
Satu per satu dari mereka yang menjadi model langsung naik ke atas panggung dan berjalan sesuai dengan urutan mereka masing-masing.
"Wowho! Cantik, dia seksi, kakinya panjang juga." oceh Darren melihat para wanita cantik itu berlenggak lenggok di atas panggung dengan pakaiannya yang sesuai dengan tubuh serta make up juga gaya rambutnya.
"Darren, jika kau berisik mau mempermalukanku, aku tidak akan pernah mengundangmu lagi ke acara seperti ini." Ucap Felix, memberikan peringatan kepada salah satu temannya itu.
"Iya, iya, tapi ngomong-ngomong, model seperti mereka kira-kira boleh pacaran tidak?" Tanya Darren.
"Kenapa tidak kau tanyakan langsung nanti jika acaranya selesai?" Sela Arshen memberitahu Darren yang kelihatannya memang sungguh tertarik pada semua wanita yang baru saja tampil dengan gaya busana mereka.
"Oh ya, kau bilang hari malam ini, adalah malam untuk memperkenalkan satu set perhiasan mahal desain dari sepupumu, apa itu benar?" Tanya Warren.
"Iya, disini dan saat ini, tidak lama lagi model utamanya yang akan memamerkan perhiasan itu kepada kita. Jadi tunggu saja dan diam. Tidak ada orang lain yang berisik selain kau." peringat Felix sekali lagi.
Warren, Darren, Arshen pun akhirnya diam, dan memperhatikan semua model yang masih belum selesai bergantian keluar dengan pakaian yang terus berganti itu.
Bahkan sampai fotografer sendiri, ada di sana untuk memotret setiap gerak dari para model yang datang.
"Woi, pant*atmu itu menggangguku." rutuk Arshen, dia sudah ingin menabok pan*at yang mengganggu itu.
"Alah, tahan sebentar lagi, ini lagi bagus-bagusnya." Ucap sang fotografer ini, dengan gayanya sendiri, dia pun mengambil gambar dari para model.
"Jika ku fotografer profesional, kau tidak mungkin akan berkeliaran di depan para penonton. Dan apalagi kau terus memotret dari sebelah sini dan sini, apa yang foto itu pasti sesuatu yang bukan seharusnya kau ambil." Ucap Felix, dia yang tidak tahan dengan gangguan itu, segera berdiri dan menyeret orang itu.
"E-eh! Apa yang anda lakukan? Saya sedang bekerja, jadi har-"
"Bekerja tapi tidak becus, kau tidak sesuai dengan kriteriaku untuk masuk ke sini, paham?" Tekan Felix, dengan nada yang begitu rendah, dalam sekali gotong di bahu, Felix pun membawa orang perusuh itu pergi dari sana.
"Apa itu ribut-ribut?"
"Wah, apa dia penyelinap? Seorang fotografer mana mungkin mondar mandir di depan penonton, kan mengganggu."
"Dia bawa pergi saja."
"Iya tuh, bawa pergi saja, jangan mengganggu acara ini."
Apalagi karena banyak yang mendukung untuk di bawa keluar, maka Felix pun tidak sungkan membawa orang itu keluar dari area tersebut.
"Ini namanya pemaksaan, saya kan bisa jalan sendiri."
"Jalan dengan kaki pendekmu? Kau sama sekali tidak di percaya." Begitu sudah di ambang pintu, Felix pun menyerahkan orang tersebut untuk keluar, atau lebih tepatnya untuk di amankan, karena seorang fotografer adalah seseorang yang tidak bisa di anggap remeh, sebab dia sama saja seperti seorang jurnalis yang bisa membuat cerita semakin heboh. "Kalian berdua, tahan dia sampai acara ini selesai." Perintahnya kepada dua orang petugas keamanan.
"Baik."
Dan dengan begitu mudahnya, mereka berdua pun segera menyeret fotografer tersebut.
__ADS_1
"Hei! Aku mau di bawa kemana?! Ini namanya tindak pidana, masa mau mengurungkumph..!" karena dirasa berisik, orang tersebut mulutnya langsung di sumpal, dan segera di bawa pergi menjauh dari tempat tersebut.
"Tuan, sebaiknya anda duduk lagi." Ucap salah satu dari mereka, karena melihat Felix terlihat seperti orang yang gelisah.
Felix pun akhirnya mencoba untuk kembali ke tempat dia duduk tadi.
Tapi di tengah-tengah acara itu, Felix sempat melihat kalau ada seorang wanita yang baru saja masuk ke belakang panggung persis, seorang wanita memakai gaun malam dimana warna itu melambangkan langit malam penuh dengan bintang.
"Semua yang di tampilkan di sini cukup bagus ya."
"Hmm, tapi yang paling aku tunggu-tunggu itu adalah set perhiasan yang akan di pamerkan sekarang. Aku sudah tidak sabar, katanya itu adalah desain pribadi hasil karya Tuan muda Alves. Jadi pasti akan sangat cantik."
"Aku juga menunggu barang utama hari ini."
"Kira-kira di jual tidak ya? Belum dipamerkan saja, aku sudah ingin membelinya."
Semua orang mulai membicarakan acara utama malam ini, dimana satu set perhiasan dengan batu paling langka, apalagi karena di buat dan di desai oleh Alves secara pribadi, membuat mereka semua tidak sabar untuk menunggu lagi.
"Dan setelah dua orang berikutnya turun ke panggung, kita akan melihat barang dari yang sudah anda tunggu-tunggu!" Kata Fara dengan nada penuh semangat. "Jadi sambut kepada model kita hari ini! Ellynda!"
Begitu dua orang itu turun, seorang wanita dengan gaun malam paling umum tapi punya warna indah yang cocok dengan warna kulitnya yang putih, lalu di padukan dengan sepatu high heels berwarna biru muda yang membalut kakinya yang jenjang tapi tertutup dengan gaun panjangnya, membuat sosok dari Elly terlihat semakin anggun.
Apalagi di padukan dengan satu set perhiasan indah yang menghiasi kedua telinga, leher, tangan, jari jemari nya, hiasan untuk bagian lengan, serta pergelangan kaki, akhirnya hal itu pun menambah keindahan yang sedang di tampilkan oleh Elly di depan para penonton.
TAP....TAP...TAP......
Semuanya seketika langsung terpesona, antara kecantikan dari si model serta perhiasan yang di pakainya itu.
"Tapi, walaupun yang di perlihatkan pada kalian adalah perhiasan yang lengkap, namun karena setiap hiasan itu memiliki jenis bau yang berbeda, maka tentu saja akan menampilkan keindahan yang berbeda-beda juga. Hanya karena di padukan dengan berlian yang mirip, bukan berarti mereka benar-benar mirip." imbuh Fara.
'Dia- benar-benar ada di sini. Bagaimana bisa dia sangat berbeda dari yang dulu? Dulu aku pikir dia adalah wanita polos biasa, yang bisa aku suruh sesuka hatiku layaknya pembantu, tapi sekarang begitu menghilang, sekalinya muncul lagi dia berhasil membuat banyak orang akan berpikir kalau dia berasal dari perempuan kalangan atas, sampai menganggap kalau dia adalah-' belum selesai bicara di dalam pikirannya, seseorang tiba-tiba saja ada yang berbisik.
"Bukannya dia terlihat seperti orang itu?"
"Siapa?"
"Itu loh, orang yang tadi bekerja di pintu masuk."
"Oh iya, dia memang lumayan mirip. Apa jangan-jangan dia kerabatnya?"
"Dia kan cantik, dan sebagai model juga yang di andalkan kan kecantikan dan punya tubuh yang bagus, mungkin saja orang tadi kerjanya memang itu, sedangkan dia jadi model."
Felix yang tidak tahu siapa yang di maksud oleh dua orang penonton itu, hanya terus menatap Elly yang ada di atas panggung.
'Jelas sekali, mereka semua langsung melihatku seperti sebuah barang yang harus segera di beli dan dimiliki. Aku tidak suka ini, tapi aku tetap harus mengerjakannya karena inilah perintah dari Alves.' Pikir Elly, begitu sudah ada di ujung panggung, dia terus berdiri dan memperagakan beberapa pose tubuh untuk di foto oleh beberapa fotografer yang ada di bawah sana.
__ADS_1
"Nona Elly, apakah anda seorang model baru yang di tunjuk khusus oleh Tuan muda Alves?"
"Saya dengar anda pernah bertengkar dengan Nona Yuli karena berebut untuk jadi model utama dari fashion show kali ini, apakah itu benar?"
"Nona, apakah anda wajah baru dalam dunai hiburan nanti?"
Mendengar mereka sedang mewawancarainya, Elly sempat melirik ke belakang, untuk memanggil Alves.
"Aku harus apakan mereka semua? Apa aku harus menjawabnya atau diam saja?"
Dan sorotan mata itu pun benar-benar tersampaikan dengan baik kepada Alves yang masih bersembunyi di belakang panggung.
'Tadi dia tidak pernah membahas kalau ada kemungkinan aku akan di wawancarai. Jika kau tidak keluar, aku akan mengatakan apa yang bisa aku jawab sekarang.' Pikir Elly. Dan Elly yang sudah mulai angkat bicara itu dan hampir mengeluarkan suaranya, kalimat yang belum keluar itu secara spontan langsung di curi oleh Alves.
"Untuk semua pertanyaan yang kalian ajukan, akan aku jawab." Suara milik Alves seketika terdengar ke segala penjuru.
Dia keluar dari sarangnya, dan berjalan menghampiri Elly yang masih diam dengan wajah bingung.
"Model yang sebelumnya saya ganti degan dia, karena Yuli, dia membuat keributan di depan perusahaanku, sampai aku tersiram kopi, tentu saja ku harus memutuskan kontrak ekslusif nya.
Dan dia menjadi model hanya khusus malam ini saja, untuk sekedar menggantikan Yuli, karena kebetulan aku tidak bisa menemukan model yang cocok selain dia." jelas Alves.
Satu per satu dari para penonton seketika langsung memperlihatkan wajah tertarik mereka semua, karena bisa melihat secara langsung pria yang menjadi idaman dari semua kalangan wanita.
"Apakah ada pertanyaan lain?" tatap Alves, dia memperhatikan satu per satu tamu undangan yang hadir.
"Saya," salah satu orang tamu undangan pun mengangkat tangannya.
"Silahkan."
"Apakah perhiasan yang dia pakai itu di jual?"
"Anda pasti sangat tertarik ya? Khusus yang ini tidak di jual, karena akan saya berikan kepada seseorang." Jawabnya.
"Kalau begitu, apakah desain dari perhiasan tersebut terinspirasi dari orang yang membuat anda jatuh hati itu?" Tanya tamu undangan yang lainnya lagi.
Alves dan Elly melirik satu sama lain, dan melihat betapa banyaknya wajah dari ekspresi penasaran milik mereka yang ingin tahu identitas orang yang berhasil membuat Alves jatuh hati, karena mengingat Alves memang sudah cukup terkenal kalau dia adalah orang yang suka bergonta ganti kekasih, bahkan sampai wanita yang berhasil menjadi tunangannya pun batal.
Itu menandakan kalau hati Alves kali ini sudah mulai terbuka, karena mau memberitahukan kalau perhiasan yang di pakai oleh Elly untuk seseorang yang di sukai nya.
"Tentu saja, tanpa memikirkan dia, tidak mungkin aku berhasil membuat perhiasan ini." jawab Alves saat itu juga.
"Wah, sepertinya rumor tentang anda benar. Kalau anda punya kekasih yang sudah berhasil membuat anda jauh cinta."
"Kira-kira namanya siapa? Apakah anda akan menunjukkannya kepada publik?"
__ADS_1
Alves pun tertawa dalam diam, karena dia sama sekali tidak menyangka kalai mereka semua tidak sadar kalau orang yang di sukai oleh Alves sebenarnya ada di depan mereka. Tapi karena kelihatannya memang belum tahu sepenuhnya, Alves pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Karena orang yang aku sukai adalah orang yang pemalu, jadi mana mungkin aku memaksakan dia untuk tampil di muka umum." jawabnya. "Lalu, untuk soal perhiasan, saya membuka lima slot orang tercepat yang mau mendaftarkan untuk desain perhiasan yang aku kerjakan secara pribadi. Itu saja untuk acara malam ini, aku ucapkan terima kasih." Imbuhnya, lalu Alves dan Elly pun sama-sama sedikit membungkukkan tubuhnya, sebelum mereka berdua pergi dari sana, tiba-tiba saja Arshen yang sedang duduk itu, memegang mainan mobil remot kontrol, dimana di atas mobil itu ada sebuah bom.