Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
81 : PTRI : Bahan pelampiasan


__ADS_3

“.......” Arshen jadi takut, ia takut kalau tatapan dan ekspresi wajah Elly saat ini seperti sebuah isyarat kalau..


‘Aku tidak akan melepaskanmu.’


Sampai senyuman yang mengembang itu meraih prestasi untuk Arshen, agar pria itu bisa merasakan apa itu yang namanya di intimidasi. 


“Darren.” Panggil Elly dengan nada rendah, ia meminta Darren untuk mengatakan apa lagi yang di lakukan oleh Arshen terhadapnya. 


Sebenarnya Elly meminta Darren untuk mengatakan apa yang di pernah di lakukan oleh Arshen kepadanya, adalah sebagai dalih, daripada kelihatannya yang mana Elly terlihat seperti memberikan aksen keras bahwa ia sedang menekan mereka berdua, bahwa wanita yang berperan sebagai Raelyn sudah berubah dan mencoba membalas kembali Arshen, sebenarnya hal itu adalah sebuah dalih, karena Elly memang tidak mengingat apa yang dilakukan oleh Arshen. 


Ini seperti antara hidup dan mati, dengan kata lain ia berada di ambang pakah kesan Elly yang sedemikian garang itu berhasil untuk mengecoh mereka bahwa ia tidak mamiliki satu ingatanpun tentang mereka berhasil atau tidak, itulah resiko yang sedang Elly buat. 


“Ah …, iya. Arshen pernah melakuan sesuatu kepadamu.” Darren mengatakannya dengan wajah ragu kepada Elly. 


Elly yang merasa janggal dengan nada bicara Darren yang terdengar ragu, jadi langsung menjeling ke arah Darren dengan mata menyipit. “Sesuatu seperti apa?”


“Darrmphh…!” Elly yang tidak mau mendengar suara Arshen lagi, tangannya jadi dibuat untuk membungkam mulutnya Arshen. 


“Dia-” Darren kemudian melirik ke arah Darren. 


Karena Darren sendiri perlahan jadi takut dengan tatapan sengit dari Elly, Darren yang harus menguatkan hati dan mentalnya, mulutnya yang gemetar akhirnya berkata : “Seminggu sebelum ujian-”


“Jadi kau melihatnya tapi enggan untuk mengatakan apa yang ingin aku dengar dari mulutmu?” Tanya Elly, dia bertanya juga karena ia hanya sedang menebak bahwa Darren terlihat sempat terlibat dengan sesuatu yang tidak di sengaja, tapi selama ini di sembunyikan. 


“A-aku, aku memang sempat melihatnya kalau, A-Arshen dan kau, s-saat di hotel yang letaknya kebetulan berada di be-belakang kampus, kau hampir d-di perkosa olehnya.” 


DEG….


Akhirnya setelah mendengar apa yang di katakan oleh Darren kepadanya, Elly jadi tertawa getir. Tawa yang nampak seperti Iblis yang baru saja menemukan mangsa utamanya untuk di siksa. 


Elly menunduk, ia tidak begitu terkejut lagi dengan dunia sosial, apalagi dunia anak muda yang penuh dengan drama. 


Bahkan soal pemerkosaan?


‘Heh? Bukannya baik di kehidupanku ataupun di kehidupan ini tubuh yang aku gunakan sama saja mendapatkan pengalaman pahit soal dunia anak muda yang penasaran dengan ****? Karena aku sendiri juga sama-sama hampir mengalami permasalahan rumit itu, aku jadi pernah merasakan rasanya saat ketakutan, cemas, khawatir, di dalam situasi yang kemungkinan tidak akan ada yang menolong.


Karena ini semua, aku jadi tahu betapa kesalnya aku karena aku sekarang tiba-tiba jadi mendapatkan satu ingatan mengenai apa yang di katakan oleh Darren. 


Darren tidak berbohong soal ini, berarti tidak masalah ya kan, jika aku membalas perbuatan anak ini dengan apa yang terjadi di masa lalu?’ Pikir Elly.


Setelah ia mendengarkan pengakuan dari Darren soal Arshen, dan Elly sendiri di kehidupan lamanya juga pernah mengalami hal yang hampir serupa, hal itu pun membuat Elly jadi mendapatkan sedikit ingatan tentang masa lalunya. 


“Yah~ Pria pada dasarnya jika sudah ada dalam satu kondisi tertekan, merasa harga dirinya berada di bawah, ia akan melampiaskan rasa kesal pada orang yang dimatanya terlihat pantas untuk di diberikan sesuatu sesuai dengan isi hatinya.” 


______________


Flashback On.


Di bawah langit yang mendung, kilatan petir menghiasi langit kelabu yang tidak lama lagi akan hujan. 


Tapi di satu sisi, di bawa tekanan atmosfer yang perlahan membuat suhu menjadi kian dingin, ada dua orang sedang berlari melewati beberapa tempat sampai tengah jalan kota yang letaknya persis di belakang kampus, dan terus berlari menuju suatu tempat, yaitu sebuah gedung yang menjadi tempat penginapan semua orang yang memiliki uang, apa lagi kalau bukan hotel. 


“A-Arshen, apa yang kau lakukan?” Seorang wanita bertanya dengan ekspresi wajah kesakitan, sebab pergelangan tangannya saat ini sedang di cengkram kuat oleh seorang pria bernama Arshen. 


“Jangan banyak bicara, ikut aku saja.” Ketus Arshen. 


Tepat melwati lobi hotel, Arshen diberikan sambutan oleh beberapa staf karyawan yang tidak sengaja berpapasan dengannya hanya dengan sebuah salam hormat. 

__ADS_1


“Selamat datang Tuan.”


“Tuan muda, selamat datang.”


Intinya setelah Arshen berhasil melewati banyak orang yang bekerja di hotel itu, Arshen tanpa membalas sapaan dari mereka, langsung masuk kedalam lift untuk membawa wanita yang ia bawa pergi ke kamarnya. 


“Arshen, lepaskan, ini sakit.” 


Meskipun Arshen mendengar rintihan dan permintaan Raelyn yang ingin cengkraman tangannya Arshen itu di lepaskan, Arshen hanya berpura-pura tidak mendengar. 


“Arshen, sebenarnya kau kenapa? Kenapa ak-”


“Diam!” satu kata dengan nada bentakan yang cukup keras, sukses membuat Raelyn bergidik ngeri dengan suara yang dikeluarkan ole Arshen benar-benarlah menakutkan. “Aku tidak ingin mendengar keluhanmu, ikut saja, jadi tidak usah banyak bicara.” Tambahnya. 


TING…


Setelah pintu lift berdentang, tanda lift sudah sampai ada lantai tujuan, Arshen kembali menarik tangan Raelyn dengan kuat, kasar dan terlihat seperti seseorang yang sedang menyeret an*jing nya yang malas berjalan untuk di paksa berjalan. 


‘T-tapi dia membawaku ke kamar hotel, apa yang akan dia lakukan terhadapku?’ Panik dengan pemikirannya sendiri, Raelyn langsung memberontak, melepaskan diri dari cengkraman tangannya Arshen. 


“Ternyata kau tidak tahu bahasa manusia.” Hina Arshen, melihat wajah panik Raelyn terpampang jelas, dan kepanikan itu kian meningkat karena mereka berdua sudah berada di salah satu kamar, dan itu adalah kamar pribadi milik Arshen. 


KLEK. 


Dengan mengguanakan kartu sebagai kunci akses masuk nya, Arshen berhasil membuka pintunya, dan usaha Elly untuk melepaskan diri dari cengkraman tangannya Arshen pun hanyalah sia-sia, sebab tenaga mereka berdua berbeda jauh. 


Oleh karena itu, Raelyn pun langsung di tarik lebih kasar dari sebelumnya dan membawa wanita ini masuk kedalam kamarnya Arshen. 


Pintu yang otomatis tertutup itu, menjadi awal dari sebuah cerita untuk mereka berdua. 


BRUK….


“Apa yang mau kau lakukan?! Lepaskan aku!” Teriak Raelyn kepada Arshen agar melepaskannya. 


“Ha? Ha…hahaha, hahahaha….jadi itu wajah takutmu? Kau ternyata lebih menarik ketimbang wajah wanita yang terbiasa merayu untuk menggoda.” Ucap Arshen secara tiba-tiba. “Walaupun kau tidak cantik tapi kau punya hal berharga yang patut di jaga.” imbuhnya, menatap tubuh Raelyn yang hanya berbalut rok panjang, dipadukan dengan kaos dan blazer yang bahkan kualitasnya adalah pakaian murahan.


Kesederhanaan, ketupolosan dari wajah Raelyn yang ketakutan itu, justru menjadi daya tarik Arshen yang sedang di selimuti rasa amarah. 


“Tapi bagaimana jika hal yang kau jaga itu aku renggut?” senyuman iblis nya sukses membuat Raelyn merasakan merinding yang cukup besar. 


Ada sesuatu yang salah di tempat itu, Arshen seperti tidak marah karena masalah yang berhubungan dengan Raelyn secara langsung. Membuat Raelyn bingung, tapi memiliki kecemasan yang cukup besar. 


“Sebaiknya kau menurut saja. Akan aku tunjukkan kepada Elena kalau aku juga bisa bersenang-senang dengan wanita lain. Tidak seperti dia yang berselingkuh dibelakangku denan pria lain, aku akan menunjukkannya secara kepadanya dengan siaran langsung.” Senyuman getir terlihat begitu lebih menakutkan, Raleyn spontan langsung tersadar kalau apa yang di pikirkannya benar. 


Raelyn sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan masalah yang dimiliki oleh Arshen sendiri, tapi di sini posisi Raelyn dimata Arshen, ia di posisi untuk melampiaskan amarah yang dimilikinya itu, karena Elena dan Arshen putus, sebab Elena sudah ketahuan berselingkuh di belakang Arshen. 


Tapi yang menjadi bahayanya, Raleyn di posisikan sebagai bahan pelampiasannya Arshen!


“Tidak, kenapa harus aku! Aku tidak mau menjadi bahan pelampiasanmu!” Teriak Raelyn. 


Raelyn sudah beranjak dari tempat tidurnya, ia sudah hampir berlari untuk mencapai gagang pintu kamar, tapi di saat yang sama tangan gesit milik Arshen kembail membawa Raelyn terjatuh ke atas tempat tidur. 


BRUK….


Berhasil membuat Raelyn kembali jatuh ke atas tempat tidur, Arshen mengeluarkan handphone nya, dan mengutak-atik handphone nya sendiri, melakukan VC kepada mantan pacarnya. dan setelah itu Arshen meletakkannya di atas nakas dekta dengan tempat tidur. 


“Aku akan memperlihatkanmu Elena, aku bisa melakuan apa yang kau lakukan.” Tekan Arshen, lalu dengan buru-buru Arshen naik ke atas tempat tidur lalu memindih tubuh Raelyn di bawah kekangannya. “Dan kau Raelyn, alasanmu aku memilihmu adalah karena kau budak kami, jadi terserah dong aku mau melakukan apa kepadamu. 

__ADS_1


Dan kalau di pikir-pikir kau seharusnya merasa terhormat, karena sore ini kau bisa merasakan nikmatnya di jamah oleh pria. 


Kau pasti haus di belai oleh pria kan? Jadi aku akan mengabulkannya.” Ucap Arshen dengan ekspresi paling dingin tepat di depan wajah Raelyn yang sedang Arshen cengkram dengan kuat. 


Sebuah hinaan yang begitu kuat dan mendalam. Arshen melakukan itu untuk melampiaskan serta membalas dendam kepada mantan pacarnya, sedangkan yang menjadi korbannya paling nahas disini adalah Raelyn lah yang menjadi objek dari Arshen yang ngin melampiaskan dan membalas dendam kepada sang matan pacar. 


“Uhmm…!” Raelyn menggeleng kuat tidak mau. “Kehormatan apa? Walaupun kau mengatakan itu, aku justru menganggap kau sedang merendahkanku.”


“Yah, bukannya statusmu memang orang rendahan, jadi pantas dong, aku menganggapmu rendahan, dan sesaat jadi naik posisi karena aku, walaupun itu hanya sedikit juga sementara waktu saja.” Balas Arshen.


Ekspresi wajahnya yang cukup dingin dengan aura yang cukup mengintimidasi, Raleyn yang tida kut dengan itu langsung berteriak. 


“Aku tidak mau jadi pelampiasanmu. Tidak!” 


“Asal kau tahu Raelyn, semakin kau memberontak, semakin membuatku tidak ingin melepaskanmu!” Karena kemarahannya tidak bisa lagi di bendung, Arshen langsung mencengkram kuat kedua tangan Raelyn di atas kepalanya Raelyn, dengan posisi Arshen berada di antara kedua kaki Raelyn yang terbuka lebar, Arshen akhirnya menurunkan aksinya. 


“Tidak, jangan lakukan itu, aku mohon, aku tidak mau!” Rengek Raelyn. Dia sudah mulai menangis karena perlahan Arshen yang tidak peduli dengan permintaannya itu, sudah mulai membuka kancing bajunya. 


Sekalipun Raelyn mencoba menggeliat, semua itu adalah usaha yang cukup sia-sia, dan justru semakin membuat Arshen jadi gencar untuk melakukan pelecehan terhadap Raelyn yang sudah lemah di bawah tubuhnya, seleas sentuhan pertama yang dilakukan oleh pria ini adalah bermain di bawah kaos yang di pakai oleh Raelyn. 


“Ahh~”


-”Halo Arshen? Ada apa kau tiba-tiba VC ha?! Kita itu sudah putus, jadi tidak usah menghubungiku lag-”-


Sampai Elena yang baru saja mendapatkan VC dari Arshen, tiba-tiba membungkam mulutnya sendiri selepas Elena melihat Arshen sedang mencoba meniduri seorang wanita. 


-“Ha? Apa kau sedang membalas dendam kepadaku dengan memperlihatkanmu mau meniduri wanita lain dengan siaran langsung ini?”- Tanya Elena, menebak makksud dari dua tujuan yang sudah jelas di depan matanya itu.


“Ya, ini hadiahku, sekaligus balas dendamku, kalau aku juga bisa membuat seorang wanita jatuh dalam pelukanku.” Jawab Arshen tanpa tahu malu, karena sekarang Arshen sudah sepenuhnya bertelanjang dada di depannya Raelyn. 


-”Kau pikir itu mempan? Aku bahkan sama sekali tidak ped-”-


Dan kalimatnya lagi-lagi terputus selepas Elena mendengar suara de*sahan yang begitu jelas. 


“A-ahh~ A-arshen, hentikan, hen-..nggh..!” 


Suara lenguhan dan de*sahan yang begitu menggoda, mewakili pencapaian pertama yang di lakukan Arshen terhadap Raelyn yang sedang ia sentuh.


“Kenapa diam? Tadi kau mengatakan apa? Aku tidak dengar, karena tiba-tiba isi kepalaku jadi terfokus menikmti suara indahnya, ya kan sayang?” Drama milik Arshen pun dimulai dengan membuat Raelyn menjadi mainannya. 


-”Kau, aku tidak peduli dengan itu. Kalau kau memang mau melakukannya dengan wanita lain, ya silahkan saja, toh kita berdua sudah putus.”- Papar Elena, mencoba untuk tidak peduli denga apa yang sedang di lakukan oleh Arshen. 


“Ah! Jangan panggil aku sa- ahh! Hentikan, hentikan itu~” Kata Raelyn, terus mencoba untuk menahan segala sentuhan yang dilakukan oleh Arshen, pada akhirnya semua itu selalu saja gagal total. ‘Kenapa aku harus mendapatkan ini? Kenapa? Memangnya aku pernah salah apa sampai aku diperlakukan sedemikian rendahnya di depan orang lain?’ Benak hati Raelyn. 


Ia sudah merasa lelah denga dunianya, dipeuhi dengan kemunafikan, balas dendam, dan hinaan yang terus berdatangan tidak ada hentinya. 


Sampai Raelyn sendiri tidak tahu apa tujuan dari dirinya terlahir di dunia ini, karena selama ini yang ia dapatkan selama hidupnya adalah sesuatu yang tidak adil. 


“Ah, ini sudah basah, berarti aku sudah bisa memainkannya di sini.” Arshen yang merasakan sesuatu yang basah di pangkal pahanya Raelyn, akhirnya menggosok-gosoknya dengan jari lentiknya.


“Aaahh~ A-arhsen, aku memo..hon padamu, jangannhh~” 


“Walaupun mulutmu menolak, tapi tidak dengan tubuhmu.” 


DEG.


Dan ucapan Arshen tadi pun, menjadi titik dimana Raelyn benar-benar sudah menjadi wanita hina. 

__ADS_1


Di saksikan oleh Elena, dan tubuhnya menjadi mainan balas dendam dan pelampiasannya Arshen, hal itu sungguh membuat Raelyn merasa kalau ia sudah menjadi boneka mereka.


__ADS_2