
BRUKK....
Karena salah satu kaki Elly berhasil di jegal, secara otomatis tubuh Elly langsung terjatuh.
Tapi tidak seperti harapan kalau Elly akan jatuh sendirian, sebab Aiden pun menjadi orang yang sama-sama terjatuh, dan hampir saja menindih tubuh Elly yang saat ini ada di bawahnya persis.
"Rael,"
"Salah, namaku bukan Rael lagi, tapi Elly, Ellynda."
"Siapa yang memberimu nama itu? Apakah laki-laki itu?" Tanya Aiden dengan nada lirih dan cukup berbisik.
Tidak kuasa menahan rasa manis yang ternyata bisa Aiden cium itu, Aiden pun mendaratkan mulutnya di depan mulut Elly.
Elly yang tiba-tiba saja mendapatkan kilatan dari ingatan soal Raelyn yang malam itu benar-benar mendapatkan tindakan yang sama dengan apa yang akan di lakukan oleh Aiden terhadapnya, tentu membuat Elly tidak akan pernah berpikir untuk mendapatkan pelecehan kedua kali dari orang yang sama, apalagi pria seperti Aiden ini.
'Sekarang aku jadi tahu, alasan kenapa tubuhku ketakutan seperti ini saat pertama kali bertemu dengannya, semua itu karena laki-laki ini pernah hampir menidurinya. Sayang sekali, karena ini adalah aku, maka aku akan membalasnya untukmu Raelyn.' Benak hati Elly. "Ya, aku mendapatkannya karena aku memang memintanya agar bisa menamaiku dengan nama yang baru. Tidak sepertimu, dia lebih baik darimu."
"Kenapa kau yakin sekali dia adalah laki-laki baik?" Seringai Aiden. "Apa kau tidak tahu, kalau dia punya segudang rahasia yang tidak mungkin diberitahu oleh wanita sepertimu. Dia hanya memanfaatkanmu, setelah kadaluarsa, pasti kau akan di buang, jadi sebelum itu terjadi, kenapa tidak kembali saja kepadaku?
Kali ini aku akan memberikanmu apa yang kau mau, pakaian, tas, perhiasa, atau bawang-bawang mewah lainnya, aku ak-"
"Phuiih..." Dengan sengaja, Elly menyela ucapannya Aiden dengan meludahi wajahnya langsung. "Bercerminlah, yang sudah aku buang tidak mungkin aku pungut lagi." HIna Elly.
__ADS_1
"..........!" Aiden yang tadinya terdiam, langsung menyeka wajahnya yang terkena air ludah dari mulut Elly itu. 'Hahh~ Jika berubah, menurutku Raelyn justru terlalu berubah, bahkan seakan jadi seperti orang lain. Tapi kita lihat, sampai berapa lama kau bertahan dari cengkramanku."
Merasa terprovokasi dengan tindakan yang di lakukan oleh Elly kepadanya, Aiden langsung mencengkram kuat salah satu tangan Elly, dan dari situ juga Aiden segera meraih wajah Elly dengan kuat juga, sampai wajah Elly terjepit dengan mulut sudah manyun.
"Hahaha, aku jadi senang, ternyata mantan kekasihku yang dulu begitu pemalu, ternyata punya keberanian dan pesona seperti ini. Elly, sekarang bagaimana kau akan lepas dariku? Sebaiknya kau tunjukkan tekdamu yang berani tadi." Tegas Aiden.
Dan ketika Aiden sudah bersiap untuk memberikan hadiah sebuah siksaan kepada Raelyn yang pastinya adalah sebuah serangan untuk membuat Elly tidak bisa lepas dari tubuhnya yang akan Aiden tindih, Elly lebih dulu mencengkram leher Aiden.
Awalnya memang seperti itu, akan mencekik leher Aiden, tapi sebelum itu terjadi, Aiden lebih dulu menangkap tangan Elly.
GREPP....
Aiden menyeringai tipis melihat Elly begitu bersemangat untuk saling menyapa satu sama lain dengan bentuk kekerasan.
'Dia memang tidak akan sungkan untuk menggunakan kekerasan.' Detik hati Elly.
Dan hasilnya, Elly berhasil mengambil alih posisinya di atas Aiden.
'Gerakannya simpel, tapi dia mampu membalikkan keadaan. Seberapa besar lagi dia memiliki perbedaan dengan yang dulu?' Penasaran Aiden. Menatap Elly mata yang cukup dingin, setelah ia merasakan aura yang cukup mengancam dari Elly. 'Dia lebih waspada dari yang aku kira. Tapi memangnya sekilapun kau berhasil membalikkan keadaan seperti ini, apakah kau mampu menahan ini?'
Aiden tidak menjerumuskan dirinya itu langsung untuk menghadapi Elly tanpa rencana.
"Kau, apa ke-"
__ADS_1
DEG....
Kalimat yang belum selesai di ucapkan itu, tiba-tiba aja menghilang, setelah Elly tiba-tiba saja merasakan tubuhnya jadi merasa panas?
'Kenapa tubuhku jadi lemas seperti ini?!' Panik Elly, perlahan cengkraman tangannya dari kerah baju Aiden jadi melemah.
'Parfum yang aku gunakan ini menggunakan bahan khusus. Aroma jeruk yang menyegarkan ini sudah di campur dengan obat lain. Jadi meskipun sekarang dia sadar kalau tubuhnya merasa aneh karena berpikir kalau ia mengalaminya mendapatkan sensasi itu dari pengharum ruangan disini, maka itu salah besar.
Jadi lihat ini, dengan wajah pucatnya, tubuhnya pasti merasa jadi lemas, dan panas.
Siapa yang akan menolongmu dari godaan naf*su yang muncul itu selain aku?' Pikir Aiden.
Dengan memakai sebuah parfum khusus, aroma samar yang menyeruak masuk ke indera penciumannya Elly, perlahan membawa Elly seperti baru saja kehilangan seluruh tenaganya.
Padahal, ia sama sekali belum mengeluarkan tenaga sebanyak saat dirinya bertarung melawan lawannya. Tapi, gara-gara obat yang samar-samar tercium itu, membuat Elly benar-benar seperti mendapatkan titik lemah paling mendalam.
Elly memicingkan matanya, sebisa mungkin ia mempertahankan kesadarannya, bahwa tempat ini, di dalam kamar yang begitu mewah itu sebenarnya bisa jadi tempat saksi bisu untuk mereka berdua.
'Hahah....aku, kurang waspada. Seharusnya, sebelum dia menarikku masuk kedalam kamar, akulah yang seharusnya menarik dia keluar.' Elly tertawa miris, dengan kurang kewaspadaannya terhadap area sekitarnya, membuat Elly jadi masuk kedalam jebakan paling simpel, bahkan cukup sepele.
Padahal itu adalah sesuatu yang bisa Elly atasi dengan mudah.
Namun, karena dirinya sempat terfokus dengan Cecil tadi, ia jadi lengah, dan akibatnya sekarang ia harus menghadapi pria ini, Aiden- laki-laki yang menurut ingatannya Elly saat ini, pria ini adalah orang yang sempat membuat tubuhnya merasakan ketakutan.
__ADS_1
Ketakutan yang tiba-tiba bisa muncul hanya karena saling bertemu, sebab pria ini, sudah membuat tubuhnya itu memiliki trauma paling dalam selama hidupnya.
Aiden- orang kedua yang hampir memperkosa Raelyn sebelum Raelyn mendapatkan satu kecelakaan yang membuatnya tercebur ke laut, sampai di anggap sebagai orang hilang.