."


Kaki Elios yang tertahan dari menendang Askala tiba-tiba ditangkap oleh sebuah tangan, membanting Elios ke tanah.


Askala hanya melihat itu sambil tersenyum. Membuat Elios sadar kalau alasan terbesar dia datang hanya agar Elios melukainya lalu Arkas datang menyelamatkannya.


Ya, itulah Askala. Dia paling suka membuat kisah cinta romantis antara dia dan Arkas sambil mengorbankan orang selain mereka.

__ADS_1


"Askala." Arkas mendekati adiknya. Memeluk wanita itu penuh kerinduan. "Kamu seharusnya memberi kabar jika sudah sampai. Bukan langsung ke tempat bocah ini."


"Aku hanya bosan." Askala membalas santai. "Omong-omong, kenapa dia berada di permukaan? Bukannya orang buangan harusnya ditahan?"


"Banyak hal terjadi. Untuk sekarang ayo ke tempatku dulu." Arkas merangkul Askala dan membawanya pergi tanpa melirik Elios lagi.


Tentu saja pengawal Askala yang membanting Elios tadi juga ikut pergi bersama mereka.


Daniel langsung mendekat, mengulurkan tangan untuk Elios berdiri.


"Kurasa situasi akan semakin memburuk." Daniel menatap punggung Askala. "Nona yang paling sulit ditangani sekarang ikut campur. Nasibmu benar-benar merepotkan, Elios."


"Tidak juga." Elios berpaling tidak peduli. "Askala itu hanya peduli pada orang yang berpotensi merebut Arkas, bukan mengganggunya."


Seperti Roxanne, mungkin?


"Arkas memang membenciku dan dia mau aku mati, tapi Askala tidak peduli pada keinginan Arkas. Orang itu datang pasti karena Sierra mengomporinya tentang Roxanne."


Kalau Askala mau menghapus Elios, dari dulu dia bisa melakukannya. Namun dia tidak mau karena dia tidak peduli dan tidak mau mengurusi hal tidak penting seperti Elios.


"Justru bagus." Elios menepuk-nepuk bekas debu dari pakaiannya. "Sekarang orang gila sungguhan sudah datang mengganggu Roxanne. Arkas tidak akan punya waktu mengurusku lagi."

__ADS_1


Dia akan sangat sibuk menahan adiknya yang obsesif dan dominan itu.


*


__ADS_2