
“Dingin kan? Apa kau menyukainya?” Alves tersenyum lembut melihat ekspresi wajah Elly yang begitu tenang saat tangan Alves mengusap wajahnya.
“Hmmm….” Elly tidak bisa berbohong, karena ekspresi wajahnya saja pasti sudah begitu mewakili perasaan nyaman itu.
“Jadi bagaimana? Apa kau menginginkannya?” Tanya Alves sekali lagi, ingin mengkonfirmasi niat baiknya itu mau di terima oleh Elly atau tidak.
“Aku…hah…tidak tahu.” Elly sudah begitu malas untuk berpikir, bahkan untuk menjawab, ia sudah tidak mau bicara lagi.
Alves tidak tahu lagi harus bagaimana, sebab sekarang ini dirinya sudah merasa tidak mampu lagi untuk menahan gejolak yang sudah merasuki dirinya, dan terutama adalah menara miliknya.
“Yah~ Lagi pula saat itu kau juga sudah seenaknya kepadaku, aku ingin membalas perbuatanmu, ya?”
Elly mendelik ke arah Alves. Tubuhnya sudah lemas, ia bahkan merasa berat untuk sekedar mengangkat tangannya untuk meraih wajah Alves yang terlihat sudah begitu menginginkannya.
“Serah.” Dan Elly pun kembali memejamkan matanya lagi.
Alves, dia langsung tersenyum penuh dengan kemenangan. Seperti halnya apa yang dilkukan oleh Elly terhadapnya beberapa hari lalu, setidaknya sekarang adalah pembalasannya.
“Kalau begitu, aku ingin membuatmu pincang, boleh kan?”
“Jika aku pincang, siapa yang akan mengurusmu?” Padahal dirinya sudah malas untuk bicara, tapi sayangnya mulutnya terus saja menjawab pertanyaannya, membuat Elly jadi merasa frustasi sendiri, karena energinya pun seakan kembali terbuang.
Alves lagi-lagi memperlihatkan ekspresi wajah yang tidak pernah Alves perlihatkan kepada orang lain. Senyuman lembut yang hanya tertuju kepada Elly adalah salah satunya.
Dan setelah mendengar jawaban dari Elly, Alves pun lebih membungkukkan tubuhnya, menundukkan kepalanya tepat di samping wajah Elly, Alves pun akhirnya berbisik. “Kan ada Orson.”
“.............” Elly sudah sepenuhnya diam. Hembusan nafas milik Alves yang begitu panas sukses membuat telinganya menjadi merah.
“Kau menahannya dengan baik.” Lirik Alves, melihat Elly tetap memejamkan matanya.
Karena Elly terus diam seolah tidak begitu peduli dengan bisikannya, Alves pun melakukan absen pertama, yaitu sebuah kecupan ringan di leher Elly.
GRRTT…..
Elly langsung bereaksi dengan gertakkan gigi.
__ADS_1
Dan Alves pun jadi merasa bangga dengan usaha kecilnya itu.
‘Walaupun mulutnya seperi mengatakan penolakan, tapi tidak dengan tubuhnya.’ Alves kembali menatap tubuh Elly yang sudah separuh telanjang itu. ‘Karena aku dulu pernah kecelakaan dan mengalami demam tinggi, aku sepenuhnya hampir melupakan semua ingatanku, bahkan saat aku kecil, aku hanya punya beberapa potongan ingatan saja.
Tapi setelah aku telusuri lebih jauh, tepat di malam hari setelah wisuda, ada pesta yang aku hadiri sebagai perayaan kelulusanku. Namun di malam itu juga, entah siapa yang memasukkan obat kedalam alkohol yang aku minum, aku langsung mabuk dan nahasnya aku yang saat itu tidak bisa mengendalikan naf*suku, aku malah langsung meniduri seorang gadis SMA, dan dia adalah Raelyn.’ Pikir Alves.
Dan semenjak hari dimana Elly yang waktu itu tertidur lalu bermimpi mengenai ingatan dari masa lalunya, semua mimpi yang dicertakan Elly kepada Alves pun membuat Alves yang penasaran, akhirnya dibuat untuk menggali informasi dari masa lalunya.
Fakta yang mengejutkannya adalah ia meniduri perempuan belia yang masih SMA, dan waktu itu umur dari Raelyn adalah 16 tahun, yang artinya, Alves sadar kalau perbuatan tidak bertanggung jawabnya itu sudah berlalu selama lebih dari 8 tahun.
Rasa bersalah pun menati di benak hatinya yang paling dalam. Meskipun pada akhirnya dirinya terlambat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap jiwa Raelyn yang sebenarnya.
Dan apakah hari ini dirinya akan memperlakukan tubuh Elly sama halnya dengan yang terjadi 8 tahun yang lalu?
“Ahh~”
Melihat Elly melenguh antara nikmat juga karena rasa geli yang menyerang kulit tubuhnya, Alves jadi merasa tidak tega untuk membantu seperti yang sempat Alves ekspektasikan, dan salah satunya adalah memberikan bantuan berupa layanan tubuh.
‘Tiba-tiba jadi merasa kasihan. Sebenarnya ada apa dengan aku ini?’ Alves seketika jadi merasa terjerat sendiri.
“Jangan pergi.” Akhirnya Elly menarik ucapannya soal Alves yang tadi sempat Elly suruh untuk pergi.
Mendengar hal tersebut, Alves jadi kembali menunduk dan melebarkan senyumannya itu menjadi sinar cerah yang mampu memberkati semua mata yang melihatnya.
‘Sudahlah, lagi pula dia waktu itu juga bisa membantuku tanpa membuat aku memasukkan milikku ke dalam tubuhnya, jadi soal ini aku pasti bisa melakukannya.’ Pikir Alves.
Dengan keputusan final miliknya, Alves yang sudah mendapatkan permintaan dari Elly untuk jangan pergi, membuat Alves akhirnya membulatkan tekadnya.
Daripada menyuruh dokter untuk mengatasi masalah Elly yang terkena obat perangsang, Alves lah yang akan membantu menyembuhkannya, seperti yang pernah Elly lakukan kepadanya waktu itu.
“Elly, aku akan membantumu.” Tutur Alves tepat di samping wajah Elly.
Dan Elly pun akhirnya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban kalau ia akan menerima bantuan yang akan dilakukan oleh Alves terhadapnya.
“Aku mulai.”
__ADS_1
“Hmm…” Dehem Elly dengan wajah malu-malu.
Dan di siang menjelang sore itu, dua insan yang saling mebutuhkan satu sama lain, ikatan yang terhubung karena kontrak atas kesepakatan yang mereka buat membuat baik itu Aves maupun Ellynda akhirnya menyematkan waktu mereka untuk saling membantu.
Dan salah satunya saat ini adalah Alves membantu Elly keluar dari derita itu.
____________
“Hmm…hmm…hm…., sudah jam tiga sore, apa mereka masih belum selesai?” Orson yang masih berada di luar rumah, karena merasa haus, Orson pun kembali masuk kedalam rumah dan mengambil air dingin untuk menyegarkan dahaganya.
Dan karena tempat dari jarak diantara mereka bertiga tidak begitu jauh, Orson pun samar-samar mendengar de*sahan yang begitu menggoda.
“Angghh…ah~ ah~ ….., ah!”
“Padahal dulu kita sudah pernah tidur bersama, tapi kenapa punyamu masih sempit seperti ini?”
“Ah…, aku ahngg~ maa tahu. Kenapa t-tidak tanya sen…diri kepadanya.” Racau Elly di dalam kamar.
“Maksudmu aku tanya pada pintu rumahmu begitu?”
“Ehmmm…! Angh…! A-apa kau tidak…p-pakai alat ko-kontrasepsi?”
“Kenapa aku harus melakukannya? Bukankah keuntungan dari olahraga ini adalah bisa merasakannya secara langsung?” Tanya balik Alves di sela-sela pekeraan besar tiada henti.
“T-tapi, angh~ Jangan ka-kau keluarkan ke dalam.”
“Enggh~ Kenapa tidak boleh?”
“A-aku masih ingin bebas.”
“Entahlah, aku tidak yakin itu, jadi turuti saja kemauan dari adikku ini.”
“T-tunggu~ Unggh~ Jan…ngan!” Dan teriakan milik Elly pun berhasil membuat Orson langsung diam membisu dengan mata terpejam.
‘Mereka berdua benar-benar, sedang bersenang-senang. Sedangkan aku jomblo sendirian.’ Batin Orson, tidak kuasa menahan suara yang ia dengar dengan nada yang begitu bergairah itu, Orson pun memutuskan untuk naik ke lantai dua dan tidur di salah satu kamar yang ada di sana.
__ADS_1