Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
105 : PTRI : Godaan merangsang.


__ADS_3

"Raelyn- tidak, tapi Elly, bagaimana? Apa yang sedang kau rasakan kali ini? Apakah ada sesuatu yang tidak nyaman, dari tubuhmu- mungkin?" Tanya Aiden, bertanya sekaligus menebak sesuatu yang sudah pasti, seraya memancing arah pembicaraan dari mereka berdua. 


Manik mata berwarna biru itu tertuju ke arah Elly yang sudah nampak seperti orang yang sengsara. Sungguh, Aiden akhirnya mendapatkan pemandangan itu untuk yang ke dua kalinya. 


‘Tapi bedanya, dia terlihat lebih mempesona, cantik, dan-’ sekilas matanya jadi tertuju pada belahan dada yang nampak begitu jelas, karena Elly yang masih saja duduk di atas tubuhnya dengan membungkuk seraya mencengkram kerah dari kemeja biru navy yang dipakai oleh Aiden. Aiden pun berkata :  “Kau memang sudah terlihat seksi, tapi jika kau lihat ekspresi wajahmu sendiri didepan cermin, kau akan langsung tahu, bahwa pria manapun akan menganggap kau terlalu menggoda, memancing mereka untuk memakanmu.” Papar Aiden dengan senyuman menggodanya. 


Elly terhenyak, ia langsung mencengkram lebih erat kerah baju Aiden dan menariknya lebih kuat. 


Namun, untuk pertama kalinya, usahanya untuk membuat Aiden ikut terangkat dengan kerah baju yang Elly cengkram itu, alhasil cengkraman tangannya untuk mencengkram kerah baju itu, jadi terlepas, selepas Aiden memegang kedua tangannya tersebut. 


“Apa yang akan kau lakukan di saat seperti ini?”


Elly menggertakkan giginya, setidaknya ia tahu kalau pria ini cukuplah licik. ‘Aku harus pergi dari sini.’ 


Karena sudah ada di dalam keadaan yang cukup darurat, seolah tujuannya membuatnya jadi masuk kedalam jurang rencana yang dibuat oleh Aiden, Elly hanya berharap kalau dirinya pergi dari sana. 


Dirinya harus keluar dari kamar tersebut, melindungi dirinya sendiri dari terkaman buas yang mungkin akan dia dapatkan. 


Ya, dari sorotan mata buas milik Aiden, itu pun sudah seperti menjadi syarat mutlak bahwa ia harus pergi dari sana. 


“Diam kau,” Tidak ada kata-kata yang lebih berguna lagi, sebab Elly sendiri juga harus membagi konsentrasinya dengan kesadarannya sendiri. 


“Hahaha….apa kau mau menyerah, hanya karena sudah terangsang dengan obat yang sudah kau hirup itu?” 

__ADS_1


“Terserah kau mau mengatakan apa, kali ini aku akan melepaskanmu. Tapi ingat, tidak ada yang kedua kalinya.” Tekan Elly, pada akhirnya ia melepas kesempatan balas dendamnya itu secara cuma-cuma, sebab ia tidak mau menemukan kerugiannya. 


Setelah berkata seperti itu, tentu saja Elly langsung beranjak dari atas tubuh Aiden. 


Tapi- karena suatu kesempatan yang tidak akan datang untuk kedua kalinya, Aiden mana mungkin membiarkan wanita ini pergi dari hadapannya. 


Maka dari itu, sebelum Elly benar-benar pergi, beranjak dari atas tubuhnya, Aiden menangkap salah satu tangan Elly dan menariknya. 


“Siapa yang menyuruhmu kabur?” 


BRUKK….


Elly yang sedang berada di bawah kendali obat perangsang, ia pun jadinya kena tarik ke bawah dan kembali mendaratkan pa*ntat nya di atas tubuh Aiden. 


“Tentu aku sendiri!”


JDUGG..!


“Akhh…!” Aiden seketika tersentak kaget sekaligus langsung merasakan sakit yang teramat sangat di hidungnya, gara-gara Elly dengan nyalinya yang besar dan berani, kepalanya malah di gunakan sebagai senjata. ‘Hidungku! Wanita ini, nyalinya besar juga, sampai hidungku berdarah!’ 


“Hah~ Mampus tuh,” Ejek Elly dengan senyuman sinis yang jelas, terlihat begitu dipaksakan. ‘Aku harus pergi sekarang. 


Dan ketika Elly sudah berdiri, hendak pergi dari sana, sekalipun dengan susah payah, Aiden yang tidak akan menerima rencananya gagal hanya karena hidungnya di jedot dengan kening kepala Elly, sebelum wanita itu pergi, Aiden segera mencengkram salah satu kaki Elly dengan kuat. 

__ADS_1


Sampai Elly yang saat ini benar-benar berada di bawah tekanan dari obat yang mulai bekerja di dalam tubuhnya, sontak langsung terhuyung ke belakang, dan ..


BRUUKK….


Suara jatuh dari tubuh Elly menjadi kebahagiaan dari Aiden sendiri, sebab berhasil menghentikan wanita ini pergi dari dalam kamar, maupun rencananya. 


“Aku belum mengizinkanmu pergi, Elly.” Ucap Aiden dengan seringaian liciknya, walaupun hidungnya masih mengeluarkan darah, gara-gara hantaman dari kepala Elly. 


“Lepas!” Elly yang sekarang berada di posisi tengkurap, mencoba menendang-nendang Aiden. Tapi karena Aiden sudah membuat jarak yang aman, selagi mencengkram salah satu kaki Elly, Elly pun jadinya tidak dapat menjangkau tubuh Aiden untuk di tendang. 


Melihat hal itu, Aiden pun jadi tersenyum senang, senyuman yang kian mengembang, menunjukkan rasa tertariknya kepada Elly jadi jauh lebih besar ketimbang sebelumnya. 


“Siapa yang mau melepaskanmu. Jika bisa, maka lepaskan dirimu sendiri dariku, Ellynda.” Kata Aiden seraya menarik lebih dalam kaki Elly, sampai tubuh itu pun jadi ikut terseret di atas lantai marmer putih tersebut. “Karena kau menantangku lebih dulu, jadi cari solusi sendiri bagaimana caramu lepas, dari tanganku.”


Elly mendengus kasar, seraya menyeringai penuh arti, tatkala ia samar-samar mendengar suara langkah kaki sepatu dari koridor yang kian mendekat.


Elly membuang nafas kasar, menyembunyikan kegelisahan, rasa takut, tegang, khawatir, cemas, serta trauma yang masih tersisa dari tubuhnya, berusaha agar ia tidak dipandang remeh oleh Aiden, bahwa obat perangsang itu sama sekali tidak begitu berefek dengan sempurna. 


‘Baiklah, jika itu maumu.’ Pikir Elly, tanpa memandang Aiden yang terlihat sudah mengharapkan suatu jawaban darinya. ‘Aku akan menghajarmu sekarang juga, Aiden! Kau yang membuat tubuh yang aku rasuki jadi seperti ini, maka terimalah nasibmu!’ 


Seolah sebuah energi besar merasuki tubuh Elly, cengkraman tangan Aiden dari salah satu kaki Elly, seketika langsung lepas setelah Elly yang sedang dalam posisi tengkurap di lantai, membuat gerakan salto. 


‘Hah?!’ Tentu saja Aiden membuat ekspresi wajah yang sudah diharapkan oleh Elly, karena pergelangan kakinya berhasil lepas dari cengkraman tangan milik Aiden, tanpa membuat Aiden sendiri melawan kehendak Elly yang datang secara tiba-tiba itu. 

__ADS_1


__ADS_2