
"Hehehe..." Elly dengan sengaja tertawa malu-malu sambil menutup mulut nya itu, seolah dia tidak melakukannya dengan sengaja.
Luciana yang melihat mereka bertiga saling beradu tatap karena saling kesal sendiri, harus menahan tawanya, bagaimanapun citra nya sebagai seorang manager di resort tersebut harus di jaga dengan baik, jadi ia berusaha untuk tidak tertawa ataupun tersenyum, selain dengan bersikap untuk tegas kepada apapun yang ia hadapi.
"Ehehmm." Luciana dengan sengaja berdehem untuk memecah suasana aneh diantara mereka bertiga itu. "Tuan muda, kami sudah menangkap pelakunya, kira-kira apa yang ingin anda lakukan dengan penjahat ini?" Ucap Luciana, melapor sekaligus bertanya kepada Alves.
"Kau, katakan saja kepada Orson, ada satu set lagi yang datang." Jawab Alves dengan jawaban yang cukup membingungkan.
"Baik Tuan." Luciana mengiyakan untuk menerima perintah singkat dan terkesan aneh itu. "Lalu- bagaimanakah dengan pertandingan anda dengan Tuan Aiden?"
"Di batalkan, dia pikir situasi macam ini masih perlu aku lanjutkan? Kalau dia ingin membuat pertandingan denganku, aku bisa memilih hari berikutnya. Tapi karena aku dan asisten pribadiku ini juga akan sama-sama sibuk, jadi aku pikir akan sulit." Jelas Alves, membuat alasan yang begitu lugas untuk menghindari Elly jatuh ke tangan pria lain, dan apalagi itu adalah Aiden, ia sama sekali tidak berpikir untuk menyerahkannya ataupun membuatnya menjadi bahan taruhan.
"Kalau begitu, bagaimana dengan para pengunjung? Sepertinya mer-"
Dan Alves langsung menyela begitu saja. "Katakan saja kepada mereka, karena ada penyisiran tempat mengenai Bom yang belum di temukan, demi keamanan aku harus pergi ke tempat yang aman, apa sebegitu mudahnya, kau sangat susah membuat alasan untukku?"
__ADS_1
Mendapatkan sedikit peringatan demikian oleh Bos nya, Luciana pun memejamkan matanya dan sedikit menundukkan kepalanya sebelum dia akhirnya meminta maaf saat itu juga. "Maafkan saya, saya akan mewakili anda agar anda bisa pergi dari sini sekarang juga. Lalu-"
Luciana lantas membuka kelopak matanya, dan melihat ke arah Elly secara intens.
"Untuk Nona, saya ucapkan terima kasih atas bantuan anda. Saya permisi." Selepas berkata seperti itu, Luciana pun pergi dari sana.
"Minggir!" Sarkas Alves, mendorong tubuh Rafa dari atasnya.
"Jadi saya tidak jadi untuk dijadikan taruhan lagi ya?"
"Jika anda berusaha untuk mengaitkan saya dengan soal mantan, itu sama sekali tidak benar. Lagian, yang saya layani kan hanya anda saja?" Jawab Elly, wajahnya memang nampak begitu tenang, namun tidak mungkin dengan hatinya, dia memang sempat merasakan jantungnya berdegup kencang, sebab dirinya memang tidak mau ingin bersama dengan orang yang menyakiti Raelyn, tubuh yang ia gunakan saat ini.
"Heh." Tiba-tiba saja Alves tersenyum, dan mengulurkan tangannya ke arah Elly untuk meminta bantuan dari wanita ini, untuk membantunya berdiri.
Elly pun tanpa sungkan mencoba membantu Alves berdiri, tapi bukannya ketarik, karena Elly sempat menahan tarikan yang di lakukan oleh Alves kepadanya, akhirnya sepatu high heels yang Elly pakai langsung patah dan membuat Elly langsung terhuyung ke depan.
__ADS_1
BRUKK....
'Alves-' Tatap Elly saat melihat senyuman penuh dengan kemenangan milik Alves, sungguh tersungging dengan begitu menghasut.
'Sepertinya aku sudah tidak di butuhkan lagi disini.' merasa bukan lagi dalam satu kelompok diantara mereka berdua, Rafa pun meninggalkan mereka berdua di rooftop, dan mengabaikan semua ucapan yang sempat dikatakan oleh Elly kepadanya.
"Bagaimana ini? Heels nya jadi patah, kan?" Elly sedikit mengangkat kaki kanannya ke belakang dan melihat sepatu heels yang ia pakai, sudah patah.
Alves meliriknya, dan melihat apa yang di katakan oleh Elly memang benar.
Tapi dengan entengnya, Alves pun menjawab : "Kau pikir aku ini siapa? Aku bahkan bisa memberikanmu seratus, bahkan sampai seribu sepatu heels untukmu saja." Kata Alves. "Jadi ngomong-ngomong, aku harus bagaimana bisa mengurusmu, karena kau memilih strategi seenaknya di belakangku?"
"Padahal saya ini sudah menyelamatkan resort milik anda, kenapa malah terus saja menyalahkan strategi yang saya buat?"
Alves mengernyit, apakah wanita di atasnya ini masih saja belum paham lagi? Padahal sudah Alves bilang berkali-kali sampai memberikan bukti. "Karena aku khawatir, apa kau masih belum paham?"
__ADS_1
Mendengar itu, tentu saja Elly jadi diam, merasa kalau akhir-akhir ini Alves terlihat lebih sensitif dari biasanya. Dan Elly terus berpikir kalau itu mulai mengacu pada saat Elly waktu itu hampir mati karena tenggelam.