Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
107 : PTRI : Menyeret gairah Elly


__ADS_3

TING....


Alves langsung keluar dari lift, begitu lift tersebut sampai dan pintu terbuka.


Dengan langkah begitu lebar dan cepat, Alves berjalan menyusuri koridor hotel tersebut, dan mencari-cari nomor kamar yang harus Alves temukan.


'Kenapa Elly malah pergi untuk menemui Cecil? Ah, bukan itu...tapi siapa yang sudah menyeret Elly masuk kedalam kamar hotel? Mana? Dimana nomor pintunya?!' Pikir Alves, terus memperhatikan setiap nomor di pintu.


Dan tepat di saat ia melihat nomor 2019, Alves akhirnya memberhentikan langkahnya dan berdiri di depan pintu.


'Dari Cctv yang aku lihat, kamarnya memang benar nomor ini.' Tatap Alves terhadap pintu berwarna coklat tersebut. Tanpa basa basi lagi, Alves mengeluarkan kartu hitam, itu adalah kartu kunci kamar khusus yang dia punya, sebab kartu tersebut bisa di gunakan untuk membuka semua pintu di seluruh kamar hotel miliknya itu.


Dan sekarang, kartu tersebut akhirnya berguna untuk membuka pintu yang besar kemungkinan kalau orang yang sedang di carinya ada di dalam kamar tersebut, sebab Cctv yang Alves lihat, memperlihatkan Elly yang sedang berjalan sendirian di koridor, tiba-tiba saja di tarik masuk oleh seseorang yang Alves tidak dapat ia kenali, sebab tidak wajahnya tidak terlihat.


KLEK..


Pintu berhasil di buka, Alves pun berjalan masuk dengan langkah yang begitu pelan dan senyap, berharap kalau dia akan menemukan Elly tanpa perlu mengejutkan ataupun memperparah suasana di dalam sana.


"Ah! Stop!"


'Suara pria?!' Terkejut karena tiba-tiba saja Alves mendengar suara milik seorang pria dari dalam sana, Alves akhirnya memutuskan untuk cepat-cepat mencari ke sumber suara.


"Hahh...hah...hah...., dasar, pria, bisanya seenaknya saja. Rasakan ini." Suara milik Elly yang langsung begitu mendominasi, sukses membuat Alves membelalakkan matanya, ketika Alves justru melihat sesuatu yang agak menyakitkan.


"Elly!" Alves dengan buru-buru berlari menghampiri Elly yang sedang ada di atas tempat tidur dan sedang duduk di atas tubuh seorang pria dengan penampilan yang sangat menggoda, sebab tubuh bagian atasnya hanya memakai bra saja, sedangkan kemeja putih bermotif bunga yang Alves berikan untuk Elly, justru di gunakan untuk mengunci pergerakan dari seorang pria yang ada di bawahnya.


Kemeja tersebut benar-benar dijadikan seperti sebuah tali untuk mengikat kedua tangan serta leher, sedangkan bagian kedua kaki dari pria tersebut, sudah di ikat dengan dasi, sehingga keberadaan dari pria tersebut pun sudah seperti kepiting siap rebus.


'Alves?' Detik hati Aiden saat melihat Alves dengan wajah khawatir, langsung melepaskan mantel coat nya dan segera meletakkannya di bahu Elly.

__ADS_1


"B-berhenti! Jangan sentuh aku." Ungkap Elly saat Alves hendak meraih tangan Elly untuk segera turun dari tubuh Aiden.


'Kenapa dia tiba-tiba jadi seperti ini? Sebentar, aroma ini?' Alves seketika langsung menjeling ke arah Aiden yang berhasil di ikat itu. 'Ah~ Jadi itu alasannya kenapa Elly tiba-tiba jadi sensitif sampai wajahnya memerah seperti ini. Dan pria ini? Dia bukankah orang yang waktu itu datang ikut balapan dengan kita? Sekaligus, orang yang membuat Elly jadi gemetar ketakutan. Namanya-'


Hanya dengan sekali tatap, dan memperhatikan wajah Aiden lebih lama, Alves akhirnya menemukan server otak dari ingatan informasi tentang Aiden.


'Aiden, anak bungsu dari keluarga Baverenka. Ayahnya adalah salah satu dari rekan bisnisku, tapi aku tidak tahu ternyata dia mempunyai hubungan dengan Elly. Tepatnya tubuh Raelyn, sih. Tapi karena itu juga, Elly juga yang kena Imbasnya.


Dan sekarang, dengan tubuh panas seperti itu, wajah memerah, dan penampilannya itu, dia sudah terangsang dan terus bertahan untuk mempertahankan kesadarannya.


Dia sudah bekerja keras untuk membela dirinya sendiri dari pria ini.


Tapi apa yang terjadi jika aku tidak datang?' Kernyit Alves, ia jadi tidak ingin membayangkan jika Elly tidak bisa mempertahankan akal sehatnya, sudah pasti kedua orang ini akan bersenang-senang.


Dan Alves, wajahnya yang begitu datar serta terlihat dingin, mengisyaratkan kalau hal itu akan membuat dirinya jadi cemburu.


'Aku akan membuat perhitungan untuk nak ini, nanti. Pertama-tama aku harus urus Elly, dia pasti butuh bantuanku.' Pikir Alves.


Dan di detik ini, melihat Elly terus bertahan diri dari sesuatu yang membuat siapapun yang terkena gai*rah tidak tertahankan, Alves pun akhirnya turun tangan juga.


_____________


"Nananana...., dia sangat perhatian sekali. Dari pada pelayan, bukankah lebih baik jadikan Elly jadi Istrinya saja? Alves, dia jadi seperti orang gila saja, dia langsung lari begitu melihat rekaman cctv." Orson yang sedang tiduran sambil mendengarkan musik lewat earphone, terus bergumam lirih dengan tingkah tidak biasa dari sahabatnya sekaligus Bos nya.


Orson bersenandung ria dengan lagu yang sedang di dengarnya, terasa begitu bagus untuk di tirukan, walaupun suara yang keluar dari mulutnya cukup fales.


Sampai ketika Orson mulai terhanyut untuk memejamkan matanya, tiba-tiba saja pintu di buka dengan begitu keras.


BRAKK....

__ADS_1


"Hah?!" Orson sontak langsung terkejut, terkejut dengan kehadiran dari Alves yang tiba-tiba saja masuk dengan serampangan sambil memikul tubuh Elly di salah satu bahunya.


"Lepaskan, Alves! Kau dengar kan apa yang aku katakan? Lepaskan aku!" Teriak Elly dengan kedua kaki terus di gerakkan ke atas dan ke bawah, sebagai bentu pemberontakan.


Namun, karena Elly sudah kehilangan sebagian besar tenaganya untuk mengurus Aiden, Elly pun jadi tidak bisa memberontak lebih dari itu.


"Aku tidak dengar." Sahut Alves.


"Eh Tuan muda? Kenapa beliau ada disini?" Satu pelayan tidak sengaja melihatnya.


"Tuan muda Alves?" Satu orang lainnya yang baru saja hendak masuk kedalam kamar salah satu hotel untuk membersihkan kamar, buru-buru keluar lagi dan mencari-cari sosok yang baru saja di ucapkan nya. "Ha? Siapa yang Tuan pikul itu?" Tanyanya dengan ekspresi wajah penasaran.


Bukan hanya pelayan saja, bahkan tamu undangan yang kebetulan memang sedang mengunjungi lantai itu pun sama-sama di buat terpikat dengan penampilan dari Alves yang tampan, namun sayangnya pria itu sedang menggendong seorang wanita di atas bahunya.


Sehingga para wanita yang tadinya merasa berbunga-bunga, perasaannya harus kandas karena wanita yang di pikul oleh Alves, berhasil menarik perhatian mereka juga, bahwa wanita tersebut memiliki hubungan yang cukup dekat.


TING...


Tepat sampai di dalam lift, Alves hanya menatap para pengunjung yang sedang melihat ke arahnya dengan tatapan datar.


"Alves, turunkan aku. Perutku sakit." Pinta Elly terhadap Alves.


Tapi setelah pintu lift khusus yang diperuntukan untuk dirinya itu tertutup, Alves langsung memejamkan matanya, menghembuskan nafas kasar sebelum akhirnya dia menurunkan Elly yang ada di bahunya itu.


"Hah...ka-"


BRAK...


Padahal Elly hendak bernafas lega, tapi semua itu langsung di potong dengan sikap Alves yang tiba-tiba saja mendorong tubuh Elly ke belakang, sehingga Elly pun langsung menghantam dinding lift.

__ADS_1


"Alves?" Kernyit Elly, melihat ekspresi wajah Alves yang cukup serius, seolah pria dengan ukuran tinggi serta besar layaknya beruang Grizzly baru saja mendapatkan satu mangsa yang cukup bagus.


__ADS_2