Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
150 : PTRI : Satu pukulan langsung terungkap


__ADS_3

Tapi, apa respon yang di berikan oleh Elly kepada Ibu angkatnya itu, Elly justru hanya bersikap cuek dan mengabaikan keberadaannya.


"Hei, apa kau tuli? Ayahmu sangat mengkhawatirkanmu, dan apa kau mau mengabaikanku begitu saja?!" Ucap Maria, dia tidak terima dengan sikap Elly yang ingin mengabaikannya begitu saja.


"Ayahku? Kalian berdua itu hanyalah orang tua angkat yang bahkan pada akhirnya tetap menganggapku sebagai pelayan rumah.


Tapi setelah aku kecelakaan dan hampir meregang nyawa gara-gara percobaan pembunuhan, aku baru sadar kalau hidupku ini terasa sia-sia hanya untuk di kendalikan oleh wanita tua sepertimu.


Jadi jangan ganggu aku, kau bukan siapa-siapa lagi." cetus Elly, dan dia pun langsung pergi begitu saja.


"Apa? Jadi ada cerita seperti itu juga?" bisik orang pertama.


"Jadi dia adalah anak angkat, pantas saja wajah dia dengan Cecil berbeda. Atau dia anak haram? Tapi bagaimana bisa anak angkat di jadikan pelayan, kejam juga mereka."


"Aku tidak tahu rupanya ada cerita yang seperti itu, pantas saja setelah selamat dari kecelakaan dia punya penampilan dan sikap berbeda, pasti karena akhirnya dia terbebas dari tekanan karena keluarga angkatnya."


"Yah, entah anak haram atau anak angkat yang di ambil dari panti asuhan, jika tujuannya hanya untuk menjadi pelayan saja, itu termasuk keterlaluan."


"Ya, walaupun aku juga sama-sama anak angkat, tapi aku jelas punya status seperti anak kandung dari orang tua angkatku, berarti memang ya, ada yang salah dengan kepala mereka yang mau mengadopsi anak."


Mendengar semua ucapan mereka yang begitu memihak Elly, Maria pun jadi geram. "Kenapa kalian langsung percaya pada ucapan dari mulutnya itu? Bahkan tidak ad-"


"Jika tante mau bilang bukti, kami semua punya buktinya kok."


Ting...ting....tingg....


Seketika banyak dari semua orang yang tiba-tiba saja mendapatkan notifikasi pesan secara serentak. Dan begitu mereka melihat pesan tersebut, seketika perhatian mereka semua langsung tertuju pada Maria serta Cecil yang tadinya hendak menghampiri Ibu nya itu.


"Wah, aku tidak menyangka, ternyata Cecil juga sama seperti Ibu nya."


"Bagaimana bisa ya, dia yang terlihat baik itu, ternyata itu hanyalah topeng penyamaran."


"Khihihi, ini berita yang sangat bagus, mumpung hanya di forum sekolah, akan aku sebarkan ah, biar banyak orang yang akan tahu kalau di zaman seperti ini masih saja ada sikap untuk memperbudak anak angkatnya."


Satu per satu dari mereka semua yang sudah mendapatkan notifikasi berita utama yang mereka terima dari forum sekolah, tersenyum licik dan langsung memposting berita soal Raelyn yang diam-diam di siksa.


Panik dengan suasana yang tiba-tiba jadi runyam seperti itu, Cecil sontak langsung menghampiri Ibu nya dan langsung menariknya pergi dari sana.

__ADS_1


Dan setelah keluar serta masuk kedalam mobil mereka, Cecil seketika langsung memarahinya.


"Ibu, apa yang Ibu pikirkan sih?! Sudah aku bilang agar tidak seenaknya berhadapan langsung dengan dia, di belakangnya itu ada Alves yang mendukungnya! Lihat gara-gara Ibu yang bahkan hanya punya pikiran pendek, jadinya situasinya seperti ini!"


"Ibu tidak sengaja, lagian saat aku melihat dia ternyata masih bisa hidup dan berkeliaran apalagi di depan mataku, Ibu refleks jadinya langsung ingin membuat dia pulang."


"Tapi gara-gara Ibu, sekarang apa? Lihat ini!" Cecil yang masih marah-marah itu langsung memperlihatkan handphone nya ke arah Ibu nya agar melihat berita yang terpampang jelas di dalam web sekolah.


Ada video yang bahkan sebenarnya tidak terekam Cctv manapun, tapi bisa di dapatkan dari suatu tempat, dan tepatnya dari atas.


Ya, itu adalah Video saat Raelyn di siksa dan di pukul oleh Maria karena tidak becus menjemur, sehingga semua pakaiannya jatuh ke tanah, dan Maria yang emosi tidak segan-segannya memukul kedua tangan Raelyn dengan rotan, yang seakan di memang sudah di siapkan jika Raelyn melakukan kesalahan.


Bagaikan bina*ang yang tidak menurut dengan Tuan nya, Maria benar-benar memperlakukan Raelyn itu sendiri dengan kasar.


"Apa? Bagaimana bisa? padahal di halaman rumah saja tidak ada kamera cctv apapun!" Maria yang masih saja belum paham bagaimana bisa ada video miliknya yang sedang menyiksa Raelyn, Cecil seketika berbicara lagi.


"Ibu bodoh ya? Walaupun kelihatannya rumah kita letaknya cukup pribadi, tapi ada itu." Cecil pun menunjuk ke arah atas. "Satelit, memangnya ibu pikir siapa yang bisa mengeluarkan banyak uang selain laki-laki itu?"


__________


Dan di balik kecemasan dari mereka berdua yang sedang merenungi nasibnya sendiri, padahal belum membuat perhitungan dengan Elly yang masih hidup, tapi mereka justru sudah di kalahkan dulu sebelum mereka memulainya, Orson justru sedang bersenandung ria di dalam mobilnya.


"Hayo, kenapa kau ada di sini? Dan apa yang sedang kau lakukan sampai senyum-senyum seperti itu?" Tanya Elly pada Orson.


Karena saat keluar dari kampus, ia melihat ada mobil pribadi milik Orson, Elly pun menghampirinya dan masuk kedalam mobil.


Tapi, begitu dia masuk, dia malah diperlihatkan senyuman Orson yang terlihat begitu mengembang lebar, memperlihatkan senyuman kemenangan.


"Mereka berdua, kau baru saja menemuinya kan?" dari laptop yang dia gunakan, dia memperlihatkan dua orang yang tadi buru-buru saja masuk kedalam mobil. Itu adalah Maria dan Cecil.


"Ya, mereka berdua adalah keluarga angkatku, kenapa?"


"Aku baru saja memberikan mereka hadiah sesuai dengan perintah dari Alves." kata Orson. Karena Elly belum tahu soal berita yang sudah beredar tepat setelah keluar dari kampus, Orson pun memperlihatkan halaman dari berita tersebut dan juga beberapa video yang dia miliki untuk sebagai bukti tindak kekerasan mereka berdua kepada Raelyn dulu.


"Apa? Alves yang memerintahmu? Tapi bagaimana dia bisa memiliki banyak bukti seperti ini, bahkan sampai video nya juga." Elly yang cukup terkejut itu, ingin melihat video nya sendiri sampai ia langsung merebut laptop dari tangan Orson.


"Karena ada banyak dana yang tidak di gunakan, beberapa tahun lalu dia membuat satelit Silverdrop, jadi bagaimana bisa dapat video ini, tentu saja berkat dari satelit milik majikan kita berdua.

__ADS_1


Dan soal urusan sejak kapan dia mencari latar belakangmu, mungkin saat kau meminta informasi latar belakangmu baru-baru ini kepadanya kan? Dia yang mencari semua video ini, dan aku hanya tinggal membantu mencari sisa-sisa data yang belum dia temukan."


"Aku jadi berhutang banyak padanya." Keluh Elly. Padahal dia tidak memintanya untuk membantu soal urusan keluarga dari tubuh yang Elly diami itu.


Tapi, bahkan tanpa di minta pun, Alves justru sudah bertindak sendiri.


"Itu karena dia ingin minta balas budinya kepadamu. Dia orang yang licik kan?" tanya Orson, ingin mendengar apa yang akan di jawab oleh Elly ini.


"Ya, dia selalu saja licik setiap saat, mengambil kesempatan di dalam kesempitan orang." Ungkap Elly. Sudah tidak terhitung lagi jumlahnya, ia harus membalas jasa alias balas budi kepada Alves, karena terus saja membantunya, dan sekaligus agar Elly punya hutang terus kepadanya, dan ujung-ujungnya, agar dia bisa segera membalasnya.


Dan jika terus di lakukan, maka tidak akan ada habisnya.


"Tapi Elly, apa tujuanmu sudah selesai?"


"Sebenarnya aku bahkan belum melakukan apapun. Aku terlalu fokus pada permasalahanku sendiri, bukan tujuan utamaku, jadinya ya...tujuanku langsung melenceng jauh." Jawab Elly.


"Hahh...lebih baik kau urus dia saja, aku yang akan meyelesaikan masalah biaya kampus dan soal kau yang berhenti sekolah." Pinta Orson sambil melirik ke arah Elly, lalu tangannya pun merebut laptop dari pangkuannya Elly.


"Lalu, masa aku harus pulang begitu saja?"


"Bukankah kau belum satu jam saja sudah berhasil membuat keributan? Aku melihatnya di semua cctv sekolah, jadi pulang saja ana, dia tadinya sudah mau menyusulmu, tapi jika bukan karena adanya jadwal, dia pasti sudah datang kesini, bukan aku." Jelas Orson.


"Tapi- apa kau boleh pinjam uang padamu?"


"Lagi?" Lirik Orson, padahal belum lama ini Elly juga pernah meminjam uang padanya.


"Iya, aku lapar, aku ingin mak-"


"Jika mau makan, kau bisa makan ini." Sela Orson, dia pun mengambil tas belanja berukuran kecil yang ia letakkan di belakang kursi, lalu dia pun memberikannya kepada Elly. "Itu bento, tapi aku beli, makan saja. Dari pada ketahuan kau tiba-tiba pergi ke restoran hanya untuk beli makan dan kau bertemu dengan dia, apa jadinya nanti? Dia itu tahu, kau tidak punya uang tunai, jadi pasti dia akan bertanya kau dapat uang dari mana, dan jika dia tahu aku yang memberikanmu uang, dia pasti akan membuatku kerja lembur."


"Ya ampun Orson!" Dengan ekspresi terkejut tapi yang di lebih-lebih kan. Orson pun langsung terkejut dengan akting yang di lebih-lebihkan itu.


PLAK....


"Kau memang teman terbaik, bisa sampai kepikiran seperti itu, pantas saja kau bisa jadi asisten pribadinya." Kata Elly dengan jahilnya langsung menampar lengan kekar milik Orson. "Kalau begitu aku keluar ya, terima kasih untuk makanannya." Dengan wajah senang, Elly pun keluar dari mobilnya Alves, dan berpindah masuk kedalam mobilnya sendiri.


BRAK.....

__ADS_1


'Dia sangat di sayang sekali ya oleh Alves. Sedangkan aku kapan ya? Biarlah, jangan pikirkan itu dulu, aku akan menyelesaikan semua sisa masalah yang di sebabkan oleh dia hari ini juga.' Batin Orson. Tanpa turun dari mobil, dia pun mengerjakan kedua tangannya serta ke sepuluh jarinya untuk mengetik, untuk menyelesaikan pelunasan biaya sekolah Raelyn yang terus menggunung, serta pemutusan sekolah.


Karena sudah jadi keputusan yang bulat dari Elly, Orson pun jadinya mengerjakannya tanpa sungkan.


__ADS_2