
‘A-apa? Raelyn? Kenapa dia tiba-tiba saja di sini?!’ Pekik Cecil terhadap orang yang barusan tidak sengaja di tabraknya.
“Yah, jadi jatuh seperti ini.” Gumam Elly, memungut beberapa sayuran yang terjatuh itu.
“Sini aku bantu.” Orson yang tidak ingin melihat Elly melakukannya sendirian, berusaha ikut memungut sayuran yang sempat jatuh dan ada yang menggelinding, yaitu tomat.
‘Sebaiknya aku segera pergi dari sinii.’ Pikir Cecil, diam-diam di saat Orson dan Elly sedang mengambil sayuran, Cecil berjalan pergi.
“Tunggu, kenapa tiba-tiba pergi?” Pertanyaan dari Elly langsung membuat Cecil segera memberhentikan langkah kakinya.
‘Bagaimana ini? Jangan-jangan aku ketahuan.’ Detik hati Cecil, lalu menoleh ke belakang dan menemukan Raelyn atau Elly ini sudah berdiri dan menatap ke arahnya. “Ada apa lagi? Aku sedang buru-buru.”
Elly terus menatap Cecil yang sedang berusaha untuk menyembunyikan kecemasan di wajahnya itu.
Ya, meskipun Cecil sudah berusaha, tpi kenyataanya Elly masih mampu untuk melihat situasi yang di miliki oleh Cecil, seperti orang yang sedang cemas/
“Aku minta maaf.”
“Apa itu saja?” Berpura-pura berekspresi sombong. “Jika hanya itu saja kau benar-benar sudah membuang waktuku.” Imbuhnya dengan nada ketus, lalu Cecil segera berjalan pergi dari sana.
Setelah Cecil pergi dan masuk ke salah satu kamar yang ada di koridor tersebut, Elly bertanya. “Siapa dia?”
Orson menoleh ke arah Elly yang terlihat begitu mengawasi semua gerak gerik dari Cecil barusan.
“Dia adalah Cecil, dan sebenarnya dia adalah-”
“Adik tiriku ya?” Sela Elly.
Orson membelalakkan matanya. Padahal baik itu dirinya maupun Alves, sama sekali diantara mereka berdua yang belum memberitahu soal latar belakang yang di miliki oleh Elly. Tapi di sini Elly bahkan sudah berhasil menebak dengan benar, yang berarti ingatan milik Elly sudah kembali.
‘Cecil ya, dia yang melakuan percobaan pembunuhan kepada tubuh ini.’ Tatap Elly terhadap tangan kanannya sendiri. ‘Karena tadi siang aku sempat tenggelam, berat itu selain aku mengingat kematianku sendiri, ingatan dari tubuh ini pun pulih juga, walaupun hanya sedikit.
__ADS_1
Tapi itu lebih dari cukup untuk membuatku mendapatkan informasi soal latar belakang dari tubuh ini.
Tapi Cecil, jelas dia sedang menghindariku karena takut ketahuan, takut kalau aku mengetahui kalau dibalik Raelyn tercebur ke laut dengan mobilnya, semua itu karena ulah dari dia serta ibunya.
Ternyata, buah memang jatuh tapi tidak jauh dari pohonnya.’ Karena itu, denga pemikirannya tersebut, Elly tiba-tiba jadi tertawa cekikikan seperti kunti. “Khihihi…”
“A-ada apa? Kenapa kau malah cekikikan seperti kunti?” Tanya Orson, jadi merinding sendiri karena Elly yang dari tadi diam itu tiba-tiba malah tertawa dengan nada horor.
Elly melirik, meraih semua barang yang di bawa oleh Orson dan berkata : “Tidak ada apa-apa, aku hanya tiba-tiba saja jadi menemukan sesuatu yang tadinya tidak aku ingat, tahu kan?”
“Maksudnya ingatanmu?” Orson sedikit berlari karena Elly lebih dulu berjalan dengan tempo yang sedikit cepat itu.
“Hm…, aku hanya sedikit senang, karena orang itu masih sehat walafiat padahal seseorang pernah hampir ada di ujung mautnya. Bukannya takdir yang seperti itu cukup menjengkelkan?” Tanya balik Elly.
'Jika mendengarnya dengan seksama, ucapanya seperti tertuju pada Cecil tadi. Apa maksudnya Cecil ada hubungannya dengan Elly?
Sebentar, Alves menemukan Elly di pinggir pantai, lalu koma, dan setelah itu kehilangan ingatan.
"Elly~" Panggil Orson dengan nada yang begitu lirih.
"Hm? Ada apa?" Toleh Elly dengan senyuman yang begitu ringan.
"Apa kau mencintai Alves?" Tanya Orson secara tidak terduga.
"Entahlah, siapa yang tahu? Jika kau tanya pendapatku saat ini, aku sama sekali tidak mencintainya. Bukan berarti membenci juga sih," Sahut Elly.
Karena Elly pernah sekali di khianati, maka hal itu pun membuat Elly masih tidak bisa membuka hatinya, sebab sekali sudah terbuka, perasaan bebas seperti orang gila itu akan membuatnya terbunuh dalam diam, dan Elly sama sekali tidak ingin mengalami itu lagi.
TING...
Setelah berhasil menunggu lift, Elly pun masuk ke dalam lift dan di susul oleh Orson.
__ADS_1
"Tapi kenapa kau terlihat begitu dekat dengannya? Sampai adegan itu," Orson memberikannya kode di bagian situ dengan jari telunjuk terangkat ke atas.
Dan Elly yang langsung paham dengan kode tersebut, segera menjawab : "Aku kan melakukannya hanya karena kebutuhan."
"........." Orson terdiam, ia ingin menunggu jawaban yang lebih spesifik lagi.
Tentu Elly pun menambahkan lagi jawaban yang ia miliki itu kepada Orson. "Aku dan dia saling membutuhkan, kami berdua juga sudah sepakat, makannya, di dalam kesepakatan itu ada hal yang biasanya tidak mungkin terjadi, karena Alves sendiri yang menginginkan bagian itu, sedangkan aku mau melakukannya karena aku ingin uangnya, jadi bukannya adil aku berurusan dengan Bos mu itu?"
"Apekah~" Orson langsung tercekat, sebab kali pertamanya ia menghadapi satu kesepakatan dari temannya itu dengan cara yang cukup membuat orang lain bisa salah paham.
Dari luar, Alves dan Elly terlihat seperti seorang sepasang kekasih karena kedekatan diantara mereka berdua.
Tapi sebenarnya hubungan diantara Alves juga Elly, adalah karena kerja sama yang di bangun oleh mereka berdua untuk memenuhi keinginan mereka masing-masing.
Jika Alves ingin sekai di penuhi dalam hal batin sebagai seorang pria, maka peran Elly di sini adalah karena materialistik nya.
"K-kalian berdua deh, benar-benar membuatku tidak bisa bicara lagi. Tapi Elly, kau itu sama saja dengan menjual diri loh. Kau yakin mengatasnamakan bekerja sebagai pelayan?" Tanya Orson dengan tatapan penuh selidik.
Elly tersenyum dengan lemah, ia tahu bahwa itu sama saja dengan menjual diri. Tapi apa gunanya itu?
"Aku kan tidak punya siapapun, lagi pula tidak ada yang bisa mencegahku untuk memutuskan segala hal yang ingin aku lakukan. Jika kau punya pikiran seperti itu tentangku, berarti ya memang seperti itu, aku tidak mempermasalahkannya, karena itu hak mu apa kesan yang aku miliki di matamu.
Sedangkan aku, karena aku pikir itu adalah bagian dari pekerjaan sebagai pelayan, ya seperti itulah.
Toh pada akhirnya, hubungan manusia itu adalah saling memanfaatkan satu sama lain, ya kan?" Toleh Elly, memberikan penegasan bahwa entah itu hubungan suami istri, pekerjaan, teman, atau hanya orang lewat tidak di kenal, pada akhirnya semua adalah hubungan yang di dasari sebuah keinginan untuk mendapatkan satu manfaat.
Manfaat yang hanya bisa di mengerti dan dimiliki oleh diri sendiri.
TING....
"Jadi Orson, kau mau punya kesan apa di matamu, aku tidak akan menghiraukannya, bahkan jika itu orang lain, aku tidak akan begitu memperdulikannya, karena aku ada untuk diriku sendiri, bukan untuk orang lain." Setelah mengatakan kalimat tersebut, Elly berjalan keluar lebih dulu, meninggalkan Orson yang masih di berikan satu pukulan telak kalau Elly adalah orang yang terlihat begitu ambisius hanya untuk memerankan dirinya sendiri di segala situasi.
__ADS_1