Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
61 : PTRI : Pertengkaran


__ADS_3

Untuk memastikan kebenaran dari Orson dimana Elly belum kembali, Alves mencoba kembali ke kantornya, dan benar, Elly sama sekali balum kembali.


"Kan saya katakan, Nona Elly belum datang, kenapa Bos sebegitu perhatiannya kepada Nona pelayan itu?" Tanya Orson, dengan kedua tangan itu masih sibuk untuk mengetik dokumen yang harus dia selesaikan hari ini juga.


Dan Alves yang akhirnya keluar dari kantornya lagi, menjawab : "Bukankah sudah jelas, karena dia adalah orangku?"


Dengan langkah tegas, Alves kembali masuk kedalam lift.


Dia akan pergi menyusul Elly, karena dia sungguh khawatir dengan apa yang sedang di lakukan oleh wanita itu.


TING....


Ketika pintu lift terbuka, Alves langsung membelalakkan matanya, saat banyak diantara karyawan yang seharusnya sedang bekerja, malah berdiri di depan kantor.


'Ada apa ini? Kenapa mereka semua berkumpul di depan kantor seperti itu?' Dengan perasaan khawatir, Alves bergegas keluar.


"Apa yang kau lakukan ha?! Lihat ini, jika bukan karena matamu yang di taruh di kaki, mana mungkin bajuku jadi basah seperti ini!" Teriak seorang wanita. Saking kerasnya, dari saat Alves keluar dari lift saja, dia sudah mampu mendengar kalimat penuh amarah itu.


"Bukannya kau sendiri yang tiba-tiba mau menyalip langkahku?"


'Elly?!' Terkejut ternyata ada suara milik Elly yang sedang berbicara, Alves buru-buru masuk kedalam kerumunan itu.


"Oh~ Jadi kau berani menuduh kalau aku yang bersalah?" Tanyanya dengan ekspresi marah.


Elly hanya merespon dengan wajah kalem dan menjawab : "Tidak, aku hanya memberitahu bahwa seseorang yang jalannya seperti bebek berani menyalip langkahku itu adalah orang yang seharusnya sadar diri-" Jawab Elly dengan santai dan disertai dengan kedua bahu yang terangkat untuk sesaat. "Sadar diri kalau umpan untuk mempermalukanku itu sangatlah sia-sia."


Dan akhir dari jawaban Elly itu adalah senyuman tipis yang cukup meremehkan.

__ADS_1


"Penampilan berlebihan seperti itu memang menyusahkan ya? Kena sedikit langsung ngamuk. Nanti cepat tua loh." Ejek nya lagi.


"SIal! Dasar perempuan kampungan!" Mengetahui salah satu orang yang sedang menonton nya membawa gelas kopi di tangannya, wanita ini langsung merebutnya, dan di saat itulah wanita ini langsung menyiram Elly dengan kopi yang masih panas. "Kau harus terima itu!"


BYUR....


Air kopi yang masih panas itu pun berhasil mengguyur sasarannya?


Tidak, sebab Elly langsung bergeser ke arah kanan, secara, siraman kopi itu langsung mengguyur orang yang ada di belakangnya.


Senyuman remeh milik Elly langsung menghilang setelah dia tahu siapa orang yang baru saja menggantikannya menjadi bahan pelampiasan wanita tak di kenal itu.


"A-Alves, a-aku tidak sengaja. M-maafkan aku Alves." Dengan wajah khawatir tapi hati merasa takut, wanita ini berjalan menghampiri Alves dengan ragu-ragu penuh dengan perasaan yang cukup bercampur aduk, karena dia baru saja menyiram pria terpenting di dalam sejarah.


Alves, pria itu terkena siraman kopi yang masih panas.


Dan semua orang yang di sana langsung terkejut dengan kehadiran Bos mereka yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah pertengkaran dua orang wanita.


"Maafkan aku Alves, kita pergi ke-"


"DIAM!" Dengan tangan langsung menepis tangan dari wanita yang hendak menyentuh tubuh nya itu, Alves langsung membentak dengan suara yang cukup lantang. "Jika dalam hitungan ketiga kalian semua tidak kembali ke posisi tempat kalian bekerja, hari ini juga kalian akan aku pecat semua tanpa uang sepeserpun! Satu! -"


"He! Cepat pergi! Cepat!"


"Ayo pergi dari sini, aku tidak mau di pecat!"


"Lari-lari..! Jangan sampai hari ini hari terakhirku bekerja."

__ADS_1


Sontak mereka semua buru-buru berlari meninggalkan mereka bertiga sebelum Alves menghitung angka ke tiga.


"Tiga!" Hitungan ketiga itu berhasil membuat semua orang langsung menghilang dari pandangan Alves, Elly, dan satu orang wanita lagi, yang tidak lain adalah Yuli.


WUSSH~


"Apa yang kau lakukan di depan kantorku?" Tanya Alves dengan nada penuh dengan penekanan.


Sorotan matanya yang tajam, membuat Yuli merasa semua kalimat yang hendak dia ucapkan langsung tersangkut di tenggorokannya.


"Itu karena di-"


"Padahal aku berjalan santai sambil membenarkan barang bawaanku, tapi kau sendiri berjalan seperti bebek yang ingin mencari induknya. Apa aku salah? Kau yang menyenggolku duluan tapi kau sendiri yang menyalahkanku." Sarkas Elly.


"Yuli, aku rasa kontrak kita harus di batalkan." Ancam Alves.


Dia sebenarnya mempunyai hubungan dengan Yuli, rekan bisnis nya. Karena Yuli merupakan seorang model yang terkenal, niatnya Alves ingin menggunakan Yuli untuk menjadi Brand ambassador dari satu set perhiasan serta gaun yang sudah di rancang khusus setengah tahun ini untuk di perkenalkan kepada semua orang di acara fashion show setengah bulan lagi.


Tapi semuanya tidak jadi, karena Yuli sendiri sudah mengacaukan reputasinya sendiri dan itu pun di depan kantor milik Alves.


"T-tunggu Alves, jangan seperti itu. Aku sudah banyak membatalkan kerja samaku dengan orang lain, karena aku lebih memilih jadi Brand Ambassador di perusahaanmu."


"Aku tahu, tapi apa pentingnya itu sekarang? Asal kau tahu saja, kopi yang kau siram itu panas. Itu sama saja dengan kau baru saja mengangkat bendera kematianmu. Aku akan menarik semua yang sudah kau dapatkan dariku, dan tanggung sendiri akibatnya." Jelas Alves panjang lebar.


Setelah itu, Alves langsung menarik tangan Elly untuk pergi dari sana dan meninggalkan Yuli yang sedang terbengong karena syok berat, sebab dia baru saja mendapatkan kejutan tidak terduga setelah dia memaki dan memarahi seorang wanita yang ia anggap kampungan tadi, ternyata memiliki hubungan erat dengan Alves.


Buktinya, Alves langsung menarik tangan Elly untuk pergi mengikutinya.

__ADS_1


"Jangan biarkan dia menginjakkan kaki di sini." Perintah Alves pada dua petugas keamanan, yang baru saja datang setelah melewati badai besar karena Alves untuk pertama kalinya sangat marah di depan semua orang, di depan kantornya juga.


"Baik Tuan. " Kedua orang ini pun berlari untuk menghampiri Yuli, agar Yuli pergi dari sana.


__ADS_2